Menembus Batas dengan Blog ala Anisa Ae

“Blog itu power.”

Begitu kata-kata yang pernah diucapkan oleh salah seorang travel blogger, Adis saat saya dan beberapa teman berkumpul di sebuah glamping untuk berbagi pengalaman ngeblog. Saya ingat Adis bercerita bahwa ia di-DO dari kampusnya, desperate, ngeblog, dan sekarang bisa jalan-jalan ke luar negeri hingga makan atau menginap di hotel berbintang. Bahkan Adis bercerita pernah meraup uang ratusan juta dalam sehari dari ngeblog. Padahal ia terhitung hanya lulusan SMA.

Bukan, ini bukan cerita soal Adis. Postingan ini akan bercerita soal Mbak Anisa Ae. Bicara soal Mbak Anisa, saya jadi teringat cerita Adis itu. Siapa saja bisa ngeblog tak peduli apa latar belakang pendidikannya. Dari yang hanya lulus SMP hingga seorang professor asalkan mau belajar. Blogging bukanlah dunia kerja yang butuh ijazah buat masuk di dalamnya. Tulisan dan blog memungkinkan siapa saja untuk menembus batas melampaui apa yang dipikirkan orang lain.

Mbak Anisa sering bilang bahwa dirinya hanya lulusan SMP dan tumbuh di lingkungan keluarga yang religius kuno dimana pendidikan bukanlah hal yang penting bagi perempuan. Tapi, melihat kiprahnya sekarang di dunia blogging, siapa yang percaya kalau Mbak Anisa hanya lulusan SMP?

Pintar bicara soal teknis blog, tahu tentang google adsense, aktif mendapatkan job review, jadi langganan brand dengan fee yang menggiurkan, hingga punya penerbitan sendiri seolah mengesampingkan background pendidikan Mbak Anisa yang katanya hanya lulusan SMP. Ini baru lulusan SMP, hmmm apa jadinya ya kalau Mbak Anisa sekolah sampai S1. Bisa-bisa kiprahnya jauh melesat. Nah sementara saya yang lulusan S1 ini kemana aja? Ngeblog aja masih angot-angotan, jadi malu sendiri, hehe.

Untuk bisa menjadi seperti sekarang ini banyak jalan yang ditempuh oleh Mbak Anisa. Dari situlah, saya akhirnya belajar bahwa hasil yang diperoleh Mbak Anisa bukan sesuatu yang instan. Saya menyimpulkan ada beberapa hal yang dilakukan Mbak Anisa untuk bisa menjadi blogger seperti sekarang ini:

1. Pantang menyerah

Lulusan SMP bukan berarti tak bisa maju dan hanya berpasrah pada nasib. Kalau hanya berpangku tangan, mungkin saja Mbak Anisa tidak seperti Anisa Ae yang sekarang. Kuncinya adalah pantang menyerah untuk memperjuangkan sesuatu dan belajar.

Pantang menyerah ini pula yang akhirnya membawa Mbak Anisa bisa berpenghasilan dari blog. Ia tak menyerah pada keadaan. Walaupun berawal ngeblog dari peralatan sederhana bahkan sampai harus berebut laptop dengan Asma, putrinya, toh akhirnya ia mampu untuk menulis dan mengurus blognya hingga sekarang. Saat ia berkali-kali ditolak saat mendaftar Google Adsense, ia pun masih mau untuk terus mencoba dan mencoba. Buat Mbak Anisa, dibayar atau tidak yang terpenting adalah ia telah menemukan asyiknya ngeblog. Bahkan, saat tidak ada job yang menghampiri toh ia tetap ngeblog dengan senang hati. Tetaplah menginspirasi kami ya, Mbak.

2. Mau belajar sesuatu yang baru

Latar belakang pendidikan yang tidak tinggi bukan berarti membuat seseorang tidak bisa maju. Kuncinya adalah mau membuka diri, pantang menyerah, dan mau belajar sesuatu yang baru. Ini juga yang jadi kekuatan Mbak Anisa hingga akhirnya mampu mengembangkan blognya seperti sekarang. Biar cuma lulusan SMP, tapi Mbak Anisa mau belajar sesuatu yang baru. Dari belajar nulis yang benar, reportase, utak-atik blog, hingga monetize blog baik dengan Google Adsense ataupun sponsored post.

Saat pendidikan hanya berbatas di bangku SMP dan bekerja di pabrik rokok, Mbak Anisa memberanikan diri kerja sambilan sebagai reporter infokepanjen.com. Hal itu dilakukan karena ketertarikannya pada dunia membaca. Walaupun tidak lulus SMA, ia mendaftar saja agar bisa menyalurkan hobi. Dari situlah ia mengenal dan tertarik dengan blog, mulai menulis di blog, melakukan optimasi, dan mulai memberikan tips-tips ngeblog ala Anisa Ae.

Hasilnya? Saat hamil banyak tawaran job yang tidak diduga di antaranya mengisi acara di UM dan pelatihan ngeblog. Bahkan, sampai ada undangan cangkrukan bersama Kapolda dan sukses presentasi blogger pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang. Akhirnya, sampai sekarang ia masih menjalin kerjasama blogger dengan dinas.

3. Aktif blogwalking

Saya termasuk blogger yang kadang aktif blogwalking, kadang nggak. Kadang sehari bisa lebih dari 20 blog saya kunjungi, kadang beberapa hari setelah itu absen nggak nulis dan nggak blogwalking juga. Jadilah Alexa naik turun, kadang gendut kadang ramping. Sssttt, jangan ditiru ya kebiasaan saya ini. Bagi seorang blogger, blogwalking adalah salah satu kekuatan selain buat merampingkan Alexa juga memperbanyak pengunjung.

Inilah yang disadari betul sama Mbak Anisa. Saat belum repot mengurus anak keduanya, Mbak Anisa setiap hari selalu menyempatkan blogwalking paling tidak ke 50 blog. Ulala, 50 blog lho. Nggak heran kalau Alexa Rank blog www.anisae.com ramping dan pernah berada di angka 100 ribuan. Padahal Mbak Anisa juga punya kesibukan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak dan rumah, punya publishing, bahkan mengelola 5 blog sekaligus. Lha saya apa kabar yang cuma satu blog? Duh, jadi malu sendiri.

4. Menghargai proses ngeblog

Berapa banyak dari kita yang baru kemarin ngeblog lalu sudah pengen dapat job review dengan nominal besar? Berapa banyak pula dari kita yang belum bisa menempatkan dengan benar huruf kapital dalam penulisan judul tapi sudah pengen minta fee besar untuk sebuah sponsored post? Atau berapa banyak dari kita yang baru kemarin ngeblog tapi sudah ngomongin berapa uang yang bisa didapat dari blogging? Menurut saya, fee besar atau banjir job buat seorang blogger adalah bonus atas ketekunannya ngeblog dan terus belajar untuk membuat tulisan yang lebih baik. Fee besar dan banjir job bukanlah sesuatu yang instan dan dunia blogging juga bukan semata-mata uang.

Itu pula yang disadari Mbak Anisa. Selama blogger itu mau terus berusaha dan belajar, maka blognya akan berkembang sesuai usia. Tidak mungkin baru lahir, tapi sudah ahli berlari. Ada tahap-tahap tertentu yang harus dilewati. Tidak mungkin baru nulis satu atau dua tulisan di blog trus berharap dapat fee yang besar atau banjir job dari ngeblog. Semua itu butuh proses, Dear. Dan Mbak Anisa menghargai setiap langkah dari proses ngeblog itu. Yang penting katanya, jangan pernah tinggalkan pensil untuk terus belajar.

Saya akhirnya belajar banyak dari Mbak Anisa. Soal ketekunan dan kegigihan akhirnya jadi penolong dirinya. Walaupun background pendidikan hanya SMP, nyatanya ia mampu melampaui batas dan sejajar dengan blogger-blogger lain yang pernah mencicipi bangku kuliah. Terinspirasi dan ingin tahu lebih banyak dari Mbak Anisa? Yuk kepoin saja blog atau media sosialnya.
Fanpage : Anisa AE
Instagram : @anisa.ae
Twitter : @anis_sa_ae
Blog : anisae.com

 

ratna dewi

21 Comments
Previous Post
Next Post