Tips Membangkitkan Lagi Semangat Berolahraga

Olahraga sebenarnya adalah kegiatan yang menyenangkan. Sayangnya, bagi mereka yang tidak begitu hobi berolahraga kegiatan ini akan terasa sangat berat. Selain karena aktivitasnya yang memang mengandalkan fisik, niatan berolahraga terkadang tidak diimbangi dengan eksekusi yang baik. Alhasil, olahraga hanya menjadi angan semata.

Jangankan yang masih berniat olahraga, orang yang sudah rajin olahraga lalu vakum lama pun akan merasakan rasa malas yang begitu besar untuk memulai kembali olahraga. Hal ini persis yang saya rasakan saat ini. Tahun lalu, saya sangat giat olahraga. Sampai-sampai saya daftar member fitness bersama teman-teman saya dan biasa berolahraga dua sampai tiga kali seminggu.

Nah, setelah pindah rumah saya jadi nggak pernah olahraga lagi. Selain karena belum menemukan tempat olahraga seenak tempat yang dulu, saya juga nggak ada teman yang diajak berolahraga. Lamanya vakum berolahraga juga membuat rasa malas semakin menjadi-jadi. Membayangkan harus bangun pagi trus bergerak aja kayaknya susaaahh sekali.

(Baca juga:Β Saya Benci Olahraga, Tapi…)

Tapi saya nggak bisa membiarkan diri seperti ini terus. Saya sadar betul penting dan manfaatnya berolahraga. Oleh karena itu, beberapa minggu terakhir ini saya mengumpulkan semua energi dan semangat untuk kembali berolahraga kembali. Biar cuma lari-lari kecil tapi saya bersyukur akhirnya bisa olahraga lagi. Ingin membangkitkan semangat olahraga setelah vakum lama seperti saya? Ini saya kasih tipsnya, semoga berguna dan menjadi pengingat buat saya agar selalu semangat berolahraga.

1. Jangan cuma bermodal niat

Seperti halnya ibadah, olahraga nggak bisa hanya bermodal niat. Kuncinya adalah segera eksekusi. Kalau cuma bermodal niat alhasil rencana olahraga hanyalah tinggal rencana. Olahraga memang harus dipaksakan walaupun dalam diri masih banyak rasa malas. Makanya, seberat apapun rasa malas dan ngantuk saya apalagi di Hari Minggu mau nggak mau harus saya paksakan untuk olahraga. Memulai olahraga memang harus diawali dari diri sendiri. Paling tidak kitalah yang harus memotivasi diri sendiri. Pikirkan enaknya hidup sehat dan manfaat jangka panjang yang diperolehnya.

2. Ajak teman untuk olahraga

Olahraga sendiri itu rasa malasnya jauh lebih besar daripada olahraga bersama teman. Paling tidak, ketika ada teman kita tidak terkesan ‘iseng’ sendiri. Walaupun tak ada teman kerja yang dulu kompak saat diajak olahraga, beruntung saya punya suami yang mau kalau diajak istrinya olahraga. Iya, suami saya adalah partner olahraga saya. Walaupun akhirnya beliau cuma duduk-duduk di taman, foto-foto, atau jajan tapi paling tidak ada yang mengantar saya buat ke taman tempat olahraga.

Selain suami, teman dan pacar juga bisa jadi partner dalam berolahraga khususnya bagi mereka yang belum menikah. Punya partner olahraga punya manfaat tersendiri karena bisa saling memotivasi dan mengingatkan apabila salah satu dari kita sudah mulai malas untuk berolahraga.

3. Awali dengan olahraga ringan

Walaupun pernah berolahraga sebelumnya tetapi ketika vakum lama badan dan otot kita kembali seperti orang yang tidak pernah olahraga. Oleh karena itu, awali kembali masa olahraga dengan melakukan gerakan-gerakan ringan seperti lari-lari kecil atau jalan cepat. Jangan langsung mengawali olahraga dengan olahraga berat atau memaksa tubuh untuk berolahraga berat misalnya langsung dipaksa lari sejauh beberapa kilometer. Olahraga berat apalagi yang langsung dipaksakan malah tidak akan membuat badan kita sehat. Yang ada, otot dan badan jadi kaget atau malah cedera.

Selain itu, atur juga frekuensi olahraga. Jangan mendadak langsung setiap hari berolahraga. Beri jarak dulu misalnya minggu pertama sekali seminggu, minggu kedua dua kali seminggu, minggu ketiga tiga kali seminggu, dan minggu-minggu selanjutnya tinggal dirutinkan. Dikhawatirkan jika langsung setiap hari berolahraga badan justru akan terasa sangat lelah dan cepat bosan.

4. Jangan kapok dengan pegal atau lelah

Efek dari badan yang sudah lama tidak pernah diajak olahraga adalah sangat lelah. Nggak jarang setelah itu badan pun menjadi pegal. Jangan khawatir, itu memang efek ketika pertama kali olahraga. Setelah itu, jika rutin olahraga maka badan dan otot akan terbiasa dan tidak akan terlalu lelah atau pegal setelah berolahraga. Jangan juga memaksakan olahraga yang tidak disuka hanya karena biar kelihatan keren. Oleh karenanya, jangan kapok dengan rasa lelah dan pegal itu karena memang efek yang wajar setelah kembali aktif berolahraga.

5. Cari tempat olahraga yang menyenangkan

Percaya atau tidak, tempat olahraga ternyata berpengaruh terhadap semangat berolahraga. Carilah tempat yang memang mendukung untuk berolahraga seperti taman kota, stadion, tempat gym, atau gelanggang olahraga. Jangan berolahraga di tempat yang terlalu penuh atau banyak orang karena akan menimbulkan suasana sumpek. Apalagi kalau tempat olahraganya di dalam ruangan maka akan berebut oksigen.

Bagi yang ingin berolahraga di luar ruangan atau outdoor ada baiknya pilih tempat olahraga yang jauh dari polusi. Taman atau hutan kota bisa jadi pilihan. Selain minim polusi di tempat-tempat ini biasanya juga banyak pohon rindang. Sayang kan kalau sudah bersemangat olahraga eeehh ternyata olahraganya di tempat yang nggak sehat seperti pinggir jalan yang terlalu banyak debu dan asap kendaraan bermotor.

6. Pilih olahraga yang disuka

Agar semangat semakin tinggi, pilihlah olahraga yang yang disuka. Jangan memaksakan olahraga yang tidak disuka hanya karena ‘katanya’ cepat menurunkan berat badan. Jangan pula memaksakan olahraga yang tidak disuka gara-gara gebetan hobi berolahraga tertentu. Olahraga harus menyenangkan. Jadi, pilihlah olahraga yang benar-benar sreg dan disuka agar semakin semangat berolahraga.

7. ‘Paksa’ dengan olahraga berbayar

Nah, buat tipikal orang yang moody seperti saya salah satu cara untuk ‘memaksa’ rutin berolahraga adalah dengan ikut olahraga berbayar. Maksud olahraga berbayar adalah olahraga dengan sistem member yang biasanya harus membayar per bulan misalnya member gym atau fitness atau senam. Biasanya karena sistem membayar jadi mengharuskan kita mau nggak mau untuk olahraga. Kan sayang kalau sudah mengeluarkan uang tapi tidak rajin olahraga. Alhasil uang terbuang percuma deh.

Gimana? Sudah siap mengumpulkan semangat buat mulai olahraga lagi? Yuk, mulai olahraga karena olahraga itu salah satu investasi kesehatan.

 

26 Comments
Previous Post
Next Post