Piknik Tipis-Tipis ke Alun-Alun Purworejo

Piknik Tipis-Tipis ke Alun-Alun Purworejo

Sebelum pulang kampung, Juni lalu, saya sudah punya segudang rencana. Pengen staycation di Jogja, menginap di glamping, camping di pingggir Waduk Sermo, jalan-jalan ke Magelang dan mampir ke Borobudur, ke tempat wisata baru yang mirip The Voyage di Kebumen, ke tempat saudara, dan masih banyak lagi.

Baca Juga:   Mendadak Pelesiran ke de Voyage Bogor

Sayangnya, semingguan setelah saya sampai di Kutoarjo, angka positif covid 19 per harinya merangkak naik dan akhirnya ‘njebluk’ sampai ditetapkan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali. Kampung halaman saya yang notabene masih di Jawa Tengah, ikut kena PPKM Darurat. Kebumen, Magelang, dan Jogja yang notabene perbatasan dengan kabupaten saya juga zona merah dan angkanya relatif tinggi. Kalau sudah begini, mana berani saya kemana-mana.

Ditambah lagi berita soal banyaknya objek wisata yang dikelola pemerintah daerah ditutup selama masa PPKM, maka rumahlah yang jadi tempat teraman dan ternyaman saat di kampung halaman.

Baca Juga:   Menjaga Daya Tahan Tubuh saat Melewati Pandemi di Kampung Halaman

Untungnya, sebelum sempat PPKM saya dan keluarga sempat jalan-jalan ke Alun-Alun Purworejo. Sebenarnya ini jalan-jalan iseng karena pas lagi muter-muter sore tetiba ibu saya minta ke alun-alun. Ndilalah sampai Alun-Alun Purworejo sudah sore dan jelang Maghrib. Sementara itu, Aqsa terlanjur lihat mobil odong-odong warna-warni dan minta naik. Karena tanpa persiapan, kami pun menjanjikan pada Aqsa buat datang esok harinya lebih siangan biar bisa main agak lama di alun-alun.

Dan benar, besokannya demi memenuhi janji kami sama Aqsa. kami pun datang lebih siang sekitar pukul 16.00. FYI, dari rumah saya di Kutoarjo (kecamatan kecil) menuju Purworejo kota dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Jadi memang setelah Salat Ashar, kita langsung cusss ke Alun-Alun Purworejo biar puas mainnya.

Baca Juga:   ┬┤Hidden Gems┬┤ Kuliner Kutoarjo

Karena yang dituju atau ‘main course’-nya adalah Aqsa yang pengen naik odong-odong nyala, pas kita sampai ternyata tukang odong-odongnya belum ada. Yang baru ada hanyalah delman. Jadilah kita kelilingan dulu sambil nungguin tukang odong-odong pada keluar dan jajanan pada buka.

FYI, kalau ke Alun-Alun Purworejo dan bawa mobil, lebih nyaman parkir di tempat parkir Romansa Kuliner yang letaknya di sebelah Kantor Bupati Purworejo. Di sini, selain tempat parkirnya luas, tersedia banyak makanan yang buka sore jelang malam, serta ada fasilitas umum seperti musala dan toilet. Tempatnya juga aman dan parkirnya murah. Kalau mau makan pun bebas dari pengamen. Pedagang yang jualan di sini juga adalah pindahan dari PKL yang tadinya ada di seputaran Alun-Alun Purworejo.

Menikmati sore hari di Alun-Alun Purworejo enaknya sambil jalan-jalan santai. Sejak beberapa tahun belakangan ini, pinggiran alun-alun memang direvitalisasi dan diberi fasilitas yang bisa memanjakan masyarakatnya. Selain tambah bagus, diperlihatkan juga beberapa ikon Purworejo, dan yang paling penting adalah instagramable. Itu kan yang paling penting buat masa kini, ye kan?

Di sore hari, banyak keluarga atau anak muda yang nongkrong di seputaran alun-alun. Kami memulainya dari titik air mancur yang terletak di depan Romansa Kuliner. Ini adalah titik di mana biasanya orang berfoto karena di tempat ini ada tulisan ikonik ‘PURWOREJO’ yang memang bisa jadi latar foto. Di tempat ini pula, orang bisa bermain dengan air mancur. Kalau yang memang niat mau bebasahan, jangan lupa bawa baju ganti ya.

Perjalanan kami pun berlanjut ke arah masjid agung. Di perempatan lampu merah , kita akan menjumpai semacam podium berundak-undak yang difungsikan sebagai kursi penonton. Kalau nggak corona, mungkin sudut ini bisa dipakai buat pertunjukan mini musikal atau teater. Sayangnya lagi pandemi, jadi sudut ini malah dipakai buat olahraga anak-anak muda. Dan sayangnya lagi banyak yang nggak pakai masker.

Jalan ke arah depan masjid, akan ditemui banyak bangku-bangku untuk duduk santai. Mengingatkan saya akan taman-taman ruang terbuka hijau di Jakarta. Di depan masjid besar, kami berhenti sejenak karena ada bangunan unik yaitu rumah-rumahan berbentuk manggis yang notabene ikon Purworejo dan juga Gong Perdamaian yang bisa dijadikan spot buat foto.

Di dekat spot ini juga sebenarnya ada mini playground yang asyik untuk dipakai anak-anak bermain. Sayangnya karena lagi pandemi jadi mini playground ini ditutup dan diberi semacam garis polisi. Bukan cuma mini playground-nya, replika alat-alat fitness yang letaknya di seberang gereja pun ditutup. Padahal kalau nggak pandemi, pasti Aqsa senang banget bisa main di situ.

Baca Juga:   Ide Bermain Anak Usia 2 Tahun (Part 1)

Setelah berjalan beberapa menit, sampailah kita di pojok alun-alin di mana terdapat berbagai delman dan juga odong-odong wisata yang bisa dinaiki. Lokasi tepatnya transportasi wisata ini terletak di seberang gedung Dekranasda Kabupaten Purworejo.

Tarif naik delman biasanya dibanderol dengan harga Rp 25.000, sedangkan odong-odong wisata Rp 35.000. Delman bisa dinaiki oleh 2 orang dewasa dan dibantu kusir saat menjalankannya. Sementara odong-odong wisata bisa dinaiki 4-6 orang dengan pilihan mengayuh sendiri atau dibantu dorong oleh abangnya. Semua tarif itu untuk sekali putaran mengelilingi Alun-Alun Purworejo. Delman juga biasanya ada dari siang hari, sementara odong-odong wisata baru keluar pukul 17.00.

Baca Juga:   Romansa Purworejo Expo 2019, Pameran Kok Sebentar Banget?

Jangan ditanya heboh dan senangnya Aqsa saat menaiki odong-odong. Dari abangnya baru parkir, dia langsung naik di posisi nyetir sambil bilang “Aqsa mau nyetir”, haha. Jadilah mau nggak mau kita naik odong-odongnya.

Selain ada di pojok alun-alun bagian seberang Dekranasda, semakin malam banyak juga odong-odong yang mangkal di depan lokasi Romansa Kuliner. Jadi buat kalian yang mampir buat makan, bisa banget untuk naik odong-odong tanpa harus jalan jauh ke pojok alun-alun lainnya. Semakin malam juga semakin meriah karena lampu-lampu di odong-odong terlihat jelas. Nggak cuma itu, banyak lampu taman hingga lampion yang juga menghiasi sepanjang trotor alun-alun.

Baca Juga:   Yuk, Percantik Taman Rumah dengan Lampu Taman LED

Lelah bermain di sekitar alun-alun, jangan lupa untuk menyempatkan jajan aneka makanan di Romansa Kuliner. Ada banyak kedai jajanan yang buka dari sekitar pukul 16.00-22.00 (jam buka saat pandemi). Untuk menunya juga sangat bervariasi, dari ronde, suki & stemboat, martabak, dimsum, Bakmi Jowo, sop & soto daging, sate, bubur kacang hijau, aneka seafood, soto, rawon, bakso, nasi goreng, dan masih banyak lagi. Tinggal pilih mana yang disuka dan diinginkan. Harganya juga affordable kok, nggak bikin kantong bolong. Tempat makannya juga berada di ruangan terbuka.

Di Romansa Kuliner fasilitasnya juga lumayan lengkap, dari toilet, musala, tempat parkir, hingga wastafel untuk cuci tangan tersedia. Jangan lupa juga, selama pandemi taati prokes apabila ingin makan di tempat umum.

So, buat kalian yang lewat area Purworejo, jangan lupa buat mampir ke Alun-Alun Purworejo sejenak untuk menikmati kesederhanaan wisata. Jangan lupa juga mampir dan mencoba kulinernya, ya! Kalau masih pandemi, tetap patuhi protokol kesehatan.

 

 

4 Comments
Previous Post
Next Post
Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak
Rekomendasi

Begin Again, Lika-Liku Panjang Kehidupan Pasangan Nikah Kontrak