Modal Nekat dan Tekad Mempopulerkan Purworejo

Tahun ini, saya nggak punya resolusi muluk-muluk soal ngeblog. Saya masih pengen berbagi informasi yang berguna untuk pembaca. Blog tidak melulu berisi curhat atau postingan berbayar tetapi juga menyebarkan informasi baik dan membantu orang lain. Dan tahun ini saya beresolusi mempopulerkan kampung halaman saya, Purworejo, melalui tulisan.

Wacana menyebarkan informasi tentang Purworejo ini sebenarnya sudah digagas dari tahun lalu. Diawali oleh ajakan teman SMP saya yang bernama Amien dan suami saya. Ia adalah orang yang paling getol untuk mengajak mempromosikan wisata Purworejo, kampung halaman kami pada banyak orang.

“Wisata alam Purworejo nggak kalah bagus kok sama Kulonprogo atau Kebumen,” begitu ujarnya saat kami bertemu.

kemiri-purworejo

hutan pinus kemiri

kemiri-purworejo

curug sidhandhang
beberapa wisata alam di Purworejo (Credit photo by: Amien Budiarto)

Kami tahu bahwa saat ini mempopulerkan destinasi wisata bisa melalui media digital. Kulonprogo merupakan salah satu kabupaten yang berhasil melakukannya. Kalibiru dan Hutan Mangrove sekarang menjadi wisata favorit banyak kalangan setelah populer di postingan-postingan instagram serta banyak diulas di banyak blog. Sementara, Kebumen yang merupakan kabupaten sebelah barat Purworejo juga mulai berbenah dengan wisata pantai dan hutan pinusnya.

Nah sementara Purworejo? Masih belum banyak perubahan. Bahkan Amien pernah mengajukan proposal pada Dinas Pariwisata setempat tapi hasilnya nihil hingga saat ini. Beberapa wisata belum dibuka untuk umum atau dikelola swadaya masyarakat. Bahkan akses wisata yang sudah terbuka untuk umum pun kadang terkendala fasilitas dan akomodasi untuk menuju ke sana.

Karena gemas dengan hal itu, sebagai putra daerah kami ingin juga membuat viral wisata Purworejo yang tak kalah bagus. Amien tahu saya adalah seorang blogger dan suami saya adalah programmer yang punya start-up tentang pariwisata Indonesia. Sementara ia tahu banyak seluk beluk daerah Purworejo. Maka klop lah kita. Saya sudah membayangkan apa yang akan saya lakukan. Namun, ternyata sesuatu tak terduga terjadi dan rencana eksplore Purworejo itu batal dilakukan bertiga. Rencana hanya jadi wacana. Lalu saya dan suami tak berani berencana kembali, takut kalau-kalau malah batal dan mengecewakan banyak pihak.

Modal Nekat Mempopulerkan Purworejo

Meski rencana eksplore Purworejo telah gagal namun dalam hati saya masih ingin mengekspose Purworejo lewat tulisan. Gemas rasanya ketika saya mencari referensi tentang pariwisata, kebudayaan, kuliner, atau sesuatu yang khas tentang Purworejo namun terbentur oleh sedikitnya referensi. Oleh karena itu, saya bertekad ingin menulis dan menggali lagi informasi tentang Purworejo ketika pulang kampung.

Saya mengutarakan ini pada suami. Suami pun menyambut baik rencana saya dengan niat ingin mengantarkan kemana saya akan mencari informasi. Maklum saja, saya nggak bisa naik motor sementara transportasi paling efektif untuk menjangkau semua tempat di kampung halaman kami hanya motor.

Berbekal ‘modal nekad’ saya dan suami bertekad untuk menggali informasi tentang kampung halaman kami. Paling tidak ada tiga hal terlebih dahulu yang sudah terpikir oleh saya ketika publish informasi tentang Purworejo yaitu:

– Upload foto di Instagram dan Facebook
Publish tulisan di blog
– Upload media audiovisual berupa vlog di channel Youtube

Beberapa rencana tambahan saya, antara lain:

– Mention dan tag foto serta postingan di akun-akun seputar Purworejo dan Ganjar Pranowo
– Bekerja sama dengan produsen sepatu batik untuk produksi sepatu dengan corak Batik Purworejo kemudian menuliskan reviewnya di blog

Beruntung, Januari 2017 kami diberi kesempatan untuk pulang kampung selama hampir 10 hari. Sebelum pulang kampung, saya mencari beberapa informasi yang akan saya gali. Karena kami berdua awam wisata alam yang masih perawan di Purworejo, maka kami mengawalinya dari kerajinan tangan yaitu batik. Kebetulan tetangga saya salah satu pengrajin batiknya.

Batik Purworejo merupakan salah satu karya seni asli Purworejo. Saya tahu ini dari bapak saya. Namun sayang, referensi di internet tentang Batik Purworejo sangat sedikit. Namun, tak berarti saya tak menemukannya. Awalnya saya modal nekad SKSD (sok kenal sok dekat) dengan seorang guru batik di sebuah SLB di Purworejo untuk tahu lebih banyak tentang Batik Purworejo. Alhamdulillah, niat saya malah disambut sangat baik dan dengan tangan terbuka.

cita-cita saya salah satunya adalah membawa nama Batik ABK lebih luas lagi
cita-cita saya salah satunya adalah membawa nama Batik ABK lebih luas lagi

Saat saya dan suami mengunjungi SLB tersebut, sambutannya luar biasa. Kami diberitahu dari awal proses pembuatan batik hingga akhir. Tahu banyak tentang seluk-beluk Batik Purworejo. Yang lebih bikin spechless-nya lagi, batik ini dibuat oleh tangan-tangan spesial dari anak berkebutuhan khusus. Makin besarlah niat saya untuk mempublikasikannya lewat tulisan. Nggak hanya itu, saya pun bersemangat untuk mempromosikan batik tersebut lewat media sosial dan vlog agar semakin viral. Semakin viral maka semakin banyak orang tahu. Saya posting banyak foto dan membuat vlog tentang Batik ABK. Tulisan lengkap tentang Batik ABK bisa dibaca di link di bawah ini.

(Baca juga: Batik Purworejo Karya ABK, Batik Tak Biasa dari Sekolah Luar Biasa)

Tak cuma Batik ABK, saya pun berkesempatan bertemu dengan desainer profesional yang bergelut dengan Batik Purworejo. Dari tangan desainer inilah kain batik hasil tangan-tangan bersahaja warga di beberapa desa di Purworejo dihasilkan. Mas Jazid, begitu nama sang desainer cerita banyak hal. Tak hanya tentang Batik Purworejo tetapi juga kesulitannya untuk mempromosikan Batik Purworejo di khalayak umum.

dengan peralatan seadanya saya beranikan nge-vlog
dengan peralatan seadanya saya beranikan nge-vlog

Saya tak heran sebetulnya karena saya pun sangat sulit untuk menemukan informasi tentang Batik Purworejo di internet. Bagaimana orang bisa beli atau penasaran kalau informasinya saja tidak terekspose, batin saya. Di saat banyak industri kerajinan daerah di-support penuh oleh Pemerintah Daerah dengan membuatkan website, akun media sosial, atau memasukannya ke e-commerce terkenal, Batik Purworejo justru masih dipasarkan manual yaitu lewat jual beli langsung.

Belum ada akun media sosial atau website khusus yang bisa diakses untuk melayani pembelian Batik Purworejo secara online. Padahal batik ini berpotensi besar kalau banyak orang yang tahu. Apalagi sudah banyak prestasi yang ditorehkan Batik Purworejo saat dipamerkan dalam pameran atau peragaan busana professional. Kondisi inilah yang saya bidik jadi peluang untuk mempopulerkan Batik Purworejo.

(Baca juga: Batik Purworejo, Siap Bersaing di Tingkat Nasional Maupun Internasional)

Dari situlah saya gali lebih dalam lagi tentang Batik Purworejo. Mas Jazid dengan segala pengetahuannya mau menjelaskan panjang lebar tentang Batik Purworejo. Tak berhenti sampai mengumpulkan informasi untuk tulisan saja, saya pun mengumpulkan bahan audiovisual untuk vlog. Semoga dengan vlog itu, semakin banyak informasi tentang Batik Purworejo. Harapannya adalah produk-produk kerajinan tangan itu semakin populer di masyarakat, diminati, atau bahkan dibeli. Semoga saya bisa jadi perpanjangan tangan pengrajin batik di desa-desa dan juga anak berkebutuhan khusus untuk mempopulerkan dan mempromosikan hasil karya mereka.

Beruntung, saat pulang kampung lalu saya juga sempat mengeksplore beberapa hal lain di Purworejo mulai dari wisata pantai yang sedang nge-hits, kuliner langganan, hingga kopi legendaris. Hal-hal terakhir ini masih saya simpan di draft dan belum saya publish karena saya masih konsen dengan Batik Purworejo terlebih dahulu. Selain itu, agar memberi jeda pada pembaca untuk menikmati tulisan-tulisan tentang Batik Purworejo sebelum saya menuliskan banyak hal lain tentang Purworejo.

Percaya Kekuatan Internet

Ketika pulang ke Jakarta saya puas karena membawa banyak bahan untuk ditulis. Niat saya untuk mempopulerkan Purworejo lewat tulisan sebentar lagi akan segera terwujud. Inilah beberapa check list yang sudah saya lakukan dalam rangka memperkenalkan Purworejo:

– Posting di media sosial
– Publish tulisan di blog
– Publish vlog tentang Batik ABK dan Batik Purworejo di channel Youtube
– Bagikan link yang berisi informasi tentang Batik Purworejo dan Batik ABK pada banyak akun termasuk akun komunitas Purworejo dan Ganjar Pranowo

Tulisan tentang Batik ABK dan Batik Purworejo yang sudah di-publish mendapat sambutan hangat. Begitu pun dengan berbagai fotonya. Banyak orang yang merespon positif terutama teman-teman saya yang berasal dari Purworejo. Termasuk dari Amien yang memang sangat berharap saya bisa memperkenalkan Purworejo lewat tulisan. Mereka mengaku baru tahu banyak soal Batik Purworejo setelah membaca tulisan dan melihat postingan foto saya. Tulisan dan vlog tersebut bahkan saya mention di akun komunitas Purworejo serta Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.

dua vlog tentang Batik ABK dan Batik Purworejo bisa jadi referensi yang ingin mengenal Purworejo
dua vlog tentang Batik ABK dan Batik Purworejo bisa jadi referensi yang ingin mengenal Purworejo

Modal nekad dan gambling banget memang ketika me-mention banyak orang. Namun, rata-rata responnya sangat baik. Bahkan, beberapa akun menanyakan langsung tentang Batik ABK dan Batik Purworejo pada saya. Update terkini adalah saya akan membawa Batik Purworejo lebih dikenal lagi melalui produk fashion. Dalam waktu dekat insyaallah saya akan memberikan Batik Purworejo pada produsen sepatu batik untuk bisa diproduksi dalam sebuah brand sepatu batik ternama. Ah, tak sabar menunggunya. Semoga sambutannya positif.

Buat saya dan suami yang sehari-hari berkecimpung dengan dunia digital, peran internet serta benefit yang didapat darinya sangat besar. Apalagi untuk project memperkenalkan Purworejo yang hanya saya eksekusi berdua dengan suami ini. Kami tak punya banyak uang untuk membeli banyak produk batik atau membuka arena rekreasi di tempat wisata alam di daerah Purworejo. Bekal kami hanya kedekatan dengan dunia digital dan bantuan internet. Nilai plusnya adalah saya bisa membuat content sementara suami bisa mengutak-atik website atau blog. Itulah mengapa, saya sangat bergantung dengan internet ketika bermodal nekad mempromosikan Purworejo. Karena promosi dengan internet relatif mudah dan murah.

Saya memang beruntung karena setiap hari hidup di kota besar pinggiran Jakarta dengan akses internet yang lancar dan ekspose digital yang kencang yang bisa saya peroleh dari manapun. Berbeda halnya ketika pulang kampung di Purworejo. Di sana sinyal internet memang masih belum sepenuhnya bersahabat. Bahkan di rumah suami saya tidak ada sinyal internet. Akses internet ada kalau kami nongkrong di tengah sawah. Jadi, tak heran memang kalau promosi segala sesuatu di dunia digital tentang Purworejo oleh warganya masih minim.

aktivitas pagi kala di kampung halaman adalah mencari sinyal di tengah sawah
aktivitas pagi kala di kampung halaman adalah mencari sinyal di tengah sawah

Saat ini, beberapa informasi tentang Purworejo sudah bisa didapat dari tulisan-tulisan di blog saya. Selain tulisan, foto-fotonya pun bisa dilihat di akun instagram dan beberapa videonya di Youtube channel saya. Belum banyak memang, tapi semoga bisa membantu banyak orang yang ingin lebih tahu mengenai Purworejo. Semoga tulisan-tulisan saya juga bisa membantu ABK, para pengrajin batik, serta masyarakat lokal Purworejo untuk terus bersemangat membangun dan melestarikan kesenian serta pariwisatanya.

Ke depannya, saya tetap ingin terus menulis tentang Purworejo, kampung halaman saya yang tercinta agar semakin banyak diketahui orang. Walaupun saya terhitung jarang pulang kampung namun saya akan tetap menggali informasi dan menulis sebanyak-banyaknya tentang Purworejo. Tentunya diawali dari mencari informasi awal di intetrnet. Ketika ada kesempatan untuk kembali ke sana, rencana itu baru saya eksekusi.

Selain pengen ikut membantu memperkenalkan daerah, harapan lain saya adalah semoga tulisan saya juga bisa menginspirasi banyak penulis atau blogger Purworejo untuk memperkenalkan daerahnya lewat tulisan. Semoga saja. Doakan!

banner-main-square-768x768

ratna dewi

 

 

 

Notes:

* Featured image dalam kenangan Tugu Purworejo

 

59 Comments
Previous Post
Next Post