Tentang Menjaga Kesehatan Gigi Keluarga

Tentang Menjaga Kesehatan Gigi Keluarga

Saat pemerintah mengumumkan untuk work from home dan social distancing alias di rumah aja, saya jadi cerewet sekali dengan kesehatan keluarga. Rumah sakit atau klinik rasanya jadi tempat terakhir yang akan kami kunjungi karena yang ada di bayangan saya tempat ini infeksius sekali. Jadi, prinsip saya adalah jangan sakit selama corona masih mewabah, termasuk salah satunya adalah sakit gigi.

Dokter atau klinik gigi merupakan pihak yang terdampak sekali dengan adanya corona. Banyak teman atau kenalan yang merupakan dokter gigi terpaksa tidak praktik dan menutup kliniknya karena dokter gigi merupakan orang yang paling berpotensi untuk tertular secara droplet oleh virus corona. Jadi, pesan saya pada keluarga selama masa PSBB ini adalah salah satunya jangan sampai sakit gigi. Pasalnya, kita nggak pernah tahu apakah dokter, alat, atau sesama pasien gigi steril atau terinfeksi dari corona.

Baca Juga:   Tips Ibu Tetap Sehat dan Produktif di Masa Pandemi

Bukannya tanpa alasan kalau saya sampai cerewet seperti ini. Pasalnya, keluarga kami sering sekali bermasalah dengan gigi. Saya adalah contoh nyatanya, betapa saat hamil saya harus bolak-balik ke dokter gigi karena kontraksi dini yang disebabkan oleh hal yang kelihatannya sepele yaitu gigi berlubang. Saya masih ingat harus bolak-balik berkali-kali untuk menambal semua lubang dan mengganti satu tambalan yang di dalamnya sudah membusuk karena tidak bersih. Bisa dibayangkan kan ketika dalam kondisi hamil, masih mual muntah, harus berhadapan dengan peralatan dokter gigi, mendengar suara bor yang bikin ngilu, sampai bolak-balik ditambal. Saya nggak pengen mengulang momen itu. Apalagi kalau mengingat berapa uang yang dikeluarkan untuk semua itu, nyesek banget karena sampai jutaan.

Baca Juga:   Cerita Kehamilan Ketiga: Drama Perawatan Gigi saat Hamil

Itu baru saya, belum suami saya. Ia juga punya permasalahan sama gigi. Malas menyikat gigi di malam hari membuat banyak giginya jadi berlubang dan ia harus merelakan beberapa gerahamnya dikikis habis dan ditambal karena rusak parah. Selain itu, dokter kandungan dimana saya promil dulu juga merekomendasikan suami untuk menambal semua lubang di gigi demi kelancaran promil karena bisa saja bakteri dalam gigi berlubang ‘memberatkan’ kerja sperma. Nggak nyangka saya, perkara sesepele gigi ini ternyata efeknya besar dan bisa kemana-mana.

Baca Juga:   Cerita Program Hamil Ketiga: Hallo, Prof Jacoeb

Karena sadar saya dan suami punya isu dengan gigi, maka kami sebisa mungkin menjaga gigi Aqsa sedari kecil agar tidak bermasalah. Nyatanya, beberapa bulan lalu saya sempat sedikit patah hati kala melihat kuning-kuning di gigi Aqsa dan sepertinya itu adalah plak. Rasanya bersalah sekali karena sampai ada plak di gigi anak yang masih setahun. Akhirnya, sebagai ibu saya ingin berupaya lebih untuk menjaga kesehatan gigi keluarga.

Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Saya tadinya santai saja menanggapi persoalan kesehatan gigi Aqsa. Apalagi Aqsa termasuk anak yang tumbuh giginya saat di atas usia setahun. Saat ia masih di bawah satu tahun dan belum tumbuh gigi, saya bahkan nggak melakukan apa-apa pada gusinya selain beberapa kali (dan ini jarang sekali intensitasnya) menggosoknya dengan penggosok gusi berbahan silikon yang saya beli secara online. Selebihnya tidak ada lagi karena saya pikir ‘Ah, belum numbuh ini giginya’.

Tapi sayangnya, ‘santai’-nya saya justru keterusan pas ia sudah tumbuh gigi. Pas baru satu gigi, saya mikir ‘Ah, baru satu ini’. Pas tumbuh gigi berikutnya pun saya masih berpikir seperti itu. Hingga akhirnya giginya bagian depannya tumbuh beberapa dan saya terlalu terlena untuk nggak mengajarkannya menyikat gigi sedini mungkin. Hingga akhirnya saya benar-benar tersadar saat gigi depannya berwarna kekuningan.

Saat itu, yang ada di pikiran saya adalah segera menyikatinya dengan sikat gigi dan pasta gigi anak. Sayangnya, proses menyikat gigi anak nggak segampang itu. Buat membuka mulut saja Aqsa nggak mau apalagi memasukkan sikat gigi dan pastanya yang terasa asing di mulut. Saya pengen mengajarkan pentingnya sikat gigi pada Aqsa walaupun sudah telat tetapi nggak mau memaksakannya karena takut kalau ia malah trauma.

Baca Juga:   Trauma Healing Pascakeguguran Berulang

Akhirnya, saya mencoba bersabar, banyak membaca, dan bertanya pada banyak orang soal menyikat gigi pada anak usia setahun. Alhamdulillah, walaupun belum bisa menyikat gigi layaknya orang dewasa, sekarang Aqsa paling tidak sudah mau buka mulut dan menggosokkan sikatnya walaupun hanya sebentar banget. Kekuningan di giginya pun berangsur sudah hilang. Ini saja sudah progress besar buat saya. Untuk sampai ke tahap ini, saya mengikuti beberapa tips menjaga kesehatan gigi anak balita usia setahun, antara lain:

  • Tidak memaksa saat anak tidak mau membuka mulut
  • Untuk awal, gosok giginya dengan tangan atau lap basah
  • Akrabkan si kecil dengan sikat dan pasta gigi, kenalkan dia dengan dua benda itu misalnya dengan memegangnya saat makan dan bilang ‘Nanti, setelah makan kamu sikat gigi pakai ini ya’.
  • Ajak si kecil saat kita sedang menyikat gigi
  • Berikan sikat gigi yang bergambar dan lucu
  • Minumkan air putih setelah si kecil makan
  • Perlahan biasakan si kecil untuk menyikat gigi sesuai jadwal

Menjaga Kesehatan Gigi Ayah dan Ibu

Menjaga kesehatan gigi orang dewasa tampaknya lebih rumit. Habit, makanan yang dikonsumsi, gaya hidup, dan beberapa faktor lain sangat memengaruhi kesehatan gigi pada orang dewasa. Satu hal yang saya syukuri dari anggota keluarga saya yang lain adalah tidak ada yang merokok dan minum alkohol. Jadi, faktor yang satu itu sudah bisa dicoret dari daftar kekhawatiran perusak gigi. Tapi bukan berarti saya bisa bernafas lega. Masih banyak PR untuk selalu memastikan kondisi gigi keluarga saya selalu sehat.

Baca Juga:   Yuk, Tiru Konsistensi Olahraga dan Gaya Hidup Sehat 6 Selebritis Cewek Ini!

Contoh terdekat adalah diri saya sendiri. Susah sekali rasanya untuk mengubah kebiasaan jelek yang saya bawa saat masih hamil yaitu menyikat gigi sekali dalam sehari. Iya, kalian nggak salah baca kok, kadang saya masih menyikat gigi sehari sekali karena kebiasaan saat hamil. Saat hamil, setiap menyikat gigi saya akan muntah-muntah hebat. Itu sebabnya, saya mendingan hanya menyikat gigi di malam hari saat akan tidur. Ini contoh yang buruk banget dan jangan ditiru ya. Sekarang, saya sedang berusaha kembali menormalkan jadwal menyikat gigi saya dan menyugesti diri agar nggak mual saat menyikat gigi.

Baca Juga:   Cerita Kehamilan Ketiga: Kebiasaan-Kebiasaan Baru di Rumah

Begitupun dengan suami saya. Walaupun tidak merokok dan minum alkohol, tapi kesukaannya makan makanan manis di malam hari dan suka lupa menyikat gigi sebelum tidur jadi kebiasaan buruknya. Oleh karena itu, sekarang saya dan suami sedang berusaha untuk mendisiplinkan kembali jadwal menyikat gigi kami. Kami pengen menjadi contoh yang baik untuk Aqsa.

Selain mengubah kebiasaan buruk dan mendisiplinkan jadwal, kami juga mencari pasta gigi yang benar benar maksimal melindungi. Ini yang luput dari penilaian saya selama ini karena selama ini saya selalu memakai pasta gigi berdasarkan harga. Yup, cari yang termurah bahkan kalau bisa yang ada bonus sikat giginya. Duh, buruk sekali saya. Padahal pasta gigi itu jadi elemen penting dalam menjaga kesehatan gigi. Hingga akhirnya saya ‘menemukan’ Sasha Pencegah Gigi Berlubang.

Sasha Pencegah Gigi Berlubang merupakan pasta gigi yang mengandung bahan-bahan yang bermanfaat untuk mencegah gigi berlubang. Salah satu kandungan yang terdapat dalam Sasha Pencegah Gigi Berlubang adalah siwak. Sebagai seorang muslimah, saya kerap mendengar siwak sebagai pasta gigi Rasulullah. Siwak atau miswak adalah ranting atau batang dari pohon Salvadora Persica yang juga biasa disebut “pohon sikat gigi”. Siwak sudah digunakan untuk membersihkan dan merawat gigi sejak zaman peradaban awal Arab, Yunani, dan Romawi Kuno.

Siwak mengandung resin, flouride murni, klorida, dan kalsium. Karena itulah siwak memiliki banyak manfaat yang berguna untuk gigi dan mulut, antara lain:

  • mencegah gigi berlubang, mencegah terbentuknya plak
  • mencegah bau mulut, menyegarkan nafas
  • menjaga kekuatan akar gigi
  • memperkuat enamel atau permukaan gigi secara berkelanjutan.

Adanya kandungan siwak dalam Sasha Pencegah Gigi Berlubang membuat pasta gigi ini memberikan kedekatan emosional dan spiritual bagi umat Muslim. Hal ini karena siwak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW menggunakan siwak untuk membersihkan gigi. Sasha mengerti benar bahwa teladan terhadap gaya hidup Rasulullah SAW sudah menjadi hal yang semakin hari semakin dipelajari banyak kaum muslim. Banyak kalangan yang akhirnya memutuskan untuk berhijrah dan mengikuti sunah Rasulullah SAW salah satunya dalam hal menyikat gigi. Teladan terhadap apa-apa yang dilakukan Rasulullah SAW ini diakomodasi oleh Sasha Pencegah Gigi Berlubang dalam bentuk pasta gigi yang lebih mudah untuk digunakan pada zaman modern ini ketimbang harus menggunakan ranting siwak bulat-bulat.

Tak hanya syari, Sasha Pencegah Gigi Berlubang juga tidak mengandung alkohol dan halal. Halal yang diklaim Sasha Pencegah Gigi Berlubang selain karena sudah mendapat sertifikasi resmi dari MUI, juga dikarenakan produk ini tidak mengandung bahan yang berasal dari hewan sehingga makin tak ada keraguan lagi bagi umat Muslim untuk menggunakan Sasha Pencegah Gigi Berlubang.

Itulah kenapa akhirnya saya dan keluarga juga memantapkan diri untuk menggunakan Sasha Pencegah Gigi Berlubang. Awalnya, saya sempat ragu dan takut rasa pasta giginya tidak enak di mulut. Apalagi mulut saya tipikal yang sangat sensitif dengan pasta gigi. Tapi setelah memakai Sasha Pencegah Gigi Berlubang semua asumsi saya jadi berubah.

Kesan pertama saat mencoba Sasha Pencegah Gigi Berlubang adalah pasta gigi ini ‘ramah’ di mulut. Sasha Pencegah Gigi Berlubang memiliki rasa segar yang pas dan tidak terlalu kuat, yang kadang justru membuat pasta gigi jatuhnya pedas saat dipakai dan menimbulkan efek mual bagi saya. Busanya pun tidak terlalu banyak. Nanti kalau Aqsa sudah agak besar, saya akan pakaikan Sasha Pencegah Gigi Berlubang karena tidak terlalu ‘pedas’ dan ramah untuk digunakan pada anak-anak.

Sasha Pencegah Gigi Berlubang kini bisa didapatkan secara offline maupun online. Walaupun mengusung konsep syariah dan halal, nyatanya harga pasta gigi ini cukup bersahabat di kantung. Sasha Pencegah Gigi Berlubang tube ukuran 150 gr dibanderol dengan harga Rp 10.500, sedangkan Sasha Pencegah Gigi Berlubang ukuran 65 gr memiliki HET Rp 4.500. Untuk pembelian online-nya kalian bisa klik langsung ke https://bit.ly/SashaHalalPencegahGigiBerlubang. 

Kini, Sasha Pencegah Gigi Berlubang selalu menemani keluarga saya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Sasha Pencegah Gigi Berlubang mendukung prinsip saya dan suami yang ingin hidup lebih syari dalam setiap aspek kehidupan kami. Insyaallah, setelah Aqsa semakin besar kami akan kenalkan dia dengan Sasha Pencegah Gigi Berlubang yang bukan hanya pasta gigi berlubang yang melindungi gigi, tetapi juga pasta gigi halal dan juga syariah. Untuk informasi lebih lengkap tentang Sasha Pencegah Gigi Berlubang, kalian bisa cek langsung di social medianya:

Instagram: @sashaindonesia
Facebook page: https://www.facebook.com/Sasha-Pancaran-Aura-Islami-1413446215427311/

 

 

17 Comments
Previous Post
Next Post