Merayakan Cinta dengan Glamping di Trizara Resort Lembang

merayakan-cinta-dengan-glamping-di-trizara-resort-lembang

Beberapa minggu sebelum ulang tahun pernikahan saya yang jatuh pada 23 Juni 2016, saya pernah merajuk pada suami untuk staycation sehari semalam di hotel. Kami memang jarang merayakan momen ulang tahun pernikahan dengan acara khusus. Tapi entah mengapa ulang tahun pernikahan kali ini saya ingin melepas penat di suatu tempat sama suami, sehari pun tidak mengapa.

Sayangnya, suami saya belum merespon serius wacana saya itu. Mungkin lagi sibuk kejar target mau cuti Lebaran. Eh, tetapi rezeki datang justru dari blog. Bermula dari iseng daftar buat mencicipi glamping di blog Adis, saya dan suami justru terpilih untuk menikmati menginap di sebuah glamping di Lembang satu hari satu malam. Memang, bukan kami berdua saja yang diundang. Tapi paling tidak, saya punya kesempatan untuk merayakan cinta bersama suami di sebuah tempat yang layak untuk melepas penat. Punya kesempatan untuk refreshing sejenak di tengah banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.

Tadinya saya sempat ragu karena tema besar acaranya adalah menginap di sebuah tempat camping. Terus terang saya nggak begitu suka aktivitas outdoor seperti camping karena terbayang repotnya. Di pikiran saya, kenapa harus repot-repot tidur di tenda yang hanya beralaskan tikar kalau kita punya pilihan untuk tidur di atas kasur empuk di kamar. Belum lagi susahnya untuk buang air, mandi, hingga makan seadanya. Itu sebabnya, kegiatan camping saya terakhir sudah sangat lama yaitu sekitar kelas satu SMA. Iya, semata-mata karena saya nggak mau merasakan repotnya saat camping. Tapi ternyata saya salah.

Mengagumi Trizara Resort Lembang

Kali ini saya, suami, dan beberapa teman blogger berkesempatan untuk mencicipi sensasi menginap di glamping Trizara Resort, Lembang, Bandung. Glamping adalah singkatan dari glamourous camping yaitu sebuah aktivitas camping dimana kita tetap tinggal di sebuah tenda namun fasilitas di dalam tenda seperti halnya kamar hotel berbintang. Jadi, tak ada cerita lagi susah cari air atau tidur tak nyaman saat camping. Yang belum ‘ngeh’, Trizara Resort adalah salah satu tempat glamping di Lembang. Arena camping mewah di Trizara Resort Lembang ini dibangun di atas lahan seluas 3 hektar dengan pengerjaan 99% melibatkan warga sekitar.

Bertempat di Lembang tentunya sudah tak diragukan lagi, udara sejuk menjadi teman bagi kami saat menikmati menginap di Trizara Resort. Jadi, jangan lupakan jaket atau baju hangat jika akan menikmati glamping di sini. Berangkat bersama pada pagi hari dari Jakarta, kami disambut ramah oleh staf Trizara Resort begitu sampai disana. Pemandangan Lembang yang indah, ditambah dengan cuaca cerah dikombinasikan dengan udara sejuk membuat kelelahan perjalanan selama hampir tiga jam terbayarkan.

Menurut Pak Sahlan yang menjabat Manager Trizara Resort, sesuai dengan namanya Trizara berkonsep memanjakan pengunjungnya dengan pemandangan indah bak di surga. Kata Trizara sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta yang berarti kebun/taman di surga. Ada 47 tenda disini yang dibagi dalam empat tipe, 13 tenda Netra (luxury) yang memuat tiga orang, 12 tenda Zana (honeymoon camp) untuk pasangan, dan 25 tenda Svada dan Nisika untuk empat orang. Selain itu, disini juga menyediakan cafe (Indriya Cafe), mini bar, dan ruang meeting yang terbuka untuk umum.

india-gate-trizara-resort

halaman-trizara-resort

Masuk ke Trizara Resort maka akan akrab dengan suasana India. Memang, sang pemilik Mr Kunal Topandasani merupakan orang dari tanah Hindustan. Maka tak heran, ‘bau-bau’ India pun ada dalam arsitektur atau pernak-pernik di Trizara Resort. Yang paling nyata terlihat adalah pintu masuk Trizara yang menyerupai India Gate. Pernak-pernik India lainnya bisa kita lihat di beberapa tempat seperti resepsionis dan tenda.

Glamping di Trizara juga seperti kembali menyatu bersama alam atau ‘back to nature‘. Ini juga yang diklaim jadi salah satu kelebihan Trizara Resort dibandingkan wahana glamping lainnya. Konsep ini diterapkan benar karena memang disini tidak ada televisi baik di cafe ataupun tenda. Tempat-tempat di sini juga tak menggunakan AC (air conditioner) dan telepon. Sementara itu, komunikasi dengan staf Trizara Resort pun menggunakan aplikasi pesan di ponsel.

Jangan khawatir lantas kita nggak bisa eksis kalau ber-glamping di sini. Pasalnya, masih ada koneksi wifi yang kencang  jadi kita masih bisa berhubungan dengan internet atau jeprat-jepret dan unggah di social media. Selain itu, di setiap tenda juga disediakan banyak colokan. Banyaknya colokan listrik ini seolah memahami kalau manusia modern zaman sekarang memang sangat butuh benda ini.

Bagi mereka yang lelah dan ingin berteduh, Indriya Cafe atau ruang tunggu depan meja resepsionis tersedia untuk sekadar duduk-duduk. Pemandangan Lembang dan Gunung Tangkuban Parahu juga bisa langsung dilihat dari sana. Gemericik air mancur dari kolam di tengah anak tangga seolah menjadi nyanyian yang meninabobokan di tengah angin sepoi Lembang. Duh, rasanya ingin sekali tidur di Indriya Cafe. Eits, tapi jangan menyerah sampai disitu. Masih banyak tempat yang bisa dijelajahi di Trizara Resort.

welcome-drink

terrace-cafe-trizara-resort

air-mancur-trizara

glamping-di-trizara

trizara-resort-lembang

Kami pun dibagi kunci tenda satu persatu. Saya kebagian di Nasika 7 dengan dua blogger lainnya sedangkan suami saya di Nasika 3 dengan para blogger laki-laki. Kami pun diantar menuju tenda kami. Melewati beberapa tenda glamping, saya takjub sekali. Selain tenda yang tertata rapi, lingkungan di Trizara Resort ini pun ditata amat indah jadi sebuah tempat yang bukan hanya indah jika diabadikan di kamera tetapi juga enak dipandang mata. Jangan khawatir akan tersasar karena papan petunjuk terpasang di beberapa tempat. Belum lagi, ada banyak karyawan yang lalu lalang dan dengan ramahnya akan siap membantu pengunjung yang membutuhkan pertolongan.

Lalu, tibalah saya di tenda yang ditentukan menjadi tempat menginap. Saya, Mbak Katerina dan Mbak Zulfa ’emakmbolang’ jadi teman sekamar saya. Tenda Nisika yang saya tempati adalah sebuah tenda dengan ukuran sekitar 37,5 meter persegi. Di dalamnya terdapat dua buah ranjang yang bisa memuat empat orang, kamar mandi (dengan toilet duduk, wastafel, shower, air hangat, handuk, sabun, shampo, dan juga sikat gigi), kipas angin, air minum (dengan teh, kopi, gula, dan teko pemanas), stop kontak di beberapa sudut, peti yang berfungsi sebagai kotak penyimpanan dan gantungan baju. Di bagian depan atau beranda, ada dua buah kursi dan satu meja di tengahnya yang bisa digunakan untuk sekadar bersantai atau membaca buku.

tempat-tidur-glamping

bed-di-trizara-resort

tenda-netra-trizara-resort

fasilitas-glamping

safety-box

kamar-mandi-glamping-trizara

Ngapain Aja di Trizara Resort?

Jangan khawatir mati gaya jika berada di sini karena ada berbagai aktivitas yang bisa diikuti. Ada beberapa rekomendasi aktivitas serta fasilitas penunjang yang bisa digunakan. Di pagi hari, Anda bisa mengawali hari dengan menyaksikan matahari terbit antara pukul 04.45 hingga 05.00 lalu disambung dengan olahraga seperti yoga, meditasi, zumba, boxing, atau alam run.

Kemudian di siang hari Anda bisa piknik di beberapa spot yang telah disediakan sambil berfoto narsis, refleksi kaki, main games, hingga bermain outdoor games. Ada banyak games yang bisa dinikmati disini dari monopoli, hulahop, zenga, gitas, rugby ball, scrabble, dan masih banyak lagi. Malam hari jangan biarkan diri Anda kalah dengan dinginnya Lembang karena masih ada aktivitas yang bisa dinikmati yaitu bonfire, BBQ malam, dan candlelight dinner berdua.

planning-board

Beruntung, saat di Trizara kami merasakan beberapa kegiatan di atas meski tidak semuanya. Siangnya, setelah istirahat dan menikmati tenda glamping eksklusif, kami berkumpul di Indriya Room untuk beramah tamah dan berbincang dengan pihak Trizara Resort. Dari sini, saya jadi tahu tentang sejarah Trizara Resort yang salah satunya adalah hampir seluruh pekerjanya adalah penduduk lokal Lembang. Kami pun kemudian diajak berkeliling ke beberapa sudut di Trizara Resort dan diberi tahu spot-spot mana saja yang biasanya digunakan untuk berkumpul.

Sorenya, sambil menunggu bedug Maghrib tanda berbuka puasa kami juga diajak bermain outdoor games. Games-nya sederhana berupa mengingat urutan, membuat yel, hingga mengkresikan imajinasi sebuah mesin tetapi melibatkan hampir semua blogger yang menjadi peserta saat itu. Games berkelompok itu bertujuan selain melatih konsentrasi dan kekompakan antarteman, tetapi juga melatih fisik dan kreativitas. Meskipun haus dan lapar karena saat itu bulan puasa tetapi tak terasa bedug Magrib pun berkumandang seiring dengan selesainya permainan kami.

games-di-trizara-resort

outdoor-activity-di-trizara-resort

Dengan menu yang sederhana tapi enak, kami pun berbuka puasa di Indriya Cafe. Menu kolak dan mendoan hangat bikin saya kepincut di tengah suhu Lembang yang mulai dingin. Setelah istirahat untuk Salat Magrib, malamnya kami melanjutkan kegiatan dengan acara bonfire berupa api unggun di Lapangan Netra. Untuk acara bonfire, Trizara Resort menyediakan marshmallow buat dibakar di atas api unggun.

Esoknya, di tengah dinginnya Lembang kami sahur bersama. Menu yang ramah di perut dengan segelas bandrek panas cukup membuat hangat suasana malam itu. Paginya, jangan terburu untuk tidur lagi walaupun dingin membekap hari dan tempat tidur memberikan godaan kehangatan tetapi menikmati sunrise dari depan tenda Netra nikmatnya tak ada duanya. Beruntung, saya dan suami bisa melihat, menikmati, dan mengabadikan momen matahari terbit itu.

kamera ponsel juga setia menemani saya mengabadikan sunrise

Merayakan Cinta di Trizara Resort

Buat yang ingin merayakan cinta, Trizara Resort tampaknya jadi tempat yang pas. Ada banyak hal romantis yang bisa dilakukan couple, mulai dari piknik bersama di siang hari, memandangi matahari tenggelam di sore hari, makan malam romantis dengan konsep candlelight dinner, hingga menanti matahari terbit saat subuh. Tak tanggung-tanggung, Trizara Resort juga menyediakan tenda glamping khusus untuk pasangan yaitu di tenda glamping Zana yang memang dikhususkan bagi pasangan. Tenda ini didesain khusus untuk pasangan dan letaknya di paling bawah.

Bagi pasangan yang ingin melakukan foto prewedding pun, ada paket khusus yang ditawarkan oleh Trizara Resort. Paket prewedding disini dibanderol dengan harga Rp 1,9 juta untuk 7 (tujuh) jam pemakaian dengan fasilitas changing room, 4 kali lunch dan 4 kali afternoon tea. Nggak cuma sampai disitu, buat mereka yang ingin merayakan pernikahan dengan konsep outdoor, Trizara Resort juga menyediakan paket wedding mulai Rp 85 juta. Ditambah lagi, di Trizara juga menyediakan paket honeymoon Rp 3 juta per malam atau Rp 5 juta 2 malam dengan fasilitas candlelight dinner, honeymoon dekorasi, dan foot refleksi.

Dengan konsep yang sudah dibangun tersebut saya merekomendasikan Trizara Resort buat mereka yang ingin merayakan cinta. Trizara Resort cocok banget memang untuk pasangan yang baru menikah, yang mau honeymoon, atau mau merayakan ulang tahun pernikahan.

Duh, rasanya kalau bisa diulang saya jadi pengen foto prewedding dan honeymoon-nya disini. Satu hari rasanya nggak cukup untuk menikmati Trizara Resort. Pengen rasanya honeymoon lagi di Trizara Resort beberapa hari dengan suami. Tapi nggak apalah walau cuma sehari yang pasti keinginan saya dan suami buat melepas penat di suatu penginapan sudah terwujud, meskipun kami tidak satu tenda. Semoga ada kesempatan lagi buat kami untuk lebih lama menikmati romansa dan cinta di Trizara Resort, berdua. Ya, hanya berdua saling memeluk di saat dibekap dinginnya suhu Lembang.

cangkir-couple

Hmmm…jadi sudah siap buat merayakan cinta di Trizara Resort? Yuk siapkan waktu dan uang untuk merayakan cinta disini. Kalau terpaksa tak bisa berdua, sangat recommended untuk dilewatkan bersama keluarga kok. Buat yang mau kesini, bisa diakses langsung lewat Parongpong atau Pasteur atau bisa hubungi langsung ke Trizara Resort ya.

Facebook: Trizara Resorts

Instagram: @trizararesorts atau cek hastagnya #trizararesorts

Website: www.trizara.com

Telepon: +622282780085

Alamat : Jl. Pasirwangi Wetan, Lembang, Bandung, Jawa Barat.

 

ratna dewi

40 Comments
Previous Post
holiday
Next Post
serunya-dunia-anak-kembar