Lagu-Lagu Asyik yang Jadi Teman Saat Menulis Blog

Hallooo, saya lagi pengen nulis yang ringan-ringan aja nih.

Kalau bikin postingan, ngetik, atau ngejar deadline paling sering ditemenin apa? Cemilan, musik, tangisan anak, atau malah memilih keheningan biar jernih mikirnya. Kalau saya sih pilihannya ditemenin musik. Entah kenapa, saya nggak bisa kalau nulis dalam suasana hening dan sepi, perasaannya jadi nggak tenang. Apalagi kalau di rumah sendirian, takutnya di tengah keheningan malah ada suara asing yang tiba-tiba terdengar. Jadi nyetel lagu adalah solusi yang bagus.

Saya penikmat lagu, bukan seniman musik jadi tahunya soal lagu adalah sebatas enak dan nggak enak didengar. Bicara soal enak dan nggak enak didengar itu juga subjektif banget karena setiap orang punya selera yang berbeda. Jadi standar enak dan nggak enaknya lagu bagi setiap orang pastilah berbeda-beda. Enak di saya belum tentu enak di kuping orang, begitu juga sebaliknya.

Buat saya, ada beberapa lagu yang suka saya putar sampai diulang-ulang pas menulis blog. Ada beberapa kriteria lagu yang saya masukkan ke playlist, antara lain:

  • Lagunya tenang dalam artian nggak gedubrakan atau nge-beat banget karena kalau nge-beat malah mengancam kelangsungan kegiatan nulis saya. Soalnya bisa-bisa saya bukannya nulis tapi justru joged di atas kursi kerja.
  • Lagunya nggak karaoke-able. Karaoke-able versi saya tuh yang liriknya gampang diingat dan dinyanyiin kayak lagu-lagunya Bruno Mars. Kalau karaoke-able justru memicu typo karena seringnya saya jadi ngetik lirik lagu bukannya tulisan di blog, haha. Nasib orang susah multitasking memang begini.
  • Lagunya enak buat humming. Buat menghindari nyanyi biasanya saya memilih humming pas lagunya muter biar nggak salah ketik.

Biasanya saya dengerin lagu via streaming Youtube. Untuk memudahkan, saya punya playlist sendiri di Youtube buat mengelompokkan lagu-lagu tersebut. Playlist itu sering banget saya ulang-ulang sampai saya hafal urutannya. Berikut beberapa lagu atau musik yang sering banget saya putar dan menemani saya menghasilkan tulisan-tulisan:

1. Tulus Musik

Di rumah saya lagu Tulus mengalun berulang kali, sehari udah melebihi orang minum obat, haha. Tapi meskipun diputar berulang kali saya nggak pernah hafal liriknya. Mungkin karena ingatan yang nggak seprima zaman sekolah plus kalau dicermati lirik lagu Tulus kayak sajak atau puisi. Lirik yang kayak gitu buat saya susah diingat apalagi kadang pilihan katanya juga nggak umum.

Lagu-lagunya pun nggak menye dan cengeng. Walaupun lagu tentang cinta tapi konsep cintanya luas nggak cuma cinta dua insan manusia tetapi juga bisa cinta keluarga, teman, Sang Pencipta, atau lingkungan. Buat saya lagu, lirik, dan video klip yang dibikin Tulus nggak murahan. Pokoknya saya cinta banget deh sama lagu-lagunya Tulus. Karena sering banget streaming lagu Tulus di rumah, saya jadi pengen banget dengerin lagu-lagu Tulus secara live alias nonton gigs-nya. Dan akhirnya cita-cita itu kesampaian juga belum lama ini. Yeaayyy!!

Kalo ada gigs musisi Indonesia yang pengen banget saya tonton langsung, cuma ada 2 yaitu @tulusm atau Kahitna. Kata saya ke si teman hidup “Nggak apa-apa deh bayar mahal juga aku pengen nonton langsung”. . . Trus si teman hidup alias suami paling baik sedunia tiba-tiba entah nyari dari mana dia nemuin akun @sq_dome dan pas banget ada acara Friday Fusion yang bintang tamunya Tulus. Mantap lah buat nonton Tulus secara langsung. Akhirnya telepon satu per satu tenant buat reservasi dan rata-rata udah pada penuh ????????. Padahal baru 2 hari pascapengumuman acara Friday Fusionnya. Untung di detik terakhir masih ada tenant yang kosong. Tadinya dapat di dalam restonya, mikirnya gapapa lah yang penting bisa nonton langsung. Eh beberapa hari kemudian pihak restonya ngabari kalo dipindah ke depan area panggung duduknya, makin girang deh. . . Kalau di rumah saya dengerin lagunya Tulus udah kayak solat, berkali-kali. Sepanjang hari muternya itu mulu. Paling sering sih buat nemenin nulis blog. Saya tahu musik cuma sebatas enak sama nggak enak didengar. Dan lagu-lagu Tulus buat saya enak didengar, semuanya. Liriknya juga bagus, kek syair kalo kata saya mah. Kalau berisi tentang cinta nggak menye dan banyak lagu yang ada filosofinya. Baru kali ini saya suka musisi pria karena karyanya bukan karena tendensi dia cakep atau sesuatu yang bersifat personal lainnya. Nonton Tulus sama suami juga berasa romantisnya (tsailaahh), karena bisa nyanyi bareng. Beneran deh. Dengerin Teman Hidup sama si teman hidup bikin rasa “Kau punya aku, ku punya kamu” nya terasa banget. ???????????? . . . #latepost #SisaSemalam #FridayFusion #gigs #IndonesianMusician #musik #music #instamusic #monochrome #bloggerlife #bloggerdiary #likeforlike #followforfollow #daysofhappiness

A post shared by Ratna Dewi (@ratnadewime) on

2. Alexrainbird Music

Saya nggak sengaja nemu channel Alexrainbird Music ini di Youtube. Ceritanya beberapa saat lalu channel ini muncul di Home Youtube saya, iseng-iseng saya klik kok ternyata enak-enak lagunya. Jadilah saya subscribe aja channelnya. Ada beberapa genre musik di playlist yang diunggah Alexrainbird Music ini dan yang paling saya suka adalah folk music. Musiknya enak buat menemani menulis.

Sebenarnya saya sudah lama seneng sama folk music cuma beberapa folk music indie pas saya setel saat sendirian di rumah malah bikin merinding. Entah kenapa, saya emang suka parnoan tanpa sebab orangnya, haha. Tapi Alexrainbird Music ini nggak bikin merinding. Selain folk music, ada beberapa playlist musik dari Alexrainbird yang juga easy listening untuk didengarkan.

3. Payung Teduh – Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan

Saat banyak teman socmed saya suka bikin status ‘is listening to Payung Teduh’ saya nggak begitu penasaran sama Payung Teduh. Di benak saya berkata, ah paling tipikal lagunya begitu-begitu aja ala musik indie Bandung atau nggak semacam Float makanya saya nggak tertarik atau penasaran buat mendengarkan Payung Teduh. Tapi di suatu waktu Youtube saya yang autoplay nggak sengaja memutar lagu ini. Pas saya lihat penyanyimya ternyata Payung Teduh. Jatuh cintalah saya sama lagu yang jadi soundtrack film Bukaan 8 ini. Lagunya teduh pun liriknya bagus, kayak puisi.

Hanya saja sejauh ini lagu Payung Teduh yang ‘nyetel’ di kuping saya baru ini. Beberapa lagu pernah saya dengerin cuma karena mungkin mendengarkannya sambil selintas lalu jadi nggak begitu khusyuk dan jatohnya jadi kurang ‘nyetel’ di telinga. Kalau kalian yang penyuka Payung Teduh, rekomendasi lagu mereka yang enak didengar selain Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan apa ya?

4. Isyana Sarasvati – Sekali Lagi

Kalau lagu yang satu ini saya suka karena nonton film Critical Eleven. Lagunya sendu-sendu gimana gitu. Pas dengerin lagu ini selalu ingat filmnya. Eits, tapi saya udah move on kok. Hanya saja lagunya menurut saya cocok aja di kuping dan didengarkan sambil nulis blog. Jadilah si Sekali Lagi ini masuk ke playlist saya.

(Baca juga: Memutar Ulang Memori Masa Lalu bersama Film Critical Eleven)

Itu dia tadi teman-teman saya kalau pas lagi ngerjain tulisan di blog. Kalau kalian biasanya ngeblog sambil ngapain? Atau suka nulis sambil mendengarkan musik apa? Atau mau kasih masukan lagu apa yang bisa direkomendasikan buat didengarkan? Yuk share juga di kolom komen yaa.

5 Comments
Previous Post
Next Post