#CeritaIbu: Merencanakan Jalan-Jalan ke Bandung bersama Bayi

#CeritaIbu: Merencanakan Jalan-Jalan ke Bandung bersama Bayi

Sejak punya Aqsa, kegemaran saya traveling ke banyak tempat otomatis di-stop. Bahkan setelah saya ketahuan hamil, saya nggak pergi kemana-mana sama sekali kecuali buat kontrol ke dokter. Nah, setelah Aqsa usia 3 bulan dan bisa diajak mudik, perlahan kami kenalkan dia dengan traveling walaupun tipis-tipis. Selama beberapa bulan ini bukan hanya Purworejo tempat yang pernah kami datangi dengan Aqsa tetapi ada juga Yogyakarta, Semarang, dan Bogor yang juga pernah kami singgahi.

Baca Juga:   ´Piknik Tipis-Tipis´ Pertama Bertiga ke Yogyakarta

Saya dan suami memang nggak ngoyo soal ngajakin Aqsa traveling ke beberapa tempat. Karena selain nggak mau memaksakan fisiknya, toh dia juga belum ngerti banyak hal. Yang ada memang yang pelesiran bapak ibunya sih. Mungkin nanti ketika dia sudah usia 3 atau 4 tahunan kami akan rutinkan traveling sebagai bagian dari edukasi. Makanya saat ini kami selalu pilih kota-kota yang dekat dengan Jakarta atau Purworejo, kampung halaman saya dan suami.

Saya memang pengen mengajak Aqsa ke beberapa kota yang ´bersejarah´ bagi bapak ibunya. Yogyakarta dan Semarang dipilih sebelumnya karena dekat dengan Purworejo. Sementara Bogor, selain dekat dengan Jakarta juga jadi kota kuliah ayah Aqsa. Selanjutnya saya pengen banget ngajakin Aqsa ke Bandung, tempat dimana saya menimba ilmu sampai lulus S1 hingga bekerja di sana. Selain itu, Bandung juga kami nilai dekat dengan Jakarta. Hanya tinggal naik kereta api selama 3 jam atau pakai travel kayak XTrans udah nyaman banget. Apalagi sekarang harga dan rute XTrans Bandung sudah bisa dilihat juga dengan mudah di Traveloka. Selain itu, pilihan ke Bandung adalah bisa sekalian untuk silaturahmi ke rumah budhe dan sepupu saya.

Baca Juga:   Nostalgia Bandung di Akhir Tahun 2017

Akhirnya, beberapa waktu yang lalu keinginan saya buat ke Bandung saya ungkapkan pada suami. Saya mengusulkan supaya libur Idul Adha dirayakan di Bandung saja daripada di Jakarta kita kesepian hanya bertiga. Sementara itu mau pulang kampung nanggung juga karena Idul Adha jatuh pada Hari Minggu yang berarti di kampung hanya akan sebentar dan itu cuma bikin capek.

Setelah menimbang dan menimbang lagi, akhirnya suami setuju untuk merayakan Idul Adha di Bandung. Saya pun udah nggak sabar. Akan tetapi, yang perlu dipikirkan paling utama sekarang bukan lagi mau jalan-jalan atau kulineran apa saja di Bandung tapi justru persiapan Aqsa untuk ke Bandung. Pasalnya Bandung memang dekat, tapi tetap saja persiapannya harus matang karena segalanya sudah berbeda sekarang. Sudah ada Aqsa yang belum bisa kami ajak ´nekat-nekatan´. Paling nggak ada beberapa hal yang harus kami perhatikan sebelum mengajak dia ke Bandung:

  • Bawa baju hangat atau jaket

Bandung yang terkenal sejuk bisa jadi bikin Aqsa kaget. Apalagi sekarang dia meleran banget kalau kena suhu dingin. Kasihan kan kalau Aqsa malah jadi flu atau sakit, yang ada malah kitanya nggak menikmati jalan-jalan. Makanya saya harus persiapkan baju-baju yang menghangatkan badan dia dari jaket, baju-baju tangan panjang, celana panjang, hingga kaus kaki.

  • Bawa peralatan makan, MPASI, dan cemilannya

Masa MPASI di bawah satu tahun memang masih harus bersahabat dengan kerepotan karena anak harus makan dengan tekstur tertentu dan belum bisa sepenuhnya makan makanan orang dewasa. Paling minimal harus bawa bubur instan sendiri untuk makan Aqsa di sana andai saya nggak mau repot bawa bahan makanan, angkut alat MPASI, dan memasak di Bandung. Selain perlengkapan MPASI-nya, saya juga bawa cemilan buat Aqsa biar nggak mudah lapar apalagi kalau diajak jalan-jalan.

  • Bawa mainan-mainannya

Paling tidak ada 1 atau 2 mainan yang harus dibawa kalau Aqsa mau bepergian biar nanti kalau sampai di tempat tujuan kami nggak bingung seandainya Aqsa bosan. Makanya saya memilih mainan-mainan berukuran kecil buat dibawa traveling. Walaupun nantinya di Bandung akan banyak saudara-saudara sepupunya tapi toh tetap harus sedia daripada berujung rebutan mainan dan saling ribut antaranak kecil.

  • Nggak memaksakan diri selama di Bandung
bayi kira-kira udah bisa diajak ke hutan belum ya?

Kalau dulu masih berdua sama suami, bolehlah kita jor-joran mau kemana aja di Bandung. Ibaratnya walaupun dingin menerpa sambil naik motor juga tetap akan kita lakukan. Biasanya kami suka keukeuh untuk menjelajah tempat-tempat wisata baru atau yang sedang populer. Tapi begitu ada Aqsa sekarang, kami nggak bisa serta-merta hajar bleh. Kalau mau ke tempat wisata harus mempertimbangkan dulu baik buruknya, apakah tempatnya ramah anak, apakah suhunya terlalu dingin, apakah ada tempat istirahat di sana kala saya capek dan pengen menyusui Aqsa di sana.

  • Ibu harus tetap menjaga asupan makanan

Bandung dan kulinernya emang nggak bisa terpisahkan. Apalagi banyak kuliner pedas macam seblak, ceker pedas, atau sambal-sambalan yang saya suka di sana. Belum lagi masakan budhe saya yang juga enak banget dan pedas bikin selera makan kadang bangkit lagi dan lagi. Tapi saya juga harus memikirkan asupan makan yang masuk ke dalam tubuh saya sekarang karena menyusui. Saya tetap harus makan makanan sehat walaupun jajanan-jajanan yang nggak sehat itu suka ´memanggil´ untuk minta dimakan. Paling nggak, saya harus berpikir buat nggak kebanyakan makan pedas biar maag saya nggak kambuh sehingga proses menyusui Aqsa tetap bisa lancar jaya.

Itu dia beberapa persiapan yang akan saya lakukan jelang traveling ke Bandung pada libur Idul Adha nanti. Rasanya udah nggak sabar dan rindu banget sama Bandung karena sudah lebih dari setahun saya nggak menginjak Kota Kembang itu. Padahal biasanya minimal setahun sekali saya ke Bandung, buat kerja ataupun sekadar main-main.

Gasibu selalu mengingatkan saya sama masa kuliah

Saya pengen memperkenalkan Aqsa sama kota tempat saya kuliah. Well, walaupun pas kuliah literally saya banyak menghabiskan waktu di Jatinangor, tapi Bandung tetaplah membekas buat saya. Selama tahun-tahun terakhir kuliah dan saat sudah kerja, setiap sudut Kota Bandung seperti punya cerita buat saya. Belum lagi banyak teman saya yang masih stay di Bandung dan dengan tangan terbuka menawarkan untuk bertemu. Aaahhh rasanya sudah nggak sabar. Semoga niatan dan rencana kami ke Bandung saat libur Idul Adha nanti bisa lancar jaya ya. Doakan!

 

0 Comments
Previous Post
Next Post