Ingin Punya Foto Makanan Keren? Ini Rahasia Food Photography ala Captain Ruby

Saya termasuk salah seorang yang suka sekali liat foto-foto si Instagram. Salah satu jenis foto yang saya kagumi di Instagram adalah foto makanan. Duh, fotonya bukan hanya bikin lapar tapi juga mupeng karena keren banget. Siapa coba yang nggak kagum dengan foto-foto makanan yang memang sudah terlihat enak ditunjang dengan komposisi warna, angle, dan properti yang juga menunjang? Hmmm, jangan-jangan lagi diet ya?

Beruntung, Hari Minggu (2/10) kemarin saya berkesempatan menimba ilmu dari seorang foodie yang hasil foto-foto makanannya memang ciamik bagi saya. Dia adalah Fellexandro Ruby atau yang dikenal sebagai @captainruby di akun instagramnya. Oh ya, buat selanjutnya saya sebut Fellexander Ruby sebagai Captain Ruby ya soalnya lebih enak didengar. Buat yang penasaran sama foto-fotonya, bisa diintip akun instagram @captainruby.

Buka-Bukaan Trik Memotret Makanan ala Captain Ruby

Captain Ruby ini dari dulu memang suka memotret. Fotografi sudah jadi hobinya tapi beberapa tahun terakhir ini ia lebih mengkhususkan diri untuk memotret makanan. Buatnya, menjadi seorang foodie, food blogger, dan foodgram bisa banget untuk membiayai hidup. Oleh karenanya, jangan tanggung-tanggung kalau memang mau terjun menjadi food blogger atau foodgram. Captain Ruby bisa bicara seperti ini karena dia sendiri memang sudah mengalaminya. Tak hanya memotret makanan untuk diposting di instagram, Captain Ruby juga seorang food blogger lho. Foto dan tulisan-tulisannya tentang makanan bisa dibaca di blog www.wanderbites.com.

Fellexander Ruby alias @captainruby
Fellexander Ruby alias @captainruby

Di acara yang digagas oleh aplikasi Jenius dan KMK Online ini, Captain Ruby membuka ‘rahasianya’ dalam membuat foto-foto makanan yang ciamik abis. Tidak bisa dipungkiri memang kalau sukses atau populernya sebuah foto di instagram salah satu indikatornya adalah banyaknya like yang didapat. Nah, untuk membuat sebuah foto makanan mendapatkan banyak like yang harus dipahami adalah “Knowing your audience”. Dengan mengetahui siapa audience atau follower atau penikmat fotomu, maka perlahan kamu akan tahu tipikal foto-foto seperti apa yang mereka sukai.

Untuk membuat foto yang ciamik, Captain Ruby membuka sedikit rahasia khususnya dari sisi teknis memotret makanan. Berikut beberapa trik yang diberikan Captain Ruby untuk memotret makanan:

1. Berteman dengan jendela

instagram-captainruby
salah satu foto @captainruby di dekat jendela

 

Perhatikan dari mana arah datangnya cahaya karena darimana cahaya datang itulah point penting untuk membuat foto makananmu jadi oke. Untuk mendapatkan cahaya yang bagus buat memotret, yang pertama harus dicari adalah jendela. Iya, dari jendela itulah biasanya sumber cahaya datang dan disitu biasanya jadi spot yang cukup bagus untuk memotret makanan. Jadi, buat kamu yang pengen memotret makanan dengan cahaya yang cukup cobalah untuk memotret di spot-spot dekat jendela.

2. KKB (Kiri-Kanan-Belakang)

Ini adalah arah-arah cahaya yang bagus untuk memotret. Cahaya yang bagus untuk memotret makanan berasal dari kiri, kanan, atau belakang objek. Hindari cahaya yang menembak langsung dari depan objek yang akan difoto karena akan membuat foto yang terkesan datar dan tidak ada detail yang tampak.

3. Rajin selfie

Hayo apa hubungannya rajin selfie dengan foto makanan? Buat kamu yang rajin selfie pasti tahu angle mana yang terbaik buat foto. Kamu pasti tahu angle seperti apa yang membuat kamu jadi terkesan kurus, memesona, atau cantik di foto. Nah, begitu juga dengen memotret makanan. Kalau terus menerus praktik lama-kelamaan kamu pasti akan tahu angle mana yang bagus untuk memotret makanan.

Bicara soal angle makanan, faktor yang satu ini memang penting sekali untuk membuat sebuah foto menjadi bercerita. Beda angle saat memotret saja bisa menghasilkan tafsiran yang berbeda pada makanan yang difoto. Mengubah angle foto saja bisa mengubah cerita foto pada makanan.

Sementara itu, untuk tren foto makanan saat ini, foto hands in frame masih populer untuk dipakai. Itu lho, foto makanan yang ada tangan masuk di dalamnya sebagai ‘properti’ misalnya lagi memotong atau menjumput makanan. Kalau mau menggunakan hands in frame pada foto makanan pastikan juga tangan yang masuk sebagai ‘properti’ adalah tangan yang cantik misal kukunya bersih, tangan halus tidak berurat, atau kulit tangan bersih.

Captain Ruby mengaku kalau biasanya dia memotret makanan menggunakan ponsel. Yang pasti, ponselnya sudah memiliki pixel yang cukup tinggi untuk memotret makanan. Untuk memotret makanan menggunakan ponsel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan nih sebelum memotret makanan:

  1. Jangan lupa bersih-bersih lensa sebelum memotret
  2. Jangan menggunakan zoom saat memotret tapi lebih baik di-crop untuk membuat foto menjadi lebih dekat atau detail. Kalau menggunakan zoom biasanya hasil foto malah jadi jelek misalnya ngeblur atau pecah gambarnya.
  3. Fokus terhadap objek sebelum memotret.

Captain Ruby juga memberikan beberapa trik untuk mereview makanan misalnya dari pemilihan kata. Ia lebih memilih kata ‘cocok’ daripada enak karena mereview makanan adalah sebuah pandangan yang subjektif dan kata ‘cocok’ lebih mewakili itu. Kan nggak semua makanan yang cocok di lidah satu orang akan cocok di lidah orang lain. Sedangkan kalau kata ‘enak’ lebih mengacu ke pandangan atau penilaian yang objektif.

Selain pemilihan kata dalam mereview makanan, jangan lupa perlihatkan detail resto juga. Ia selalu memotret bagian depan resto dan interior resto dari empat sisi/angle untuk menggambarkan keseluruhan resto atau cafe yang direview.

Captain Ruby juga menyarankan kalau cahaya dan device yang digunakan untuk memotret kurang bagus tidak usah memaksakan diri untuk memotret karena hasilnya juga tidak akan maksimal. Kalau mau, kita harus sedikit usaha dengan menggunakan soft box light apabila cahaya di dalam resto atau cafe sangat kurang. Kalau pun ingin menggunakan flash, usahakan flash jangan ditembakan langsung pada saat memotret agar cahaya yang tampak pada foto terlihat halus.

Gimana? Siap buat dipraktikan rahasia memotret makanan dari Captain Ruby? Kalau masih penasaran, bisa lihat satu persatu sambil belajar dulu di instagram @captainruby atau www.wanderbites.com.

Mengenal Jenius

Seperti yang sudah saya singgung sedikit di atas, acara sharing bareng blogger dan Captain Ruby terselenggara karena Jenius dan KMK Online. Yang belum tahu Jenius, ini adalah layanan 24 jam yang selalu menemani kamu dalam mengelola hidup dan keuangan secara lebih mudah, cerdas, dan aman.

Jenius adalah aplikasi revolusioner yang dilengkapi dengan kartu debit Visa untuk mengatur Life-Finance jadi mudah, cerdas, dan aman yang semuanya jadi satu dalam smartphone kamu. Jenius diperuntukkan bagi semua orang yang terkoneksi secara digital dengan mobilitas yang tinggi. Aplikasi Jenius sudah bisa diunduh secara gratis ya di smartphone kamu. Kalau masih belum ada bayangan, berikut grafis yang memperlihatkan keuntungan memakai Jenius.

jenius-btpn

Untuk menggunakan Jenius pun caranya sangat mudah. Berikut beberapa langkah untuk menggunakan aplikasi Jenius di smartphone kamu:

  1. Cara Mengunduh Jenius

    Kamu bisa mengunduh Jenius di Apple Store atau Google Play Store. Setelah itu, lakukan registrasi dengan memasukkan informasi dari KTP, NPWP, dan tanda tangan di selembar kertas kemudian difoto menggunakan aplikasi Jenius sebagai tanda persetujuan.

  2. Aktivasi Kartu Setelah Mengunduh

    Jenius Crew akan menelepon pengunduh dan mengonfirmasi untuk mengantar kartu debit ke alamat sesuai dengan perjanjian Jenius Crew dengan nasabah Jenius. Setelah kartu debit diterima, lakukan aktivasi kartu di aplikasi Jenius di menu Card Center dengan memasukkan kode CVV yang ada di belakang kartu dan sekaligus membuat 6 digit PIN baru.

  3. Cara Melakukan Top Up

    Transfer uang ke akun Jenius melalui ATM atau mobile banking yang lain. Masukkan sejumlah uang yang diinginkan ke akun Jenius. Kode transfer bank BTPN: 213

Gimana? Sudah siap belajar jadi food blogger andal sambil mempersiapkan Life-Finance yang mudah? Yuk, mulai dari sekarang!

ratna dewi

49 Comments
Previous Post
Next Post