Lagu Anak yang Pantas, Seperti Apa?

Cantiknya cantiknya | Aku Tergila-gila
Unyunya Unyunya | kau buat aku gila
Oh mama, oh papa, aku harus apa
Sembuhkanlah aku dari demam unyu-unyu

Bangun, Mandi, makan, tidur sampai bangun lagi
Aku pasti hanya ingat kamu
(Senyummu, sapamu, Matamu, cantikmu)
semua tentangmu unyu-unyu)

(Demam Unyu-Unyu, Penyanyi Coboy Junior, 2013)

Lirik di atas itu reffrain-nya lagu Demam Unyu-Unyu yang dinyanyikan Coboy Junior tahun 2013 dimana pas tahun itu Iqbal dkk berusia antara 13-14 tahun. Hmmm, gimana sih pendapatnya tentang lagu Coboy Junior di atas yang dinyanyikan Iqbal dkk di usia ABG dan didengarkan oleh penggemarnya yang pada tahun itu mungkin saja masih banyak yang berusia anak-anak?

Buat saya yang tumbuh di tahun 90an dengan lagu anak-anak yang masih lucu-lucu, rasanya kok aneh ya dengar anak ABG nyanyi lagu cinta-cintaan, haha. Yah, walaupun hanya cinta monyet tapi tetap saja rasanya kurang bisa diterima oleh saya yang besar dengan lagu Dudidam, Nyamuk Nakal, Cinta Rupiah, Katanya atau lagu-lagu mellow-nya Sherina.

Entah kenapa, penyanyi anak zaman sekarang sudah menyanyikan lagu cinta-cintaan di saat usianya masih belasan tahun. Coboy Junior bukan satu-satunya. Ada juga The Lucky Laki yang digawangi trio Al, El, Dul sudah menyanyikan lirik bertema percintaan di lagu Bukan Superman pada saat usia mereka sekitar 9-12 tahunan atau Diego Robbana yang lagunya agak sedikit dangdut koplo dengan judul Masih ABG (buat yang terakhir, search aja ya di Youtube). Dan yang paling parah adalah lagu Lelaki Kerdus. Duh, kalo yang ini mah lagunya bikin tutup muka deh.

Apa memang anak-anak sekarang tumbuh dewasa begitu cepat ya? Saat kelas satu SMP masih menggendong tas bergambar Mickey Mouse, saya tumbuh dengan lagu-lagu Sherina atau Kenny dengan judul Lagu Untuk Mama. Bukannya galau karena dinyanyikan lagu “Kau bidadari jatuh dari surga di hadapanku, eaaa”. Entah apa yang salah dengan lagu anak sekarang.

Selain minim, temanya pun sudah jauh dari keceriaan dunia anak. Apa karena tema tentang dunia anak kurang menjual buat label, penyanyi, atau pencipta lagu? Entahlah. Beberapa penyanyi cilik masa sekarang tampil bukan lagi di acara anak-anak tapi justru di acara orang dewasa. Dunia anak seolah kehilangan panggungnya. Hiks, sedih sih kalau anak saya nantinya tumbuh dengan lagu Goyang Dumang, Sambalado, atau Oplosan.

Agaknya, sekarang jadi susah ya mencari lagu yang pas buat anak-anak. Bahkan saya sering lihat acara Idola Cilik, yang dinyanyikan pun kebanyakan lagu orang dewasa. Pernah saya dengar seorang kontestan menyanyikan lagu Terima Kasih Cinta-nya Afghan dan liriknya diganti menjadi “terima kasih mama”. Saat mencarikan lagu anak buat keponakan saya yang usianya hampir empat tahun, saya pun kesusahan. Paling banter lagunya Romaria yang musiknya lumayan ceria. Selebihnya, saya carikan lagu-lagu anak zaman saya dulu atau sekalian lagu anak dengan bahasa asing seperti Twinkle Twinkle Little Star.

Memilih lagu buat diperdengarkan buat anak juga harus selektif baik dari segi musik, lirik, hingga video klipnya. Yah, tahu sendiri, anak sekarang kan sudah bisa dengan gampang mengakses Youtube. Jadi seperti apa donk kriteria lagu anak yang bagus dan pantas bagi anak? Kalau kata saya sih, ini beberapa kriteria lagu anak yang bagus dan pantas menurut saya:

1. Temanya anak-anak

Menurut saya, lagu anak-anak itu tema-temanya sederhana kok. Tentang sekolah, teman, orang tua, cinta Tuhan, persahabatan, atau lingkungan. Lagu anak-anak ciptaan Pak Kasur dulu temanya juga gampang banget. Contohnya lagu Balonku ya inspirasinya dari balon. Atau lagu Pelangi ciptaan A.T Mahmud yang inspirasinya dari pelangi yang biasa muncul setelah hujan. Tema lagu anak-anak nggak usah dibuat mbulet. Cinta ya bisa cinta pada guru, orang tua, atau lingkungan. Jadi nggak usahlah suruh anak-anak menyanyi lagu yang temanya mbulet kayak emak bapaknya yang mau kawin lagi.

2. Penyanyi boleh siapa saja (semua umur)

Kalau menurut saya sih lagu anak itu bisa dinyanyikan siapa saja baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Suara Ria Enes yang direpresentasikan oleh Boneka Susan atau Kak Seto yang direpresentasikan oleh Si Komo sah-sah saja kok ketika menyanyikan lagu dengan tema dunia anak dan diperuntukkan bagi anak-anak. Bahkan, Eyang Titiek Puspa atau Duta So7 pun menciptakan dan menyanyikan lagu yang dibuatnya untuk anak-anak Indonesia. Yang penting temanya pas dengan anak-anak.

Eits, tapi jangan tertipu kalau dinyanyikan anak selalu lagu yang pas buat anak-anak. Salah satu contohnya ya lagu Lelaki Kerdus itu. Yang belum tahu silakan googling ya tapi jangan kaget dengan liriknya. Bahkan, lirik lagu Lelaki Kerdus pun kurang pantas jika dinyanyikan oleh bukan anak-anak. Apalagi dinyanyikan sama anak-anak, ya nggak pantes blass.

3. Lirik sesuai dengan usia

Aku bukanlah superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

(Bukan Superman-The Lucky Laki)

Bayangkan kalau anak-anak kita menyanyikan lagu itu di depan kelas ketika disuruh guru untuk menyanyi. Padahal, dulu saat launching lagu itu Dul, yang menyanyi masih usia antara 9 atau 10 tahun. Trus ini bisa disebut lagu anak-anak nggak? Kalau menurut saya sih nggak. Meskipun dinyanyikan sama anak-anak tetapi isi lagu tidak sesuai dengan umurnya. Okelah, si Al, El, atau Dul sudah pacaran di usia itu tapi anak-anak lain yang mendengarkan apa iya sudah seperti mereka?

Idealnya, lirik lagu anak harus disesuaikan dengan usianya dan sarat dengan nilai atau pembelajaran. Usia prasekolah atau TK liriknya bisa tentang mengenal benda sederhana yang ada di sekitar atau berhitung. Usia SD, lirik lagu bisa berkisah tentang persahabatan, cinta orang tua, atau guru. Sesederhana itu. Rasanya anak SD belum perlulah diperkenalkan dengan lirik percintaan apalagi prahara rumah tangga (lagi-lagi tentang Lelaki Kerdus).

4. Video klipnya pantas

Ada anak-anak dalam video klip lagu anak bukan berarti video klipnya pantas buat anak. Lha contohnya saja lagu Lelaki Kerdus. Di dalam video klipnya ada anak-anak tetapi mereka justru jadi bagian yang ikutan nyanyi di lirik yang tidak pantas. Miris banget ya. Bagaimana kalau anak-anak lain menonton video klipnya dan lirik itu jadi seolah kata-kata biasa yang diucapkan oleh anak-anak?

Ada lagi video klip lagu yang dinyanyikan anak menampilkan anak-anak atau penari latarnya yang berbaju seksi dan di tengah tengah lagu goyang ngebor. Ampun deh. Nggak hanya goyang ngebor, ada juga yang goyang Bang Jali atau goyang Caisar. Kebanyakan video klip yang seperti ini adalah penyanyi anak-anak yang me-recycle lagu orang dewasa. Memang, kelangkaan lagu anak akhirnya membuat anak-anak pun harus menyanyikan lagu dewasa termasuk lagu yang lirik-liriknya nggak pantas.

Trus, gimana sih video klip lagu anak yang pantas? Yang pasti lagunya harus lagu anak, video klip sesuai dengan usianya, baju yang dipakai penyanyi dan penari latarnya tidak seronok, alangkah baiknya kalau pakai koreografi yang cantik ala anak-anak, bisa diselilingi juga dengan animasi yang sopan, make up anak tidak terlalu menor, dan masih banyak lagi. Aahhh tentunya para sutradara video klip handal sudah tahu apa saja batasan atau pakem yang benar untuk video klip anak.

5. Jenis lagu sesuai untuk anak-anak

Pernah dengar lagu “Bolo-Bolo” tapi dinyanyikan dengan musik koplo atau house music? Atau grup anak-anak yang recycle lagu Aku Rapopo-nya Jupe dengan music dangdut koplo? Kok rasanya kurang pas ya. Biar kata lagunya lagu anak-anak tapi kalau musiknya house music atau koplo tetap saja tidak pantas. Apalagi kalau lagu dewasa, musiknya koplo, tapi dinyanyikan anak-anak ya nggak cocok. Lagu anak-anak memang biasanya memiliki beat yang ceria, tapi kalau dangdut koplo? Hmmm…

Bicara soal jenis lagu yang pantas sama anak saya lebih suka lagu-lagu anak yang nge-beat tahun 90an atau malah tahun jadul sekalian seperti angkatan Adi Bing Slamet atau Chicca Koeswoyo. Kalaupun mau nggak nge-beat, lagu-lagu mellow macam lagu Sherina ciptaan Elfa Secoria juga oke kok. Soalnya, pas saya browsing di Youtube, penyanyi anak sekarang kok jadi banyak yang me-recycle lagu dewasa buat dinyanyikan dengan iringan dangdut koplo. Dalam video klipnya pun, penyanyi memakai baju seksi plus goyangan ala artis-artis di acara televisi. Jadi miris deh lihatnya. Beruntung, sekarang sudah mulai ada penyanyi anak macam Naura (putri Nola B3) yang menghadirkan lagu anak sesuai usianya.

6. Jangan paksakan anak-anak menyanyi lagu dewasa

Demi uang atau keuntungan yang besar, plis atuhlah jangan paksakan anak-anak untuk menyanyi lagu dewasa atau lagu dengan lirik yang tak sesuai untuk umurnya. Ini juga panggilan dan cambuk untuk para label, produser musik, pencipta lagu anak, artis, praktisi televisi, orang tua, dan kita semua untuk ikut peduli dengan lagu anak-anak. Anak-anak Indonesia masih butuh lagu yang sesuai dengan usianya. Anak-anak Indonesia pasti juga masih butuh lagu-lagu anak yang diputar di acara anak-anak, bukan di acara orang dewasa yang terkadang banyak gimmick-nya

Dan buat orang tua, please lah perdengarkanlah anak dengan lagu-lagu yang sesuai usianya. Jangan bangga kalau anak bisa nyanyi lagu Bang Jono sambil goyang nyolot.

 

ratna dewi

 

 

 

 

Disclaimer: tulisan ini dibuat berdasar opini pribadi penulis. Mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan.

22 Comments
Previous Post
Next Post