Kisah ‘Mengejar Matahari’ di Gili Trawangan

“Jaws, kayaknya kita salah jalan ini,” kata Cenie sambil melihat maps di hapenya.

Lalu kami pun berbalik arah dan berjalan cepat menuju pantai sisi barat Gili Trawangan. Sore itu adalah sore pertama kali kami di sana. Belum ada sepeda yang kami sewa sebagai alat transportasi. Pun kami baru sampai di Gili Trawangan sekitar pukul 15.30 dan saat itu pukul 17.30 kami tergopoh-gopoh berjalan menuju sisi barat Gili Trawangan untuk mengejar sunset.

Kami sampai di pantai sisi barat sekitar pukul 18.00 lebih dan sudah terlambat untuk melihat sunset sore itu. Tapi sisa sunset masih ada. Saya dan Cenie lalu duduk di bean bag yang terletak di pinggir-pinggir pantai sembari menikmati sisa-sisa sunset dan memesan air minum. Sore itu kami masih seperti anak kecil yang belum tahu banyak soal Gili Trawangan, bahkan untuk menikmati sunset secara gratisan kami pun belum tahu tempatnya.

sunset pertama di Gili Trawangan

Itulah sekilas kisah saya sama Cenie pas mengejar matahari terbenam pertama kali di Gili Trawangan. Mengejar matahari terbit dan terbenam kayaknya udah jadi hobi saya kalau liburan. Bukan cuma liburan, bahkan saat pulang kampung juga saya sering rela nongkrong pagi-pagi di tengah sawah atau naik ke atas loteng buat melihat matahari terbit. Rasanya damai aja gitu. Makanya saat di Gili Trawangan, momen mengejar matahari terbit dan tenggelam jadi momen wajib yang nggak boleh dilewatkan buat saya dan Cenie.

Moment Sunrise yang Damai

Mengejar sunrise memang agak penuh perjuangan ya soalnya mata yang masih ngantuk harus dipaksa melek untuk melihat matahari terbit. Belum lagi harus dandan dulu (yeah, anaknya harus banget pakai alis soalnya, hahaha). Jadi harus punya waktu ekstra buat bangun dan dandan. Tapi enaknya mengejar sunrise di Gili Trawangan adalah spotnya yang dekat sama penginapan saya.

(Baca juga: Mewujudkan Mimpi yang Tertunda ke Gili Trawangan)

Sunrise di Gili Trawangan bisa ditemui di pantai sebelah timur, tepatnya di sepanjang garis pantai yang sejajar sama dermaga Gili Trawangan. Kalau di Jakarta mungkin jam 06.00 WIB sudah terang-benderang lengkap dengan banyak orang menyongsong hari ke tempat kerja, lain lagi dengan Gili Trawangan. Saat saya di sana jam 06.00 WITA masih bisa melihat sunrise karena matahari terbit terang-benderang mulai pukul 06.30 WITA.

Satu hal lagi yang saya sukai dari mengejar sunrise di Gili Trawangan adalah suasana yang masih sepi saat pagi hari. Banyak orang khususnya bule-bule yang belum pada bangun. Apalagi kalau malamnya ada party, suasana pagi sepi dan damai karena banyak wisatawan baru pulang dan tidur pagi. Saat pagi saya juga bisa lihat para pelaku wisata dari pemilik cafe atau pedagang yang sedang bersiap, dari mereka yang sedang menyapu halaman depan sampai membuka tempatnya. Saat pagi pula saya bisa bebas nongkrong tanpa khawatir harus makan atau minum (khususnya di spot-spot tertentu yang sudah di-take) dan bisa leluasa bersepeda tanpa ketakutan ketabrak cidomo. Yang kayak begini justru yang saya suka.

bersama 5S, sea, sunrise, sand, sky, and Seani

Selain itu, mengejar sunrise di Gili Trawangan juga memungkinkan saya buat melihat seperti apa keadaan pagi di sana. Sesekali terlihat anak-anak pergi ke sekolah di perkampungan penduduk. Pemandangan yang buat saya tak biasa di tengah tempat yang hingar-bingar dengan suasana hiburan. Belum lagi udaranya yang masih segar dan tenang. Belum ada suara gedebum musik di sepanjang jalan. Belum ada pula cidomo yang lalu lalang. Sesekali saya pun berpapasan dengan wisatawan asing yang berolahraga atau bersepeda di pagi hari. Kalau beruntung, kamu juga bisa melihat orang-orang yang sedang yoga di pinggir pantai. Pokoknya, pagi hari di Gili Trawangan itu indah banget. Damai.

Oh ya, kalau mengejar sunrise di Gili Trawangan jangan lupa juga sempatkan foto-foto di banyak tempat. Di dermaga, di ayunan, di jembatan, sampai di kursi-kursi malas pinggir pantai karena justru saat itulah menurut saya saat yang tepat buat pepotoan. Selain masih sepi, kita juga nggak akan rikuh atau kurang pede karena diliatin banyak orang. Uuuuwww, pokoknya aku cinta banget pagi hari di Gili Trawangan.

ayunan sunrise di pantai sisi timur

Sunset yang Menakjubkan

Buat saya, suasana sunset di Gili Trawangan tak sesyahdu sunrise. Tapi tetap saja menakjubkan. Kala sunset, saya dan Cenie serta merta menuju ke pantai sebelah barat Gili Trawangan. Ada banyak tempat di pantai barat, namun yang paling terkenal adalah spot ayunan Ombak Sunset. Spot lain juga banyak kok, segaris sama ayunan Ombak Sunset.

Ayunan Ombak Sunset memang spot paling populer di Gili Trawangan. Lihat saja foto-foto orang yang ke Gili Trawangan, pasti nggak luput mengambil gambar di sana. Saya dan Cenie pun demikian. Namun, melihat matahari tenggelam seolah ditelan awan adalah sesuatu yang magis buat saya. Saya takjub sebentar kemudian tersadar lagi. Tersadar kenapa? Karena suasananya tak sesepi saat sunrise.

(Baca juga: Melihat Keindahan Alam Bawah Laut Gili Trawangan)

spot ayunan Ombak Sunset idola para wisatawan

Ya, saat sunset semua orang sepertinya sudah bangun, sudah berkegiatan. Banyak wisatawan asing yang lebih memilih melihat sunset makanya suasana di sekitar spot sunset menjadi ramai kala sore hari. Tak cuma menjadi penikmat sang matahari terbenam, mereka kadang juga mengisinya sambil berkegiatan. Dari sekadar makan minum di tepi pantai, berfoto, hingga berkuda. Itulah kenapa suasana sunset di spot utama tidak sesyahdu saat sunrise.

Sunset di Gili Trawangan bisa dinikmati mulai pukul 17.00 hingga 18.30. Spot ayunan Ombak Sunset yang terletak di dekat Ombak Sunset Hotel adalah spot yang paling populer. Ada 3 ayunan di sana. Kalau sudah sunset, banyak orang mengantre berfoto di ayunan tersebut. Saya dan Cenie pun nggak melewatkannya. Selain itu juga beberapa wisatawan menghabiskan waktu saat sunset dengan naik kuda.

Nah, kalau ingin sedikit syahdu saat menikmati sunset kita bisa jalan agak jauh ke tepian air (saat surut). Dari situlah seolah matahari tampak sangat besar di depan kita. Kalau sudah begini rasanya bersyukur banget bisa menikmati keindahan Tuhan yang sederhana tapi nyata.

paling enak memang menikmati sunset berdua pasangan

Well, dari 2 momen itu saya lebih suka melihat sunrise sih karena ambience-nya masih sepi dan segar. Tapi dua-duanya sama bagus dan menakjubkannya kok. Tinggal kamu suka yang mana. Saran saya sih kalau ke Gili Trawangan jangan lewatkan 2 momen itu. Lihatlah matahari terbit dan tenggelam lalu rasakan keindahan alam dan kebesaran Tuhan di sana.

 

 

10 Comments
Previous Post
Next Post