Fashion Item Murah Meriah? Yay or Nay?

Kalau ditanya apa baju bermerek atau termahal yang saya punya. Kalau standard mereknya yang kayak di mall-mall besar sih saya udah nyerah duluan. Bener! Setelah dilihat-lihat, hampir semua baju yang saya punya nggak ada mereknya alias grosiran. Maka harganya pun murah-meriah.

Saya lumayan suka belanja, tapi belanjanya yang murah-meriah. Selain nggak suka sama barang-barang yang branded, kantong saya juga pas-pasan buat beli baju-baju mahal. Bisa kebayang kalau setiap mau mix n match OOTD harus pakai yang bermerek, bisa-bisa duit saya dan gaji suami per bulan habis buat beli baju aja.

Jangankan beli merek-merek high end kayak yang prelovednya suka ada di GI dan harganya masih jut-jutan itu, beli merek-merek macam Zara, Mango, atau Gaudi aja saya nggak pernah. Kalaupun pernah punya, itu zaman dulu dapat dari beli barang bekas di Pasar Gedebage, hahaha. Nelangsanya diriku. Tapi ya nggak apa-apa lah daripada saya harus ngutang atau makan cuma sama garam atau jadi ‘peliharaan sugar daddy´ atau malah nipu orang buat beli barang branded. Ya mendingan saya pakai baju-baju grosiran aja tapi tetap bisa di-mix n match. Belinya pun pakai uang yang insyaallah halal dan jadi berkah.

Beli Fashion Item Dimana Aja?

Saya bukan tipikal orang yang niat dandan buat jalan-jalan ke mall besar kayak Sency, PS, dan sejenisnya. Apalagi sengaja buat belanja kesana. Nggak pernah. Paling kesana juga kalau ada acara jadi pulangnya bisa sekalian jalan-jalan cuci mata. Bahkan saya juga belum pernah nginjek Kokas yang heits itu meski sudah hampir 7 tahun tinggal di Jakarta. Lagi-lagi ya karena nggak (atau belum) ada kepentingan apapun buat datang ke Kokas.

Jadi nggak mungkin banget buat saya buat beli baju di mall-mall besar di Jakarta. Memang sih harga nggak pernah bohong, yang mahal dan branded biasanya kualitasnya lebih bagus ya. Tapi itu kualitasnya. Perkara look di saya keliatan jadi pakai barang mahal atau nggak sih lain lagi. Kayaknya sih nggak kelihatan mahal kalau saya yang pakai. Beda mungkin kalau Agnez Mo, pakai baju ITC-an aja mungkin bisa keliatan kayak barang branded, hahaha.

Fashion hijab sekarang juga berkembang pesat. Okelah nggak pakai baju bermerk ala Zara, Mango, dan kawan-kawannya. Tapi masih ada merk-merk fashion hijab keluaran desainer yang harganya lumayan juga. Apalagi kalau desainernya artis atau sedang menjelma jadi artis, siap-siap aja harganya selangit meski hanya selembar kerudung segi empat.

(Baca juga: Kamu Tim Mana, Hijab Segi Empat atau Pashmina?)

Coba saja tengok salah satu store yang khusus menjual busana muslimah berbagai merek di FX Sudirman. Pernah saya lihat-lihat dan nggak tertarik. Selain karena modelnya yang mungkin nggak menarik buat saya, harganya bok lumayan mahal. Tapi saya tahu, bahan, jahitan, atau desain baju bisa saja eksklusif. Itulah kenapa harganya bisa mahal. Hanya saja, budget buat beli 2 atau 3 baju saja nggak masuk di kantong saya. Jadilah saya tinggalkan saja.

ilustrasi baju (source: Pixabay)

Jadi sukanya beli baju dimana? Seringnya sih di ITC, karena murah dan pilihannya banyak. Atau pusat grosir macam Tanah Abang atau Thamrin City yang juga pilihannya banyak. Seringnya sih di ITC dimana ada supermarket yang bisa sekalian belanja bulanan. Biasanya, sebelum belanja bulanan saya absenin dulu tuh tukang jualan baju. Siapa tahu lagi ada promo atau model baru atau baju bagus dengan harga murah.

Justru saya malah jarang banget sengaja ke ITC buat beli baju. Seringnya malah nggak dapat kalau disengajain. Kalaupun sengaja biasanya ke Tanah Abang atau Thamrin City. Itu pun karena mau ada yang lain, misalnya belinya borongan karena mau seragaman sama keluarga pas Lebaran.

(Baca juga: Bebas Repot dengan Celana Kulot)

Jadi, ini beberapa tempat favorit saya kalau belanja baju:

– ITC Cempaka Mas

ITC Cempaka Mas bisa dibilang ‘daerah kekuasaan’ saya dulu kala. Soalnya, dulu kontrakan saya dekat dengan ITC ini. Kalau belanja setiap bulan ke ITC, beli baju Lebaran di Cempaka Mas, ada ibu ke Jakarta dibawa ke Cempaka Mas, makan-makan sama saudara di Cempaka Mas, beli gadget di Cempaka Mas, pokoknya sering banget lah ke Cempaka Mas. Makanya kalau mau belanja dari baju sampai sepatu suka di Cempaka Mas karena selain buanyak banget macamnya juga murah meriah. Di Cempaka Mas, mau beli satuan atau grosir semuanya ada tinggal pintar-pintar aja milihnya.

– Thamrin City

Sebenarnya saya nggak begitu sering ke Thamrin City, hanya saat-saat tertentu. Dulu pas masih kerja beberapa kali ke Thamcit kalau pas kosong liputan. Seringnya ke Thamcit buat beli kerudung. Makanya banyak kerudung saya yang modelnya sama hanya beda warna, biasanya itu beli di Thamcit karena di sana semakin banyak belinya semakin murah.

Selain beli kerudung, seringnya saya beli kebaya, batik, atau baju buat keperluan Lebaran di Thamcit karena kalau beli banyak kita bisa dapat lebih murah. Kalau baju dan batiknya sih relatif, ada yang murah ada yang harganya lumayan mahal, tergantung selera. Nah, kalau lagi sendiri dan pengen beli baju yang harganya grosiran, cobalah SKSD sama orang siapa tahu pengen beli baju yang harga atau modelnya sama. Saya beberapa kali pernah begitu dan dapat harga yang lumayan lebih murah.

– Pusat Grosir Tanah Abang

Rasanya saya udah lama banget nggak belanja di Tanah Abang karena memang ribet parkir dan ruwet macet. Terakhir kesana entah kapan sudah lupa tapi saya selalu senang kalau belanja di Tanah Abang, udah kayak surga belanja. Kalau punya duit banyak bisa kalap habis. Di Tanah Abang segala macam ada dan bisa dapat harga yang murah kalau pintar cari penjual, nawar, atau bahkan belinya grosiran. Biasanya sih saya beli kerudung atau baju kalau mau seragaman jadi biar lebih murah karena beli banyak.

– CBD Ciledug

Setelah pindah ke Ciledug, saya benar-benar kehilangan Cempaka Mas. Mau beli baju bingung kemana karena saya pikir nggak ada mall selengkap dan semurah meriah Cempaka Mas. Nyatanya ada CBD Ciledug. Walau awalnya saya nista-nista banget sama mall ini karena sepi dan cuma itu-itu aja tokonya. Dulu ke CBD cuma buat belanja bulanan, tapi sekarang sih seringnya nonton atau kalau pas ada yang cucok ya beli baju di situ sekalian. Ternyata, nggak sepi-sepi amat kok penjual baju di CBD. Malah saya sering beli tunik yang 100 ribu dapat 3 biji di lantai paling dasar. Asal pintar milih, biasanya bisa dapat model yang bagus, nggak pasaran, dan terkesan mahal.

– Matahari

Saat masih kerja di Kawasan Industri Pulogadung, Matahari Departement Store di Mall Arion adalah tempat favorit buat shoping. Dari beli sepatu, baju, hingga underwear. Sekarang, sejak pindah dan tak lagi kerja jarang sekali berbelanja di Matahari padahal ada juga store-nya di mall dekat rumah. Tapi sesekali masih tetap kok apalagi kalau lagi ada diskon. Sekarang barang yang biasanya saya beli di Matahari hanya alas kaki atau pakaian dalam.

– Online Shop

Ini adalah tempat yang lumayan favorit buat belanja. Bayangin aja, tinggal klak klik klak klik dan nggak usah pakai capek jalan panas-panasan maka barang udah bisa dibeli. Bonusnya, bayarnya pakai rekening suami pula, hihi. Biasanya saya beli dari baju, sepatu, bawahan, sampai aksesoris di online. Belanjanya biasanya di marketplace, e-commerce, sampai online shop mandiri yang biasanya ada di instagram. Dari yang grosiran Rp 50.000 dapat 3 atau 5 sampai yang brand hijab favorit yang model barunya baru keluar langsung habis dalam hitungan jam.

Mix n Match Fashion Item Murah Meriah

Setiap orang punya pilihan untuk memilih fashion item yang murah atau mahal. Buat mereka yang memang senang beli pakaian, sepatu, atau tas branded yang harganya lumayan mahal, beberapa faktor seperti kualitas bahan, keawetan, atau mungkin nilai pakai di mata orang lain menjadi sangat menentukan. Sementara mereka yang suka membeli fashion item murah meriah juga nggak salah kok. Faktor harga, kuantitas kepemilikan pakaian, atau kemudahan dalam pembelian bisa jadi faktor mengapa mereka memilih fashion item murah meriah.

Namun buat saya yang suka pakai fashion item murah meriah mix n match lumayan penting paling nggak biar apa-apa yang dipakai di badan saya nggak kelihatan flat dan terkesan murah. Selain itu ya saya suka aja mix n match baju biar kalau di foto nggak itu-itu aja yang dipakai, hahaha #lyfe #janganterlaluseriusah. Nah, berikut beberapa hasil mix n match baju saya yang masih amatiran ini. Silakan dikasih kritik dan saran ya.

 

 

10 Comments
Previous Post
Next Post