Menyudahi Drama Rempongnya Menggotong Matras dengan in.the.box

Sebelum tinggal di rumah yang sekarang saya pernah tinggal di sebuah kontrakan yang jalanan depan rumahnya tidak bisa dilewati oleh mobil. Jadi kalau beli apa-apa seperti matras tempat tidur harus digotong dari ujung gang sampai dalam rumah oleh beberapa orang. Agak repot sih memang tapi ya mau gimana lagi cuma ini jalan satu-satunya agar matras bisa masuk ke dalam rumah.

Setelah sampai dalam rumah bukan berarti pekerjaan sudah selesai. Masih ada pekerjaan lainnya yaitu menyiasati matras masuk ke dalam kamar rumah kontrakan kami yang sempit. Berbagai cara dilakukan dari memiringkan posisi matras sampai memberikan instruksi pada salah satu orang yang membawanya untuk masuk ke kamar duluan hanya demi si matras bisa masuk ke dalam kamar. Situasinya kayak di film Warkop pas Dono cs beli sofa trus mau masukin sofanya ke dalam rumah deh. Maklum saja kamar saya saat itu sempit, pun dengan lorong kontrakan.

(Baca juga: #MarriedLifeSeries: Tinggal di Rumah Kontrakan Setelah Menikah)

Lalu beberapa tahun kemudian saya pindah rumah ke sebuah cluster dengan halaman yang lumayan lebar untuk masuk mobil. Saat itu saya dan suami pun memutuskan membeli matras satu lagi untuk kamar belakang yang akan ditempati adik. Sialnya, saat itu kami lupa kalau ternyata jalan menuju rumah sedang diganti paving block-nya jadi semua mobil tidak bisa keluar masuk. Akhirnya dengan sangat terpaksa para pengantar pun harus menggotong matras tersebut dari depan gerbang hingga masuk ke kompleks perumahan saya yang notabene terletak di paling belakang. Sebagai imbalan atas jasa abang-abang pengantar yang sudah susah payah menggotong matras, saya pun memberikan tambahan tip pada mereka.

Dua kali beli matras, dua kali pula saya merasakan repotnya memasukkan matras ke dalam rumah. Saya jadi trauma dan membayangkan kalau beli matras satu lagi akan sama repotnya. Padahal saya masih pengen beli satu matras lagi untuk cadangan kalau-kalau ada tamu dan pengen glosoran pake kasur di depan televisi. Andai saja ada matras yang praktis bisa dibawa pulang sendiri dari toko tempat pembelian. Lebih enak lagi kalau bisa dibawa pulang dengan naik motor soalnya saya dan suami pengguna motor alias belum punya mobil. Kan enak jadi praktis dan hemat ongkir.

(Baca juga: #MarriedLifeSeries: Kok Nggak Beli Mobil?)

Eh ternyata ada lho matras yang simpel dan praktis dibawa. Kamu bisa membawanya dengan praktis setelah membeli di toko karena matrasnya hanya dikemas dalam sebuah kardus. Masa sih? Apa iya benar? Iya donk. Ini bukan mimpi atau mengada-ada kalau kamu beli matras in.the.box.

review-bed-1

What is in.the.box?

In.the.box adalah matras pertama buatan Indonesia yang bisa dikemas di dalam box atau kotak kardus. Klaim ini dikatakan oleh Mas Miftah dari pihak in.the.box dalam acara launching yang diselenggarakan di Hypermart Puri Indah, Sabtu (20/5). Selain dari pihak in.the.box, hadir juga artis Shezy Idris yang ternyata sebelumnya sudah pernah merasakan menggunakan in.the.box selama satu bulan. Shezy juga berbagi pengalaman dan kesannnya selama menggunakan in.the.box.

Shezy Idris di atas matras in.the.box
Shezy Idris di atas matras in.the.box

Matras tersebut sebelumnya sudah divakum, digulung, dan di-packing sedemikian rupa sehingga bisa masuk ke dalam box atau kardus. Dengan packaging yang seperti ini, memungkinkan kita untuk membawa matras ke tempat-tempat yang sulit terjangkau oleh mobil seperti rumah-rumah di dalam gang atau apartemen. Selain itu, pengemasan dengan kardus membuat hemat ongkos kirim karena pembeli bisa langsung bawa pulang matras tersebut menggunakan mobil atau motor tanpa harus menunggu jasa pengantaran.

Inovasi yang digagas oleh in.the.box ini tentunya sangat berguna. Apalagi mengingat di kota besar seperti Jakarta ini nggak jarang ditemui permukiman yang berada di gang-gang sempit, kos-kosan yang terdiri dari banyak lantai, atau apartemen yang medannya menyulitkan untuk membawa benda-benda besar seperti bed atau matras ini. In.the.box memungkinkan kita untuk membawa sendiri matras yang kita beli tanpa harus menunggu diantar kurir.

Kemasan Kecil, Kualitas Besar

Lalu apakah karena in.the.box kasur yang dikemas di dalam kardus cukup kecil membuat kualitasnya rendah? Eits, don’t judge the bed by it’s box, haha. Jangan meremehkan sebuah matras hanya karena pengemasannya yang praktis di dalam sebuah kardus atau box lalu kualitas matrasnya jadi menurun. In.the.bos tidak seperti itu. Walaupun dikemas dengan bentuk yang kecil hingga muat dalam sebuah box atau kardus, in.the.box juga memiliki kualitas yang bisa bersaing dengan matras-matras lainnya.

in-the-box-3

Dalam setiap matras in.the.box sudah dilengkapi dengan per atau pegas pocket spring yang berfungsi menciptakan tidur yang lebih nyaman. Teknologi ini menciptakan tidur yang nyaman karena gerakan saat tidur tidak akan berpengaruh pada pasangan. Turn anda free. Teknologi ini pula yang membuat matras tidak berisik dan berbunyi “kriet…kriet” saat diduduki banyak orang atau buat loncat-loncatan. Hal ini juga diamini oleh Shezy Idris dimana sang anak saat ini yang berusia 4 tahun sedang senang-senangnya main loncat-loncatan di atas kasur. Jadi nggak khawatir pegasnya akan keluar atau rusak.

Selain itu, in.the.bed juga menggunakan lapisan support agar tubuh kita mendapatkan support yang maksimal. Hal inilah yang membuat matras in.the.bed bisa dibilang sangat ideal karena orthopedic, tidak mengakibatkan sakit leher atau punggung. Selain itu, in.the.box juga diproduksi menggunakan busa premium kepadatan tinggi dan juga quilting support soft yang jahitannya sangat rapi sehingga membuat kasur tidak mudah sobek apabila digunakan.

butuh waktu sekitar 1 jam untuk mengembang sempurna
butuh waktu sekitar 1 jam untuk mengembang sempurna

 

Cara kerja in.the.box agar bisa menjadi seperti matras biasa yang bisa ditiduri adalah sangat sederhana. Ketika sudah dibawa ke tempat yang diinginkan untuk meletakkan matras, kita tinggal membuka kardus dan mengeluarkan matras tervakum yang ada di dalamnya. Selanjutnya, kita tinggal membuka gulungan matras dan plastiknya. Lama-kelamaan, matras yang terlihat kempis dan tervakum akan mengembang dengan sendirinya. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk matras mengembang sempurna. Kalau masih bingung, bisa lihat video di bawah ini:

Selain memproduksi matras, in.the.box juga memproduksi bantal dan guling yang juga dikemas dalam box. Bantal dan guling ini juga dikemas dalam plastik dan berbentuk kempis kedap udara karena sebelumnya telah divakum terlebih dahulu menggunakan alat khusus. Bantal dan guling dalam box ini juga memiliki cara pakai yang sama layaknya matras in.the.box.

Untuk memberikan pelayanan yang memuaskan pada konsumen, in.the.box juga memberikan garansi 10 tahun untuk per pocket yang ada di dalam matrasnya. Jadi suatu hari in case per pocketnya rusak seperti nongol keluar-keluar bisa langsung hubungi service center in.the.box selama kartu garansi masih ada.

Per Mei 2017 ini in.the.box sudah dipasarkan pada masyarakat baik via online ataupun offline. Untuk layanan penjualan online, kamu bisa membelinya di website resmi in.the.box yaitu www.inthebox.id atau di e-commerce dan marketplace ternama di Indonesia. Sementara itu untuk pembelian offline, in.the.box sudah tersedia di gerai Hypermart di seluruh Indonesia. Khusus buat kamu yang ingin membeli di Hypermart, jangan lewatkan berbagai promo dan potongan harga saat membeli in.the.box. Seperti saat tempo hari saya di Hypermart Puri Indah, Jakbar, disana sedang ada promo setiap pembelian matras in.the.box ukuran 160x200cm gratis 2 pieces bantal.

Buat kamu yang tertarik pengen beli in.the.box, matras ini tersedia dalam berbagai jenis harga dan ukuran:

  • Ukuran single (90×200) Rp. 999.000
  • Ukuran super single (100×200) Rp. 1.099.000
  • Ukuran full (120×200) Rp. 1.199.000
  • Ukuran queen (160×200) Rp. 1.499.000
  • Ukuran king (180×200) Rp. 1.769.000

Selain matras, in.the.box juga memiliki props in.the.box yang berisi bantal serta guling yang juga divakum dan dimasukan dalam box dengan harga:

  • PILLOW IN THE BOX (bantal) Rp. 250.000
  • BOLSTER IN THE BOX (guling) Rp. 250.000

shezy-idris

Jadi, buat kalian yang nggak mau banyak drama kayak saya pas beli kasur, in.the.box ini worth banget. Selain praktis diangkut, juga punya kualitas yang nggak kalah saing. Dan yang paling penting adalah buatan anak negeri atau Indonesia.

Selamat bobo manjhaaa di atas ranjang dengan in.the.box.

 

ratna dewi

40 Comments
Previous Post
Next Post