#CeritaIbu: Tips Sederhana Memotong Rambut Balita di Rumah

#CeritaIbu: Tips Sederhana Memotong Rambut Balita di Rumah

Sejak pandemi, banyak hal jadi serbaterbatas, termasuk berkegiatan di luar rumah. Akibatnya, banyak yang akhirnya mengalihkan kegiatan di luar rumah menjadi kegiatan di rumah atau justru menundanya, salah satunya adalah potong rambut. Hayo, siapa yang rambut anggota keluarganya udah mulai gondrong? Suami, saya, adik saya, dan Aqsa rambutnya bahkan udah nggak berbentuk lagi dan butuh penanganan segera. Tapi sayangnya, kami belum bisa keluar rumah untuk sekadar pergi ke salon.

Kalau saya, suami, atau adik saya sih masih bisa ditahan dan dibiarkan berambut panjang meskipun nggak nyaman. Tapi kalau Aqsa lain lagi ceritanya. Kalau rambutnya mulai gondrong, otomatis dia nggak nyaman. Entah kenapa, kalau rambutnya sudah mulai panjang, Aqsa jadi mudah berkeringat, rambutnya gampang lepek, dan dia sering garuk-garuk kepala. Alhasil, kepalanya sering bocel-bocel karena dia kadang terlalu keras menggaruknya.

Kalau sudah begini ya mau nggak mau potong rambut adalah solusinya. Kalau sekarang orang-orang booming pada potong rambut sendiri di rumah, khusus untuk Aqsa, saya dan suami sudah melakukan pemotongan rambutnya sendiri di rumah dari dia usia di bawah setahun. Kami sampai niat membeli alat cukur rambut sendiri karena nggak yakin akan bisa membawa Aqsa untuk duduk manis di barbershop walaupun tempat potong rambutnya dilengkapi dengan mainan anak yang katanya mengasyikkan.

Lucky me karena punya anak laki-laki. Jadi nggak harus pusing sama model potongan rambut harus gimana. Biasanya sih, saya potongin rambut Aqsa botak aja, nyaris gundul tapi masih menyisakan beberapa senti rambut. Kalau bahasa saya sih, cukur bros gitu, yang kayak buat tentara. Nah, karena sudah terbiasa potong rambut sendiri, pas ramai-ramai PSBB sekarang saya dan suami santai saja menghadapi rambut Aqsa yang sudah mulai gondrong. Pas tepat tanggal 1 Mei 2020 kemarin akhirnya kami cukur rambutnya. Kami memang rutin cukur rambut Aqsa tiap 3 bulan sekali.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Kegiatan Asyik Selama Masa Social Distancing
aqsa masih gondrong

Mencukur sendiri rambut balita apalagi yang seusia Aqsa itu memang tricky dan gampang-gampang susah. Tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. Semuanya butuh trik. Karena sudah beberapa kali berhasil mencukur rambut Aqsa, saya berikan beberapa tips sederhana nih untuk mencukur rambut anak khususnya balita laki-laki.

1. Gunakan pencukur rambut berkualitas baik

Pencukur rambut bayi ada banyak sekali macamnya, apalagi di online shop. Ada yang mulai harga Rp 90.000-an sampai ratusan ribu. Tapi ya itu balik lagi, harga pastilah menentukan kualitas. Kalau saya sih milih yang rada mahal dikit tapi kualitasnya bagus dan bisa dipakai berkali-kali daripada yang murah tapi sekali dipakai pisau cukurnya nggak mempan.

Baca Juga:   Hari Gini Masih Ragu Belanja Online? Berikut 5 Keuntungan Kalau Kamu Memilih Belanja Secara Online

Selama ini saya pakai Phillips Kid Friendly Haircut Series 1000. Ini pencukur rambut bayi yang recommended banget sih menurut saya. Harganya memang rada pricey yaitu Rp 300.000++ tapi bisa dipakai berkali-kali asalkan perawatannya benar. Di dalamnya juga dilengkapi dengan sisir dengan beberapa ukuran yang bisa dipasang di mesin pencukurnya, minyak dan pelumas buat perawatan alatnya, serta charger. Saya pernah unboxing apa saja yang ada di dalam Phillips Kid Friendly Haircut Series 1000 di video berikut ini.

Nggak perlu keahlian mencukur rambut buat memakai alat ini. Saya dan suami yang bahkan awam dan takut banget mencukur rambut bayi aja merasakan kemudahan saat menggunakan alat ini. Pokoknya Philips Kid Friendly Haircuts Series 1000 bisa diandalkan banget buat yang mau mencukur rambut bayi atau anak kecil di rumah aja. Apalagi yang model cukurannya sederhana, nggak pakai model yang ruwet. Hanya saja kelemahan Philips Kid Friendly Haircuts Series 1000 cuma satu yaitu nggak ada indikator baterainya. Jadi, saya beberapa kali kehabisan baterai di tengah-tengah mencukur. Kalau sudah begini mau nggak mau nyukur sambil colokin ke charger dan itu sama sekali nggak praktis. So, ketika mau mencukur lebih baik di-charge sampai full battery dulu aja.

Btw, saya juga pernah bikin review lengkap saat menggunakan Phillips Kid Friendly Haircut Series 1000 ini di video berikut ini:

2. Cukur mulai dari arah belakang

Saya dan suami nggak punya keahlian mencukur sama sekali. Kami bahkan awam dan nggak ngerti sama sekali bagaimana harus memulai mencukur bahkan sesaat setelah kami beli cukuran rambut untuk Aqsa. Untungnya Philips Kid Friendly Haircuts Series 1000 yang saya pakai mudah digunakan dan ada sisir dengan berbagai ukuran yang bisa dipilih.

Setelah mantap dengan ukuran sisir yang akan dipakai, pertama-tama mulailah mencukur dari bagian belakang kepala, kemudian ke bagian samping, dan terakhir bagian depan atau atas. Saya nggak tahu ini metode yang benar atau bukan tapi biasanya saya memakai metode ini buat nyukur Aqsa dan berhasil. Nah, bagian yang paling susah justru merapikan rambut-rambut tipis di atas dan belakang telinga. Kalau yang ini sih harusnya pakai pisau cukur jenggot tapi khusus Aqsa susah buat di-treatment begini. Anaknya usil banyak gerak. Alhasil, kami pakai sisir yang ukuran pendeknya tapi harus hati-hati sekali karena kalau salah dikit ukuran rambutnya jadi nggak sama alias ada yang panjang, ada yang pendek.

3. Berikan dia distraksi

Sama halnya dengan di kids barbershop, kami butuh distraksi buat mengalihkan perhatian Aqsa biar anteng dan mau dicukur. Apalagi sekarang anaknya sudah tahu dan ngerti bahwa dia akan dicukur dan mulai mengadakan penolakan pas kami udah mengeluarkan alat pencukurnya. Kalau sudah kayak gini, Youtube lah jadi jalan keluarnya.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Ekspektasi dan Realita Menghadapi Fase Makan Anak

Sebenarnya nggak melulu harus Youtube sih. Ini karena Aqsa gampang terdistraksi kalau nonton video Youtube aja. Metode lain bisa saja digunakan seperti mengajaknya ngobrol, memberikannya buku, atau sediakan mainan. Atau kalau untuk yang masih bayi dan anteng, cukurlah pas dia masih tidur. Cara ini justru lebih gampang. Kalau buat Aqsa, nonton video Youtube yang disenanginya sudah berhasil mengalihkan perhatiannya. Kalau sudah terdistraksi, jadi gampang deh pas mau dicukur.

4. Pakaikan penutup agar tidak gatal

Idealnya, harusnya memang memakai penutup atau cover yang betul-betul buat cukur rambut seperti di salon-salon. Sayangnya, saya nggak punya dan belum berminat untuk beli. Nah, buat yang malas beli penutup bisa juga menggunakan alat lain yang ada saja di rumah kayak jas hujan plastik sekali pakai atau kain panjang yang belum dijahit. Tapi untuk Aqsa, alat-alat ini nggak bisa digunakan. Anaknya sudah antipati duluan. Jadilah saya pakaikan silicone bib yang buat dia makan aja buat covernya.

Kalau pakai silicone bib selain mudah dibersihkan, Aqsa juga berasa jadi kayak mau makan. Apalagi biasanya dia saya dudukkan di high chair. Jadi saya buat suasananya seakrab mungkin sama dia. Cuma memang agak ribet karena tiap bagian depan yg dicukur, bib harus dipindah ke depan, begitu juga sebaliknya. Kalau lupa sebentar aja, anaknya sudah ribut karena rambut-rambut cukurannya bikin gatal pas nempel di badan.

5. Cukur sebelum si kecil mandi

Waktu yang paling pas untuk mencukur si kecil buat saya adalah sebelum mandi pagi atau sore. Kalau pagi, biasanya saya lakukan setelah Aqsa sarapan dan sebelum mandi. Sedangkan sore biasanya setelah ia bangun tidur siang dan sebelum mandi. Pas cukur, biasanya pun dia telanjang dada dan cuma pakai celana aja.

Kenapa sebelum mandi? Ya apalagi alasannya kalau bukan setelah itu biar bisa langsung bebersih karena badannya akan dipenuhi dengan rambut-rambut bekas cukuran. Kalau sudah mandi duluan, nanti jadinya berkali-kali mandi. Ya nggak apa-apa sih kalau ada yang mau begitu, cuma buat saya kurang praktis aja. Lebih enak sebelum mandi lalu habis selesai cukur langsung dibersihkan semuanya dengan mandi biar badan nggak gatal karena terkena rambut-rambut kecil.

6. Cukur dengan tenang dan cepat

Buat saya dan suami, inti dari nyukur rambut Aqsa adalah kerjasama. Sebenarnya satu orang saja juga sudah bisa, tapi suami saya biasanya butuh saya buat meminta pendapat apa cukurannya sudah pas. Selain itu, kalau ada dua orang (saya dan suami), kami bisa melalui proses mencukur rambut dengan cepat karena bisa saling bekerja sama.

Ya, memang gampang-gampang susah sih biar bisa mencukur dengan cepat tetapi tetap tenang. Kuncinya adalah jika anak sudah terdistraksi, tanpa ba bi bu langsung cukur saja. Jangan lupa, sebelum cukur, pastikan semua alatnya siap dan dalam keadaan prima dalam artian nggak ada drama tiba-tiba baterai alat cukur habis atau tab yang sedang dibuat nonton mati. Kemudian, cukur dari bagian belakang kepala atau bagian yang dirasa rambutnya paling ‘gondrong’. Barulah sentuhan terakhir adalah merapikan bentuk cukuran.

Itu dia beberapa tips sederhana buat mencukur sendiri rambut bayi di rumah dengan model yang sederhana pula. Semoga tips ini bisa berguna buat para orang tua yang bingung karena anak-anaknya khususnya yang lelaki sudah mulai gondrong rambutnya. Tentu saja, kita semua berharap agar pandemi ini cepat berlalu biar segala sesuatunya bisa berjalan normal seperti sedia kala termasuk bisa bercukur rambut di tempat-tempat cukur profesional yang sudah biasanya dilakukan.

hasil akhir setelah cukur rambut

 

3 Comments
Previous Post
Next Post