Tips Ibu Tetap Sehat dan Produktif di Masa Pandemi

Tips Ibu Tetap Sehat dan Produktif di Masa Pandemi

Ruang gerak yang serbaterbatas di masa pandemi ini memang menyulitkan hampir semua orang, termasuk saya sendiri. Rasa kesal, sedih, bosan, hingga bertanya-tanya kapan keadaan seperti ini akan berakhir terus menghantui. Segalanya ingin kembali seperti sedia kala, namun tampaknya impian semuanya kembali normal seperti sebelumnya masih membutuhkan waktu yang lama. Sekarang yang bisa kita lakukan adalah beradaptasi dengan keadaan ini semua.

Kadang lucu dan rasanya miris kalau kita bisa melihat keadaan lebih dalam. Well, ini semua terjadi karena sesuatu yang sangat kecil yang bahkan tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Yup, virus corona adalah penyebab semua perubahan-perubahan besar yang terjadi tak hanya di hidup seseorang, bahkan di hampir seluruh belahan dunia. Banyak hal besar berubah dan terjadi karena virus ini.

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang juga blogger dan freelancer, keadaan yang mengharuskan untuk stay at home memang bukan hal yang baru. Namun, terus-terusan berada di rumah dan tidak diperbolehkan keluar kecuali untuk urusan yang darurat itu melelahkan. Rumah memang tempat teraman, tapi kalau pergerakan untuk keluar rumah sangat dibatasi bukan berarti akhirnya jadi tempat yang nyaman. Salah-salah justru dari sinilah penyebab stres bisa muncul.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Menjaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Untuk itu, sebisa mungkin walaupun di rumah aja dengan kondisi yang terbatas, saya mencoba untuk tetap produktif. Produktif berkarya akhirnya jadi satu mantra untuk healing dan melepas stres. Yah, jadi semacam me time untuk pekerjaan rumah dan mengurus anak yang tak ada habisnya. Namun, saya juga nggak lupa buat tetap fit demi keluarga. Berikut beberapa tips dari saya agar bisa menjadi produktif dan tetap fit saat di rumah aja:

1. Makan makanan bernutrisi

Makanan bernutrisi itu ibarat bahan bakar bagi tubuh kita. Salah satu ikhtiar saya dan keluarga agar tetap sehat ya makan makanan bernutrisi. Selama di rumah aja, mau nggak mau setiap hari makanan yang dimakan adalah masakan sendiri. Paling tidak, karena memasak sendiri maka kualitas makanan dan nutrisi pun bisa dijaga. Selain itu, saya juga melengkapi makanan utama yang setiap hari dimakan keluarga dengan sayuran dan buah. Nggak usah muluk-muluk harus yang mahal untuk sepiring makanan sehat, yang penting adalah nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi dalam satu piringnya.

2. Lakukan aktivitas fisik

Sejak diberlakukannya WFH, saya sama sekali tidak bisa olahraga di luar rumah. Oleh karena itu, saya ganti acara olahraga di luar rumah dengan home workout. Nah, sejak Ramadan tiba, bahkan home workout pun saya nggak bisa karena waktu yang mepet dan jadwal yang sangat ketat. Sempat sedikit sedih sih, tapi buru-buru saya cari jalan keluarnya daripada terlalu lama mellow yaitu dengan melakukan aktivitas fisik. Buat saya, nggak apa-apa nggak bisa home workout dulu, gantinya saya bisa bebersih rumah atau mainan sama Aqsa di luar. Yang penting adalah tubuh saya tetap bergerak.

Baca Juga:   Saya Benci Olahraga, Tapi...

3. Cukup istirahat

Buat saya, istirahat dan tidur yang cukup itu nggak ada obatnya. Istirahat yang cukup itu membantu sekali buat me-refresh tenaga dan mood. Kalau kurang istirahat, mood saya bisa hancur lebur dan berimbas sekali dengan bagaimana cara saya berinteraksi pada orang lain, termasuk Aqsa. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya cukupkan waktu istirahat setiap harinya walaupun itu harus curi-curi waktu di sela-sela Aqsa sedang asyik bermain sendiri. Karena kalau kurang istirahat, saya bisa jadi mother monster, huhuhu.

4. Atur waktu

Sebisa mungkin saya mengatur waktu agar pekerjaan rumah tetap dikerjakan dengan baik, Aqsa tetap bisa saya asuh, namun tetap bisa punya waktu istirahat, me time, serta mengerjakan pekerjaan-pekerjaan online saya. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya mengatur waktu dengan baik. Caranya adalah semua pekerjaan online saya catat waktu dan deadline-nya. Saya usahakan semua pekerjaan selesai jauh sebelum deadline agar tenang. Kalau tidak ada deadline dan pekerjaan yang mendesak biasanya saya selang-seling waktu untuk bekerja, misalnya: dalam satu hari saya sudah bekerja keras mengerjakan dan membuat konten maka akan saya beri 2 hari untuk bersantai dan menikmati waktu lebih panjang dengan Aqsa. Dengan begitu, saya tidak terlalu ngoyo dalam hal apapun dan semuanya tetap ter-handle dengan baik.

5. Jaga kesehatan mental

Menjaga kesehatan mental kadang jadi hal yang terlupakan saat situasi di rumah aja. Bahkan, kadang kesehatan mental justru terabaikan. Akibatnya, kita para ibu jadi rentan stres dengan bertumpuk dan tumpang tindihnya kegiatan. Untuk menjaga kesehatan mental ini, saya menekan ekspektasi saya terhadap apapun selama di rumah. Menurut saya, menetapkan ekspektasi yang tidak tinggi bukan berarti tidak bagus, tapi paling tidak kalau ekspektasi kita tidak tercapai tidak terlalu kecewa. Selain itu, saya juga sudah bersahabat dengan ‘mantra’ “It’s okay to be not okay”. ‘Mantra’ ini berguna sekali buat saya sebagai orang yang perfeksionis di beberapa hal.

Baca Juga:   #CeritaCorona: Berdamai dengan #DiRumahAja

6. Aktif di beberapa komunitas online

Walaupun di rumah aja, sosialisasi tetap bisa berjalan kok. Apalagi zaman sekarang komunikasi tidak terbatas karena adanya teknologi. Oleh karena itu, agar kebutuhan aktualisasi diri dan komunikasi tetap berjalan, saya ikut dan aktif di beberapa komunitas online. Komunitas yang saya pilih tentunya yang membangun dan bisa jadi support system saya di kala sedang merasa di titik rendah hidup. Beruntung sekali saya bisa menemukan teman-teman yang aktif, produktif, dan supportif yang bisa jadi tempat bertanya sekaligus berkeluh kesah saat raga tetap harus di rumah saja.

7. Upgrade ilmu dari rumah

Biarpun di rumah aja, ilmu pengetahuan dan informasi tetap bisa bertambah. Banyak kelas mulai dari kulwap, webinar, kelas zoom, sampai google meeting yang diinisiasi banyak pihak. Apalagi kelas-kelas tersebut banyak yang gratis, kalaupun berbayar tidaklah mahal. Saya selalu semangat kalau sudah ada yang menawarkan kelas-kelas atau bahkan talkshow yang isinya bergizi seperti ini. Jadi, di rumah aja ala saya masih bisa tetap upgrade ilmu pengetahuan yang bahkan beberapa di antaranya bisa saya buat untuk mengisi konten blog. Inilah yang saya namakan, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, tetap patuh di rumah aja tapi juga bisa dapat informasi bergizi.

Baca Juga:   Menciptakan Cara #BahagiaDiRumah Setelah Resign dari Pekerjaan

Itu dia beberapa tips dari saya sebagai ibu rumah tangga yang juga freelancer agar tetap bisa produktif, aktif, dan fit walaupun di rumah saja. Memang, kita nggak akan tahu kapan situasi ini akan normal kembali. Tapi kalaupun kembali seperti sedia kala, kita tetap harus siap dengan kondisi the new normal yang digadang-gadang akan jadi skenario paling memungkinkan untuk diterapkan dalam waktu terdekat.

Selain itu, saya juga tetap berusaha untuk meng-update informasi tentang virus corona dan informasi kesehatan lain saya biasanya mempercayakan pada aplikasi Halodoc. Halodoc merupakan aplikasi kesehatan yang memberikan solusi kesehatan lengkap dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Beberapa fitur seperti tanya dokter, membeli obat, cari jadwal dokter, hingga cari rumah sakit yang memudahkan orang untuk berkunjung dan membuat janji saat akan ke rumah sakit tersedia di Halodoc. Nggak hanya itu, update informasi tentang Covid 19 dan informasi kesehatan lainnya pun tersedia di Halodoc. Halodoc tuh kayak one stop health information and service buat saya, memudahkan sekali.

So, di masa serbasusah dan terbatas ini akhirnya kita punya pilihan untuk beradaptasi dengan segala perubahan yang ada. Sepertinya itu adalah pilihan terbaik yang bisa diterapkan saat ini. Hidup memang sedang tidak mudah, tapi kita diberi kemampuan untuk beradaptasi agar tetap bisa jadi pribadi yang tangguh tapi tetap kreatif saat ini.

Semoga segala keadaan buruk ini cepat berlalu ya. Mari kita aminkan semuanya.

 

0 Comments
Previous Post
Next Post