Mengenal UANGKU, Dompet Digital yang Siap Kurangi Rasa Was-Was dan Risiko Buruk Belanja Online

Sejak menikah saya jadi sangat gemar belanja online. Beruntung, selama berbelanja online saya belum pernah tertipu parah misalnya barang tidak dikirim atau seller menipu dengan mengirim bukan barang pilihan seperti membeli ponsel dapat sabun. Pengalaman tertipu sejauh ini biasanya masih seputar ketidaksesuaian foto dengan kualitas barang yang dipesan. Setelah datang barang ternyata kualitas KW atau duplikat. Tapi toh tetap saja bikin kesal karena saya nggak bisa klaim. Biasanya kekesalannya hanya saya pendam dan diam-diam mem-blacklist si seller.

Saya yakin pasti banyak di luar sana orang yang bernasib sama seperti saya. Suka belanja onlin, dikecewakan, lalu ya udah lah ya kecewa tapi besok-besok jangan belanja di seller itu lagi. Seperti itu fasenya. Memang sistem belanja online yang sedang marak saat ini modalnya adalah ‘trust‘ atau kepercayaan. Sekali kepercayaan hilang, bisa-bisa seller kehilangan pelanggan.

Fakta-Fakta Social Shopping di Indonesia

Bicara soal belanja online, tak bisa dipisahkan dari istilah social shopping. Social shopping adalah kegiatan jual beli online di berbagai kanal social media seperti: Facebook, Instagram, Twitter, dan Line. Dibandingkan angka perbelanjaan melalui e-commerce (Bukalapak, Elevenia, Tokopedia, dll), situs-situs khusus (Mobil123, Kasuks, dll), atau aplikasi pesan (SMS, Whatsapp, BBM), angka perbelanjaan melalui social media di Indonesia cukup besar.

Fanny Verona, Marketing Director Global Share Indonesia
Fanny Verona, Marketing Director Global Share Indonesia

Fanny Verona, Marketing Director Global Share Indonesia dalam diskusi bersama blogger mengatakan bahwa data social shopping di Indonesia dari berbagai kota setiap harinya cukup besar. Tercatat 80% marketshare berasal dari kegiatan social shopping. Angka ini jelas jauh berada di atas angka e-commerce yang hanya memegang 20% dari transaksi online. Hal ini mungkin saja terjadi karena berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada awal Oktober 2016 sebanyak 51,5% pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan social media untuk melakukan transaksi jual beli online.

Tingginya minat berbelanja online ini juga dialami oleh salah seorang blogger, Caroline Adenan atau yang biasa disapa Oline. Dalam sesi talkshow Mbak Oline yang duduk bersama Fanny menceritakan awal mula hingga suka duka berbelanja online. Mulai dari repotnya berlari-lari ke ATM untuk transfer, seller yang tidak komunikatif, sampai memesan barang asli namun ternyata KW. Namun nyatanya segudang pengalaman ini tidak menyurutkan Mbak Oline untuk tetap berbelanja online.

diskusi-uangku

Dalam penjelasannya, Fanny menyatakan walaupun transaksi social shopping per harinya bisa bernilai miliaran rupiah, sistem yang satu ini tetap memiliki banyak kelemahan baik bagi buyer (pembeli) maupun seller (penjual). Berikut beberapa kelemahan social shopping bagi buyer dan juga seller.

Buyer:

  • Kegiatan social shopping memiliki risiko yang tinggi mengingat penjual dan pembeli tidak saling kenal.
  • Tidak ada jaminan barang yang dibeli sesuai dengan kemauan atau yang diinginkan.
  • Belum ada dasar hukum yang mengatur apabila pembeli merasa tertipu dalam transaksi belanja online lewat social media. KUHP, KUHPerdata, UU Perlindungan Konsumen, dan UU ITE belum mengatur soal penipuan lewat transaksi online.
  • Belum ada pihak ketiga sebagai mediator apabila terjadi kesalahpahaman atau kerugian di satu pihak saat berbelanja online via social media.

Seller:

  • Proses yang manual, artinya penjual dalam kegiatan social shopping biasanya hanya satu atau beberapa orang. Hal ini sangat menyulitkan apabila ada ratusan bahkan ribuan orang yang ingin berbelanja dalam satu hari.
  • Tidak ada sistem pembayaran yang nyaman untuk penjual selain sistem transfer (via transfer antarbank, ATM, mobile banking, atau internet banking).
  • Banyak penjual di social network shopping yang sudah berpenghasilan miliaran rupiah tapi stuck alias tidak bisa maju padahal mereka termasuk dalam potensi ekonomi. Nyatanya dari sekian banyak transaksi social shopping ternyata hanya menyumbang 1% untuk perekonomian. Sisanya tentu berasal dari transaksi belanja secara offline.
  • Belum ada dasar hukum yang mengatur apabila penjual tertipu oleh pembeli misalnya pakai bukti transfer editan. KUHP, KUHPerdata, UU Perlindungan Konsumen, dan UU ITE belum mengatur soal penipuan lewat transaksi online.

Walaupun banyak kelemahan dari social network shopping tetapi kegiatan perbelanjaan ini toh masih diminati banyak orang. Masih besarnya minat para social shopper ini tentunya karena berbagai dukungan kemudahan yang diberikan dalam kegiatan social shopping. Berikut kelebihan social network shopping:

  • Memiliki sentuhan personal atau pendekatan personal. Pembeli dan penjual seolah mengenal, saling berkirim pesan, dan berkomunikasi satu sama lain.
  • Berkesan millenials karena memakai teknologi. Social shopping identik dengan canggih, gampang, dan bisa membeli barang dalam sekejap.

Nah, berdasarkan data dan penjabaran tersebut masyarakat Indonesia dinilai memang butuh metode pembayaran yang aman dan simpel. Metode pembayaran apa dan seperti apakah itu? Simak terus sampai paragraf terakhir ya.

Mengenal UANGKU

UANGKU adalah aplikasi mobile wallet yang berguna untuk memudahkan transaksi sehari-hari. UANGKU adalah sebuah dompet digital yang berada di bawah PT Smartfren Telecom Tbk. UANGKU hadir sebagai salah satu solusi atas kegelisahan-kegelisahan yang terjadi baik dari penjual atau pembeli saat bertransaksi di kegiatan social shopping.

aplikasi-uangku

Jangan khawatir dengan keabsahan produk keuangan yang satu ini. Keberadaan dompet digital diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan juga Bank Indonesia (BI). Tadinya saya sempat skeptis dengan hadirnya mobile wallet ini. Kenapa harus mobile wallet? Apa yang membedakannya dengan mobile banking yang selama ini jadi teman sehari-hari saya?

Ternyata mobile wallet memiliki visi yang selama ini tidak pernah saya perkirakan. Keberadaan dompet digital ini membantu menjangkau orang-orang yang belum memiliki rekening bank. Fanny Verona dalam penjelasannya membeberkan data sebagai berikut:

  • Dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia hanya sekitar 60 juta yang telah memiliki rekening bank.
  • Angka pemegang smartphone di Indonesia mencapai 280juta, mengalahkan jumlah penduduknya.
  • Beberapa bank besar belum bisa menjangkau semua wilayah di Indonesia.

Data ini pula yang mendorong Bank Indonesia mendukung mobile wallet guna mengurangi transaksi tunai. Sama halnya dengan m-banking atau mobile wallet yang lain, UANGKU memiliki fasilitas transaksi pembayaran yang biasa digunakan sehari-hari, seperti:

  • Mobile Top Up (fasilitas beli dan isi pulsa dengan nominal mulai dari Rp 20.000-200.000 untuk operator apapun dan pulsa kamu kan langsung masuk secara real-time)
  • Bills Payment (bayar tagihan pembayaran seperti listrik, air, dan lainnya hanya dengan beberapa tap di smartphone, tersedia juga pembelian voucher listrik dan voucher game)
  • Pay by QR (membayar di banyak restoran/merchant hanya dengan scan QR code di smartphone)
  • Send and Receive Money (kirim atau transfer uang ke teman hanya dengan memasukan nomor handphone mereka dan transferan akan diterima secara real-time)

Fitur Shopping Payment Request

Selain fitur di atas, ada fitur yang membedakan UANGKU dengan dompet digital yang lain yaitu Shopping Payment Request. Fitur ini akan menjamin penjual dan pembeli dari tindakan penipuan saat berbelanja online. Dengan fitur Shopping Payment Request tentunya transaksi antara penjual dan pembeli akan semakin mudah, hemat waktu, dan aman. Selain seller dari dalam negeri, UANGKU juga terbuka untuk menjalin kerjasama dengan seller dari luar negeri.

Bagi pembeli, UANGKU memberikan layanan Buyer Protection yaitu pembayaran akan dijamin dan dibayarkan ke penjual setelah pesanan diterima. Jadi, uang akan ditahan sebelum barang sampai ke tangan pembeli. Sementara bagi penjual, UANGKU memberikan layanan Auto Confirmation. Fitur ini membuat penjual akan langsung menerima konfirmasi pembayaran dari pembeli sehingga pembeli tidak perlu lagi mengirimkan bukti pembayaran. Ini tentu saja meminimalisasi terjadinya bukti transfer palsu.

Fitur Shopping Payment Request sekarang masih running dan akan launching dalam waktu dekat. Kamu seller online shop yang tertarik buat mendaftar di UANGKU? Bisa saja dan caranya mudah kok. Tinggal email ke business@uangku.co.id. Nantinya, tim dari UANGKU akan mengkurasi seller yang mendaftar. Jadi, tidak sembarang seller bisa terdaftar di UANGKU. Setiap beberapa bulan pun reputasi seller akan selalu dicek oleh tim UANGKU. Syarat pendaftaran seller di UANGKU, antara lain:

  • Reputasi seller (bisa dicek di bank)
  • Reputasi toko online
  • Jenis produk (UANGKU tidak akan menerima jenis produk yang berada di wilayah ‘abu-abu’ seperti saldo judi online)

Cara Top Up

Yang pertama harus kamu lakukan adalah download aplikasi UANGKU yang sudah tersedia di Google Palaystore dan App Store. Selanjutnya jangan lupa daftarkan nomor telepon yang nantinya akan berguna sebagai akun kamu. Top up saldo UANGKU bisa sampai batas maksimal Rp 10 juta untuk akun premium. Kelemahannya adalah kita tidak bisa berbelanja barang yang harganya di atas Rp  10 juta misalnya tas branded harga Rp 30 juta.

(Baca juga: Pengalaman Terjebak di Kumpulan Tas Bernilai Ratusan Juta)

Ada beberapa cara top up saldo uangku yaitu:

1. Via Transfer

Bisa melalui transfer ATM, mobile banking, atau internet banking, caranya:

  • Masukan kode bank 153/Bank Sinarmas
  • Masukan rekening tujuan dengan format 8881+rekening tujuan, misalnya: 88108564380442

2. Via Cash

Kamu bisa mengunjungi galeri Smartfren, Alfamart, dan Alfa Express (coming soon). Caranya tinggal request UANGKU Top Up ke kasir.

Security

Sah-sah saja jika ada di antara kita yang masih meragukan bagaimana sistem keamanan penyimpanan uang di UANGKU. Bagaimana dengan resiko terjadinya fraud? Bagaimana jika smartphone kita hilang? Nah, gambar berikut mungkin bisa menjelaskan bagaimana UANGKU membangun security system yang menjamin keamanan penggunanya.

security-uangku

Untuk kamu yang khawatir dengan saldo jika smartphone hilang, UANGKU menjamin itu tidak akan terjadi asalkan tidak ada yang tahu password akun kamu. Tiga kali gagal memasukkan pin maka akun akan terkunci. Selanjutnya jika masih khawatir, kita bisa menghubungi Call Center UANGKU 021-0100000 untuk meminta akun diblokir sementara.

Buat kamu yang masih penasaran sama UANGKU, bisa lihat situs dan juga social media UANGKU:

Facebook: UANGKU Indonesia

Instagram: @UANGKUID

Twitter: @UANGKUID

Line: @UANGKUID

Telepon: 021-50100000

Email: help@uangku.co.id

ratna dewi

23 Comments
Previous Post
Next Post