ASI dari Dua Sisi, Ketika Peran Ayah Begitu Penting dalam Proses Menyusui

ASI dari Dua Sisi, Ketika Peran Ayah Begitu Penting dalam Proses Menyusui

Kalau ditanya siapa orang yang paling berjasa menyukseskan Aqsa hingga lulus jadi sarjana ASI? Lalu kalau ditanya siapa orang yang paling berjasa menyukseskan saya tetap istiqamah menyusui hingga usia Aqsa sudah setahun lebih? Jawabannya tentu saja suami. Suami sebagai circle paling dekat, support system paling lekat adalah pihak yang paling berjasa untuk membuat saya tetap on the track memberikan ASI pada buah hati kami.

Sebelum berceloteh panjang lebar, izinkan saya bercerita sedikit saja tentang suami yang udah deh nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata betapa tangguhnya dia menjadi ayah ASI. Top banget deh. Saya masih ingat, ketika akan melahirkan dan menyusui saya mengharuskan banget suami tetap ada di sisi saya 24 jam. Kami belajar bersama, memahami berdua. Jadi sebisa mungkin tidak ada gap informasi. Pemahaman kami diselaraskan soal menyusui ini. Walaupun ada ibu saya yang juga ikut menunggui saat saya melahirkan, suami tetap harus siaga di samping saya. Masalahnya, saya takut ada gap informasi yang terlalu lebar kalau hanya dengan ibu saya. Yep, saya nggak memungkiri kok pengetahuan masa kini kadang berbeda jauh dengan pengetahuan masa lalu yang kadang masih banyak mitosnya.

Dan terbukti setelah setahun lebih ini suami saya teruji sebagai ayah ASI. Saya masih ingat betul saat baru melahirkan dan ASI belum keluar, suami yang terus support saya. Ketika Aqsa harus dirawat lebih lama karena bilirubinnya tinggi dan ASI harus tetap diberikan dengan cara dipompa, suami saya rela jalan keluar RS mencari baby shop demi mendapatkan pompa ASI yang sebelumnya sama sekali nggak kami pikirkan. Ingatan saya juga masih lekat ketika tiap 3 jam suami rela mengantarkan ASIP dari hotel (kami menginap di hotel dekat RS setelah saya check out) ke RS menggunakan ojek sampai rela minta es batu ke bagian kitchen hotel demi menjaga kualitas ASIP untuk Aqsa yang sedang disinar. Duh kalau diingat-ingat lagi perjuangan itu bikin pengen mewek deh.

Jadi kalau rasa terima kasih bisa setiap kali dan bertubi-tubi saya ucapkan, suami adalah orang yang paling berhak menerimanya. Berkat support dan semangatnya, saya masih istiqamah memberikan ASI hingga sekarang. Ia selalu berseloroh ¨Udah ASI aja yang gratis¨ padahal saya tahu dalam hatinya memang dia ingin sang buah hati yang selama hitungan tahun ini dinantinya mendapatkan asupan yang terbaik.

Dukungan Suami untuk Proses Menyusui

Support suami sebagai orang terdekat ibu saat menyusui ini juga diamini oleh Febie Arimbhie. Febie dalam talkshow yang berjudul ASI dari Dua Sisi bersama PRENAGEN dan Hello Sehat, Sabtu (16/11) di Eighty Nine Coffe, Kemang. Sebagai seorang ibu dari 2 orang anak, Febie merasakan sekali jatuh bangunnya ibu menyusui dari mengalami payudara bengkak hingga keras seperti batu, puting lecet, hingga ASI seret keluar. Pengalaman itulah yang amat nggak terlupakan saat proses menyusui.

Febie Arimbhie dan suami

Karena sudah memiliki 2 orang anak, Febie mengungkapkan sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan. Hanya saja pada anak kedua sudah lebih punya bekal ilmu soal ASI dan menyusui di proses awal menyusuinya sehingga bisa lebih santai. Sedangkan pada anak pertamanya, ia masih sangat awam tentang ilmu menyusui dan laktasi. Ditambah belum banyak edukasi soal ASI di media sosial serta masih minimnya klinik laktasi di sekitar rumahnya.

Bagi Febie, kunci keberhasilan menyusui ada banyak faktor. Yang pertama adalah pikiran yang tenang dan hati yang senang sangat menunjang banyaknya produksi ASI. Selain itu, jangan lupa pada mama-mama baru serta calon mama baru untuk meng-update dan meng-upgrade ilmu tentang ASI. Yang terakhir adalah support dari inner circle terdekat yaitu suami yang jadi sangat penting.

Baca Juga:   Balada ASI

Adi, suami dari Febie pun turut membagikan ceritanya sebagai ayah ASI. Awalnya ia bahkan sama sekali nggak terbayang bagaimana dan harus apa seorang suami terhadap istri yang menyusui. Namun karena tuntutan keadaan, akhirnya Adi pun akhirnya belajar soal menyusui ini. Dukungannya terhadap Febie saat menyusui yang begitu membekas justru berasal dari hal-hal kecil seperti mengajak ngobrol saat malam-malam sang istri harus menyusui, ikut bangun di malam hari, menyendawakan si kecil, bahkan sampai memijiti sang istri.

Sementara itu, untuk memperbanyak produksi ASI Febie memperhatikan benar asupan makanannya. Ia rela menomersekiankan diet terlebih dahulu demi bisa makan makanan yang menunjang produktivitas ASI serta minum air putih yang banyak. Sedangkan sang suami juga ikut memperhatikan pemenuhan gizi Febie dengan menyediakan PRENAGEN khusus untuk ibu menyusui bagi sang istri. Terbukti setelah makan makanan bergizi ditunjang dengan PRENAGEN, Febie sangat merasakan kualitas dan kuantitas baik ASI maupun dirinya menjadi lebih baik.

Pijat Laktasi untuk Melancarkan Proses Menyusui

Selain sharing soal menyusui dari ibu dan ayah ASI, talkshow ini juga membagikan ilmu penting yang sangat berguna bagi ibu menyusui yaitu soal pijat laktasi. Bidan Israna Atikah adalah orang yang berkompeten untuk menyampaikan tentang pijat laktasi bagi ibu menyusui.

Namun, sebelumnya Bidan Israna berbagi cerita tentang pasiennya yang terkena postpartum blues karena minimnya pengetahuan soal ASI hingga berakibat sang bayi dikunci di dalam lemari karena terus-terusan menangis. Sementara sang suami tidak aware dengan keadaan istrinya. Nah, Bidan Israna menekankan pada para suami yang pas banget saat itu dibawa oleh para peserta talkshow untuk lebih peduli dan peka pada istrinya yang sedang hamil dan menyusui.

Bidan Israna menyatakan pijat laktasi terdiri dari tiga rangkaian yaitu pijat payudara, pijat oksitosin, dan kompres payudara. Tiga rangkaian pijat laktasi ini harus diketahui suami agar bisa mendukung terus perjalanan istri saat menyusui. Tiga rangkaian ini bisa dilakukan sendiri di rumah.

Salah satu langkah pijat laktasi adalah pijat payudara. Pijat payudara berguna antara lain untuk menjaga kelenturan atau kelembutan puting susu. Puting susu yang tidak lembut atau lentur bisa mengakibatkan kering dan menimbulkan lecet saat menyusui. Lecet saat menyusui inilah yang membuat ibu takut dan trauma untuk menyusui sehingga bisa membuat produksi ASI berkurang.

Sementara itu, kompres payudara bermanfaat untuk melancarkan saluran ASI. Kompres payudara ini terdiri dari kompres air dingin yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit saat bengkak dan kompres air hangat untuk melancarkan saluran ASI.

Untuk melakukan pijat payudara ada cara-caranya. Pijatan ini bisa dilakukan dua kali sehari. Namun, sebelum melakukan pemijatan payudara siapkan beberapa perlengkapan, antara lain: handuk, empat buah washlap (dua untuk air panas, dua untuk air hangat), hand sanitizer, dan kapas untuk membersihkan puting.

Berikut langkah-langkah kompres payudara:

  • Pastikan tangan dalam keadaan polos dan bersih dari kuman hingga ke sela-selanya
  • Bersihkan puting susu dengan menggunakan kapas yang dibasahi dengan baby oil selama 2-3 menit
  • Untuk payudara yang bengkak, sebaiknya kompres terlebih dahulu dengan air hangat 2-3 menit. Setelah itu, ganti dengan air dingin dan kompres sekitar 1 menit. Lakukan di payudara kanan dan kiri
  • Kapas yang sudah basah diletakkan di puting 2-3 menit, setelah itu dilepaskan dengan cara usap memutar

Sementara itu, langkah-langkah pijat payudara antara lain:

  • Beri kedua telapak tangan dengan minyak kemudian gosok untuk memberikan sensasi panas. Kemudian letakkan telapak tangan di tengah-tengah payudara lalu pijat atas, samping, bawah lalu buat gerakan seolah melempar payudara agar payudara turun ke bawah. Gerakan ini dilakukan 15-20 kali. Apabila ada gumpalan, pijat di bagian gumpalan dengan tekanan yang sedikit ringan. 
  • Selanjutnya ke salah satu payudara yaitu kanan. Topang payudara kanan dengan tangan kiri, kemudian gunakan jari kelingking dan telunjuk tangan dan pijat dengan lembut ke arah puting dari atas ke bawah lalu ke semua permukaan payudara dengan pusat ke arah puting. Jangan lupa berikan afirmasi positif pada payudara. Lakukan 2-3 menit lamanya kemudian lakukan langkah yang sama di payudara sebaliknya.
  • Langkah selanjutnya adalah gerakan memijat menggunakan buku-buku jari. Pada payudara kiri topang dengan tangan kanan lalu pijat dengan buku jari menekan dari arah otot dada ke puting susu sebanyak 15-20 kali.
  • Kemudian angkat payudara lalu dorong ke arah bawah seolah tangan membuang payudara. Setelah selesai, lakukan sebaliknya di payudara kanan. 
  • Gerakan selanjutnya letakkan jempol dan telunjuk di antara puting susu lalu dibuka keluar lalu ditekan ke arah dalam. Gerakan ini bagus untuk ibu yang memiliki puting datar atau tenggelam.

Selain pijat payudara, ada pula pijat oksitosin yang dilakukan di daerah punggung. Pijatan ini berguna untuk memberikan rasa nyaman pada ibu menyusui serta menyalurkan hormon cinta. Beberapa titik yang menjadi patokan pijat oksitosin adalah tulang belakang dan daerah di antara leher. Suami adalah orang yang paling tepat untuk melakukan pijatan ini. Selain untuk menyamankan ibu menyusui, pijatan ini juga bisa merangsang kontraksi alami dan memberikan rasa bahagia pada ibu hamil.

Langkah-langkah pijat oksitosin:

  • Beri tiga kali tekanan dengan ibu jari ke arah luar di daerah antara leher dan tulang belakang menjalar ke arah tepi tulang bahu yang menghubungkan dengan tangan. Lakukan di beberapa titik.
  • Selanjutnya tekan bagian bahu hingga ke arah luar ke arah pangkal lengan dengan menggunakan ibu jari.
  • Kemudian lakukan pijatan dengan gerakan memutar menggunakan ibu jari dari bawah tengkuk di antara tulang belikat kemudian mengitarinya ke belakang dan bagian bawah di antara tulang belakang perlahan hingga beberapa kali hitungan. 
  • Langkah selanjutnya adalah buat gerakan LOVE dari tengah punggung ke arah atas hingga ke arah bahu lalu ke bagian bawah hingga beberapa kali.

Pijat oksitosin ini bisa dilakukan pada ibu hamil ataupun menyusui. Pada ibu hamil, posisi pijat adalah kepala ibu menempel pada sandaran punggung kursi menghadap ke belakang. Sedangkan pada ibu menyusui, pijatan ini bisa dilakukan sambil tengkurap atau duduk sambil menyusui. 

Komitmen PRENAGEN untuk Ibu Hamil dan Menyusui

PRENAGEN menyadari pemberian ASI kepada anak adalah sebuah perjalanan yang dalam prosesnya tidak selalu lancar. Ilona, Senior Brand Manager PRENAGEN menyatakan sebagai produk yang menjadi ´teman´ bagi perempuan yang telah memasuki masa pernikahan, PRENAGEN memang ingin menemani perempuan di setiap fasenya. PRENAGEN tahu betul bahwa pemenuhan nutrisi sangat penting. Oleh karena itu, PRENAGEN menyediakan produk yang lengkap untuk para perempuan yang sedang mempersiapkan kehamilannya, yang sedang hamil, dan juga menyusui sesuai dengan tagline-nya ‘Nutrisi Lengkap Ibu dan Buah Hati’. Kandungan PRENAGEN yang kaya nutrisi di masing-masing produk penting bagi tubuh menjadikan PRENAGEN salah satu asupan yang bisa direkomendasikan untuk perempuan di setiap fase penting hidupnya.

Beberapa varian PRENAGEN yang bisa dikonsumsi, antara lain:

  • PRENAGEN Esensis yaitu susu rendah lemak yang mengandung Zinc untuk menjaga sistem reproduksi agar berfungsi dengan baik. 
  • PRENAGEN Emesis yaitu susu untuk ibu hamil yang berfungsi mengurangi frekuensi mual dan muntah hingga 90%, sehingga nutrisi ibu dan janin tetap terpenuhi. 
  • PRENAGEN Mommy yaitu susu khusus untuk ibu hamil yang di dalamnya terkandung berbagai nutrisi untuk kebutuhan janin. 
  • PRENAGEN Lactamom yaitu susu khusus ibu menyusui 
  • PRENAGEN Juice Drink yaitu minuman jus yang mengandung buah dan sayur serta baik diminum baik ibu hamil, menyusui, ataupun yang sedang mempersiapkan kehamilan. 

Selain varian-varian di atas yang sudah cukup lengkap dari awal menyusui, kini PRENAGEN juga hadir dengan varian baru yaitu PRENAGEN UHT rasa Almond Barley Soya yang di-launching bersamaan dengan talkshow. PRENAGEN varian ini selain praktis karena dikemas dalam bentuk UHT dan bisa dikonsumsi kapan saja juga bisa dikonsumsi oleh para mama yang alergi protein susu sapi atau tidak suka bau susu. Saya pun sudah mencoba PRENAGEN UHT Almond Barley Soya ini dan rasa serta baunya mengingatkan dengan susu almond kesukaan saya.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Me Time Ibu dan Anak di Rumah dengan Kaizen Mobile Spa

Tak hanya mencukupi nutrisi calon ibu hingga ibu menyusui, PRENAGEN sebagai bagian dari Kalbe Nutritional meluncurkan sebuah layanan keanggotaan yaitu Kalbe Family sebagai bentuk penghargaan terhadap loyalitas konsumen. Kalbe Family ini sudah ada dari tahun 2011. Marissa Head of Marketing Kalbe Family menyatakan bahwa ada banyak benefit yang diberikan dari Kalbe Family, antara lain:

  • Mengumpulkan point yang berasal dari pembelian produk salah satunya produk PRENAGEN dengan cara mengumpulkan struk yang dikirimkan melalui whatsapp atau di-upload melalui layanan website www.kalbestorefamily.com atau aplikasi Kalbe Family (saat ini baru terdapat di Play Store)
  • Selanjutnya, kita akan memeroleh e-card sebagai bukti keanggotaan kemudian bisa pilih sendiri gift yang diinginkan
  • Point yang sudah terkumpul bisa ditukarkan dengan hadiah-hadiah menarik, antara lain: voucher belanja Kalbe Family yang bisa dibelanjakan di beberapa tenant yang bekerja sama, blender on the go, jam tangan Garmin, dan Iphone X.

Setelah talkshow ini bukan hanya saya tetapi suami juga jadi paham benar bagaimana peran ayah yang teramat penting bagi lancarnya proses menyusui. Bekal ilmu yang sudah kami miliki serta insight baru yang kami dapatkan dari acara ini kelak akan kami sebarluaskan kepada saudara, tetangga, teman, atau siapa saja yang sedang merencanakan kehamilan, hamil, atau awal-awal menyusui agar banyak pasangan menjadi ”melek” bahwa perkara menyusui bukan hanya urusan ibu tetapi juga ada peran penting ayah di dalamnya.

Last but not least, buat para orang tua baru atau calon orang tua nggak ada salahnya buat membekali diri sebanyak-banyaknya dengan ilmu tentang menyusui dari banyak sumber. Salah satunya adalah bisa mengakses website Hello Sehat yang di dalamnya banyak sekali artikel pengetahuan soal menyusui.

Baca Juga:   Ikhtiar Itu Bernama Program Hamil

So, happy breastfeeding!

 

1 Comment
Previous Post
Next Post