FAM Trip’s Diary: Kekenyangan di Bubbles & Bites hingga Mengenal Sejarah Genting di The Visitors Galleria

Sore itu kabut menyelimuti sebagian wilayah Genting. Udara sedikit dingin saat saya mulai keluar dari Hotel On The Park untuk menuju ke Mall Sky Avenue. Bahkan ketika saya mendongakkan kepala ke atas, sebagian pemandangan cable car tertutup kabut putih. Malam itu saya memperkirakan akan menjadi sangat dingin. Namun kami harus melanjutkan aktivitas menuju ke Mall Sky Avenue.

Jay yang menjadi guide kami berjalan cepat di depan. Saya memasuki Mall Sky Avenue yang letaknya persis di depan Hotel On The Park. Mall Sky Avenue merupakan mall paling besar di Genting. Saya bisa menemukan banyak hal di dalam Mall Sky Avenue, dari pusat perbelanjaan, tempat makan, tempat hiburan dan permainan, terminal cable car, galeri, museum, bahkan sampai akses beberapa hotel pun dari mall ini. Salah satunya ya First World Hotel, hotel terbesar di dunia.

(Baca juga: Hello Resorts World Genting, Saya Datang…)

Sore itu langkah saya terus mengikuti Jay. Di rundown acara memang tertera jadwal makan malam di Bubbles & Bites. Tapi saya bahkan belum ada bayangan sama sekali tentang Bubbles & Bites sampai akhirnya Jay dan rombongan lain memasuki bangunan sebuah kafe dengan dominan warna ungu. Iya, tempat itu adalah Bubbles & Bites yang akan kami jadikan tempat makan.

Makan Malam di Bubbles & Bites

Bubbles & Bites adalah perhentian kami yang pertama di Mall Sky Avenue. Setelah melewati banyak eskalator, tibalah rombongan di Bubbles & Bites, sebuah kafe yang menurut saya cute banget desainnya. Tempat makan ini memiliki menu andalan Western Food, dari makanan khas Amerika hingga Italia. Begitu masuk kami langsung disuguhi oleh deretan makanan yang terpajang di etalase kaca. Namun, itu bukan makanan untuk kami. Makanan untuk rombongan sedang dipersiapkan di meja pojok ruangan.

Kami duduk di kursi paling ujung, dekat dengan tembok. Tembok di dekat kami duduk bisa jadi salah satu ciri khas dari Bubbles & Bites yang menurut saya memiliki semacam ornamen kekinian. Tembok itu dihiasi dengan kotak-kotak kecil bertuliskan huruf yang membentuk sebuah teka-teki silang. Ornamen itu bisa banget buat background berfoto kalau mengunjungi Bubbles & Bites.

ornamen tembok di dekat meja tempat saya makan

Tak lama saya duduk, makanan pun datang. Ada burger, spaghetti, dan salad tersaji. Pemandangan makanan yang ada di depan saya saat itu sungguh menggoda selera. Tapi saya nggak bisa langsung memakannya. Karena bepergian sama blogger, sudah pasti ritual pertama adalah jeprat-jepret makanan terlebih dahulu. Pun dengan saya. Walau sebenarnya perut sudah menahan lapar, hahaha.

Nggak lama setelah ritual ambil gambar selesai, saya pun icip-icip satu demi satu makanan yang tersaji. Dimulai dengan spaghetti yang menurut saya mirip dengan tampilan aglio olio. Namun spaghetti ini memiliki toping seafood seperti udang, cumi, dan kerang. Rasanya cocok di lidah saya yang memang suka sama spaghetti. Walaupun rasanya nyetel di lidah, saya nggak mau makan banyak-banyak karena masih ada makanan lain yang juga menunggu untuk disantap.

Makanan kedua yang saya icip adalah hamburger. Hamburger ini memiliki nama Simply Fresh Burger dengan ukuran yang cukup besar buat saya makan sendirian. Nggak heran jika untuk memakan burger ini pun harus dipotong-potong dan sharing dengan yang lain. Karena kalau nggak bisa-bisa perut saya sudah penuh duluan dan nggak bisa icip-icip makanan lainnya. Selain burger, ada pula potato wedges yang menjadi pelengkapnya.

Selesai makan burger, perut saya sudah mulai penuh. Tapi Caesar Salad yang colorful sudah kasih tanda ingin disantap. Jadilah saya icip-icip sedikit saladnya. Rasa sayurannya fresh, apalagi ada campuran irisan telur dan roti di atasnya. Sambil icip-icip salad, pelayan resto pun menghidangkan kembali satu menu makanan. Alamak, rasanya perut ini sudah kenyang. Akan tetapi makanan yang dihidangkan menggoda banget yaitu chicken wings. Peri-peri chicken wings, nama makanan itu, sungguh bikin saya dilema. Perut sudah kenyang tapi penampilannya sangat menggoda. Akhirnya saya pun luluh sama chicken wings. Dua potong Peri-Peri Chickn Wings sukses mendarat manis di perut (jangan tanyakan lebih lanjut saya ini sebenarnya masih lapar atau doyan, hahaha).

Minuman yang disajikan di Bubbles & Bites pun tak kalah asyik. Sebotol blackcurrant dan orange juice terhidang di meja kami. Yang paling unik lagi adalah saat seorang teman minta es batu. Rupanya es batu tidak disajikan di dalam wadah mangkuk atau gelas melainkan tas jinjing plastik kecil, persis kayak tas ibu-ibu buat ke pasar. Sayang saya lupa memotret tas yang lucu itu.

Sekitar 1 jam lebih kami berada di Bubbles & Bites. Perut sudah tak lagi memberontak kelaparan, justru sekarang malah kekenyangan. Sementara itu makanan di meja masih tersisa banyak. Peserta FAM Trip yang lain pun seperti saya, sudah angkat tangan buat menghabiskan makanan. Akhirnya beberapa makanan pun dibungkus untuk dibawa pulang ke hotel karena sayang kalau dibuang bersisa begitu saja.

Melihat Sejarah Resorts World Genting di The Visitors Galleria

Selepas dari Bubbles & Bites ternyata acara belum selesai. Jay dan Alicia mengajak kami berjalan tak jauh dari Bubbles & Bites dan memasuki sebuah tempat bernama The Visitors Galleria. Awalnya saya bingung, tempat apakah ini. Namun ternyata ini adalah sebuah galeri dimana tersimpan sejarah berdirinya Resorts World Genting di sana. The Visitors Galleria ini letaknya masih berada di dalam Mall Sky Avenue.

Saya dan teman-teman tidak mengeksplore sendirian tempat itu. Ada Natasha, guide galeri, yang menjelaskan segala sesuatunya pada kami. Sebelum masuk lebih dalam ke ruangan selanjutnya, Natasha menjelaskan pada kami tentang riwayat hidul singkat Tan Sri Dato Seri Lim Goh Tong, seorang konglomerat yang juga pendiri Resorts World Genting. Setelah itu barulah kami beranjak ke ruangan selanjutnya.

Di ruangan-ruangan selanjutnya tersimpan lebih detail tentang sejarah Resorts World Genting. Dari maket tempatnya, foto-foto Tan Sri Dato Seri Lim Goh Tong, perjalanan sejarah pembangunan Resorts World Genting, sampai beberapa plakat dan penghargaan yang telah diperoleh Resorts World Genting. Tak cuma sampai di situ, di akhir perjalanan kami diminta masuk ke dalam ruangan mirip tempat rapat untuk ditunjukkan lebih dalam lagi tentang Resorts World Genting melalui video dan slide show.

Irene adalah staf yang malam itu menerangkan pada kami tentang Resorts World Genting melalui slide show. Resorts World Genting pada tahun 2016 lalu sudah dikunjungi sebanyak 20,2 juta wisatawan yang rata-rata berasal dari Malaysia, Singapura, China, Indonesia, India, Thailand, Vietnam, dan Timur Tengah. Kawasan ini memiliki banyak hotel dengan jumlah keseluruhan kamarnya mencapai 10.000 ruangan (dan kemungkinan akan terus bertambah karena First World Hotel sedang terus membangun gedung baru). Resorts World Genting juga menyerap sekitar 13.000 pekerja.

Tidak sulit untuk mencapai Resorts World Genting karena sudah banyak sarana transportasi yang tersedia, antara lain:

  • Mobil – Resorts World Genting bisa dicapai sekitar 45 menit berkendara dari KLCC.
  • Skyway Cable Cars (kereta gantung) dari Gohtong Jaya dan Awana
  • 5 Express Bus Terminals yang berada di Pudu Sentral, KL Sentral Station, Terminal Putra LRT, Gombak, & One Utama PJ
  • Luxury coach dengan 26 dan 44 seater
  • Limousine (bisa dinaiki siapa saja dan tersedia 24 jam)
  • Shuttle bus service, merupakan pelayanan dari dan ke hotel dan stasiun cable car
  • Taksi (tersedia di resorts)

Sementara itu untuk penginapan, Resorts World Genting merupakan ‘rumah’ bagi banyak hotel. Tercatat ada 6 hotel yang berdiri di Resorts World Genting. Keenamnya memiliki ciri khas dan keunikan sendiri, di antaranya:

  • Maxims Hotel merupakan hotel bintang lima dengan fasilitas mumpuni dimana yang menginap di dalamnya pun merupakan orang-orang pilihan yang memiliki keanggotaan di Genting Rewards Card member.
  • Genting Grand Hotel juga merupakan hotel bintang lima yang berada di Genting dengan ciri khas memiliki logo Resorts World Genting di depannya.
  • Theme Park Hotel atau Hotel On The Park merupakan boutique hotel yang memiliki ciri khas kekinian, banyak sudut-sudutnya yang instagramable.
  • Resorts Hotel merupakan hotel bintang empat yang memiliki pemandangan pegunungan dan hutan-hutan dataran tinggi Genting.
  • Awana Hotel merupakan hotel bintang empat yang memiliki fasilitas bintang 5, lapangan golf, kolam renang, dan fasilitas olahraga lainnya.
  • First World Hotel merupakan hotel yang pernah dinobatkan sebagai hotel terbesar di dunia yang memiliki sekitar 7000 kamar, 3 tower, dan hingga saat ini masih melakukan proses pembangunan untuk menambah jumlah kamar.

Saat ini Resorts World Genting masih terus membangun berbagai fasilitas khususnya fasilitas hiburan. Yang digadang-gadang akan menjadi sangat populer adalah 20th Century Fox World Theme Park, sebuah theme park yang terinspirasi dari judul-judul film garapan rumah produksi 20th Century Fox World. Theme park ini akan bersaing di jajaran theme park lain yang juga terinspirasi dari judul-judul film Hollywood.

Konsep 20th Century Fox World Theme Park ini akan memiliki 23 macam arena permainan dan atraksi. Theme park ini juga menargetkan mampu manampung 25.000 kapasitas pengunjung. Total investasi yang digelontorkan untuk membangun theme park ini adalah 2 miliar RM. Theme park ini dibangun persis di depan Hotel On The Park. Ya itulah mengapa akhirnya Hotel On The Park diganti namanya menjadi Theme Park Hotel karena untuk menyesuaikan dengan fasilitas baru yang akan dimiliki Resorts World Genting ini.

Tak terasa waktu semakin malam ketika Irene menutup sesi tanya jawab dan presentasi malam itu. Dengan berakhirnya presentasi malam itu, berakhir pula rangkaian acara di hari pertama FAM Trip di Resorts World Genting ini. Di luar pun sudah ada pengunjung lain yang sudah mengantri ingin masuk ke tempat presentasi tersebut. Rombongan kami pun akhirnya memilih kembali ke hotel untuk beristirahat karena keesokan harinya rentetan tempat yang harus dikunjungi sudah tersusun rapi di jadwal.

Malam itu saya keluar mall dengan beberapa teman. Udara malam Genting menyeruak ditambah lagi pelukan hujan yang lumayan deras turun malam itu. Saya berlari kecil menembus hujan untuk sampai ke hotel. Malam itu, saya harus beristirahat dengan cukup karena keesokan harinya akan jadi hari yang melelahkan sekaligus menantang buat saya. Apa saja pengalaman di hari kedua saya di Genting? Tunggu ya di postingan-postingan selanjutnya.

Yang mau lihat keseruan di hari pertama di Genting, bisa lihat di vlog ini ya:

 

10 Comments
Previous Post
Next Post