#CeritaIbu: Serba-Serbi Menjaga Berat Badan Anak Tetap Stabil

#CeritaIbu: Serba-Serbi Menjaga Berat Badan Anak Tetap Stabil

Beberapa tahun yang lalu, saat saya masih belum punya anak dan tinggal di dekat rumah sepupu, saya selalu nanya ke dia kalau habis pulang dari nimbangin anaknya di Posyandu, “Beratnya berapa?”. Sepupu saya selalu jawab “10 kilo, nih” selama berbulan-bulan. Habis itu saya ngakak sambil bilang “Ya ampun, 10 kilo lagi? Itu juga yang 2 kilonya daki ya?”. Setelah sekarang saya pikir-pikir lagi ternyata saya dulu jahat banget mulutnya.

Dulu saya mikir, ini sepupu saya malas banget kasih makan anaknya apa gimana sih. Masa sampai berbulan-bulan berat badan (BB) anaknya stuck padahal saat itu masih batita. Ternyata pas sudah punya anak, perkara BB ini bukan perkara yang mudah. Saya mengalaminya sampai rasanya ngenes banget. Sesulit itu ternyata menaikkan berat badan anak. Bahkan, menjaganya tetap stabil dan nggak turun aja sulit. Mungkin juga pas punya anak ini Tuhan seolah pengen menyadarkan saya “Tuh Dew, ngerasain juga kan gimana sulitnya maintain BB anak”. Sejak itulah saya jadi lebih bijaksana dalam merespon berat badan anak karena saya mengalami sendiri rasanya menaikkan BB anak memang sesulit itu.

Idealnya, memang BB anak harus selalu naik setiap bulannya. Kalau memang udah stuck sampai berbulan-bulan, turun, bahkan berada di bawah garis merah di KMS ya sudah harus waspada. Saya paling takut gizi buruk dan stunting. Kayaknya sih bukan cuma saya aja ya, semua ibu juga begitu. Jadi, saya udah legowo banget postur Aqsa kecil (dan sering dibilang mungil atau kurus sama orang-orang) tapi yang penting saya tahu kalau nutrisinya tercukupi dan BB-nya selalu naik tiap bulan.

Kalau dulu DSA Aqsa selalu menargetkan di usia 0-3 bulan kenaikannya 750 gram hingga 1 kg per bulan, usia 3-6 bulan naik 450-750 gram per bulan, dan usia 6-12 bulan  naik 250-350 gram per bulan. Aqsa sempat stuck BB-nya di bulan ke-9 karena GTM. Duh, waktu itu rasanya sedih banget. Akhirnya saya banyak bertanya, mendengarkan sharing dari orang-orang, baca buku, sampai bacain IG story-nya dokter-dokter biar Aqsa makan lahap dan BB-nya naik.

Baca Juga:   #CeritaIbu: GTM, Drama Panjang Banyak Babak

Setelah tahu informasi dari berbagai sumber dan saya terapkan, alhamdulillah 3 bulan kemarin Aqsa bisa naik BB 900 gram yang berarti tiap bulannya rata-rata 300 gram. Dokternya bahkan sampai nanya “Anaknya suka makan ya?”, tapi saya dan ayahnya senyum aja. Ya gitu deh, karena di balik BB anak yang naik ada ibu yang pagi sambil ngantuk-ngantuk baca tips dan ayah yang punya stok sabar seluas samudra saat menyuapi Aqsa untuk nggak tergoda buat sambil nyetelin Youtube.

Nah, kalau ditanya lagi jadi apa aja tipnya buat menjaga BB anak, sebenarnya sederhana kok. Kuncinya adalah konsisten dan sabar. Nih beberapa tip yang saya terapkan supaya BB anak tetap stabil dan naik tiap bulannya:

1. Disiplin makan dan jadwal

Dulu, saya obsesi banget BB Aqsa naik banyak jadi tiap dia melek saya kasih makanan atau cemilan. Yang ada bukannya anaknya nafsu makan malah tambah nggak nafsu. Sekarang saya sadar bahwa perut anak juga ada masa kenyangnya sama halnya dengan orang dewasa. Toh saya kalau sudah atau masih kenyang juga nggak mau dikasih makan terus-menerus, begitu pun anak kecil. Dari hasil baca dan brainstorming akhirnya saya tetapkan jadwal makan Aqsa yang harus dipatuhi, sebagai berikut:

  • Jam 06.00 ASI
  • Jam 08.00 makan pagi
  • Jam 10.00 cemilan pagi
  • Jam 12.00 makan siang
  • Jam 14.00 ASI
  • Jam 16.00 cemilan sore
  • Jam 18.00 makan malam

Jadwal tersebut harus konsisten dipatuhi dan tepat waktu. Apabila di sela jadwal malah Aqsa bobok, ya udah lewati saja dan beralih ke jadwal selanjutnya.

Selain itu, saat makan juga saya haruskan Aqsa duduk di high chair dan tanpa distraksi baik gadget maupun mainan. Waktu makan juga dibatasi cuma 30 menit. Jangan lupa, sesuaikan tekstur dengan usianya. Semuanya untuk mengenalkan dia dengan rasa lapar dan apa artinya makan. Trus pas dicobain ke dia langsung sukses? Tentu tidak. Saya harus tahan-tahanin tapi toh lama-kelamaan dia akhirnya mau juga kompromi sama jadwal yang saya atur dan makan dengan lahap.

2. Variasi menu

Sebagai orang yang cepat bosan, saya maklum banget kok kalau bayi juga bosenan kalau dikasih makannya itu-itu aja. Makanya saya rela bangun pagi dan baca banyak soal per-MPASI-an ini biar bisa bikinin makanan yang variatif buat Aqsa. Biasanya tiap hari saya selang-seling atau kombinasikan beberapa menu untuk makanannya dia. Yang paling penting adalah harus selalu ada protein hewaninya.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Happy Menapaki Tahapan MPASI bersama Nuby

Daging ayam, ikan, daging sapi, dan telur itu biasanya kunci saya. Tinggal divariasikan saja setiap hari bahan makanan itu. Kalau sedang pengen ngejar BB karena beberapa hari nggak doyan makan, biasanya saya kasih menu dobel protein hewani ke Aqsa seperti: nasi-lauk ikan-sup telur atau nasi-hati ayam-sup ikan. Untungnya Aqsa setiap hari suka banget makan pakai sup. Jadi bisa divariasikan lebih banyak deh menu-menunya.

3. Sesekali ajak makan di suasana yang berbeda

Disiplin jadwal makan dan menu yang variatif nggak melulu bikin nafsu makan anak stabil. Ada saat-saat tertentu yang harus dimaklumi yang membuat nafsu makan anak berkurang atau hilang, misalnya saat tumbuh gigi, badan panas setelah imunisasi, atau sakit. Di saat-saat itulah, pikiran orang tua dituntut kreatif untuk bagaimana caranya mengembalikan nafsu makan anak seperti semula.

Tiap orang tua mungkin treatment-nya berbeda ya. Tapi kalau saya biasanya bawa Aqsa ke tempat baru untuk makan biar dia juga dapat suasana baru. Biasanya sih ke taman, playground, tempat saudara, atau restoran di hari-hari libur. Aqsa yang kalau di rumah susah makan dan suka dilepeh jadi semangat makannya kalau ada di tempat-tempat baru. Biasanya sehari atau dua hari saya biarkan dia makan bukan di rumah. Setelah kembali ke rumah, alhamdulillah dia jadi doyan makan lagi. Bosan juga kayaknya dia makan dengan suasana rumah terus-menerus.

4. Menjaga anak dari sakit

Kalau anak sakit, nafsu makannya sudah pasti bubar jalan. Siap-siap lagi deh menghadapi GTM, tambah stok sabar, dan fokus mulai dari 0 lagi untuk mengatur pola makannya. Oleh sebab itu, saya mendingan berprinsip lebih baik sebisa mungkin menjaga dan menghindarkan dari sakit. Caranya adalah dengan:

  • Memastikan berada di lingkungan yang kondusif

Sesenang-senangnya saya jalan-jalan, saya sangat membatasi jalan-jalan membawa Aqsa. Nggak setiap hari saya bolehkan dia ke tempat-tempat umum yang bisa jadi banyak kuman, penyakit, polusi, serta asap rokoknya. Di rumah pun, saya mengondisikan rumah sekondusif mungkin. Salah satunya adalah melarang orang merokok dengan menempelkan larangan merokok di dalam rumah. Itu semua menjaga semata-mata agar Aqsa bisa selalu sehat.

  • Menghilangkan kebiasaan buruk

Saya punya bad habit atau kebiasaan buruk yang susah sekali dihilangkan yaitu suka mengambil kembali makanan yang sudah jatuh ke lantai yang sekiranya bersih lalu saya makan lagi. Beberapa kali sempat saya lakukan kebiasaan buruk ini pas lagi nyuapin Aqsa makan dan setelah itu saya merasa bersalah karena takut Aqsa sakit perut. Tahu sendiri kan banyak bakteri misalnya Salmonella yang bisa bertahan hidup hingga puluhan jam dan ada dimana-mana termasuk di lantai kejatuhan makanan walaupun kelihatannya bersih.

Selain itu, saya juga biasakan cuci tangan sebelum memegang Aqsa, menyuapinya, atau memberinya ASI agar tangan saya bersih dan tidak terkontaminasi kuman. Pun dengan Aqsa yang saya biasakan buat cuci tangan. Apalagi dia yang lagi senang bereksplorasi sampai-sampai sering ngurek-urek tanah atau pegang apa saja yang sudah jelas-jelas nggak bersih.

  • Menjaga benda-benda di sekitarnya tetap bersih

Anak-anak apalagi seusia Aqsa lagi senang-senangnya bereksplorasi. Dia bisa kemana saja dan memegang apa saja. Hampir semua barang yang baru dia lihat pengen dia pegang, apalagi kalau benda-bendanya berwarna mencolok. Oleh karena itu daripada membiarkan dia bermain gadget, saya dan ayahnya pilih memberikan dia mainan yang kesannya masih konvensional seperti bola warna-warni, mobil-mobilan, miniatur binatang, dan masih banyak lagi.

Sayangnya, benda-benda itu juga nggak selalu terjaga kebersihannya. Apalagi kalau sudah dimainkan di luar rumah atau jatuh ke lantai. Salah-salah berbagai bakteri atau virus bisa pada menempel. Yang paling gampang dan sepele adalah virus flu yang mudah ditularkan lewat sentuhan. Virusnya pun bisa bertahan puluhan jam di udara. Kalau sudah gitu, tugas saya adalah memastikan semua mainan yang sering disentuh Aqsa bersih.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Tentang Flu dan Bagaimana Menghadapinya

Selain mainan, saya juga menjaga betul kebersihan peralatan makannya. Dari peralatan membuat MPASI, botol buat menyimpan ASIP, pompa ASI, hingga peralatan makan sehari-hari. Saking khawatirnya peralatan makan terpapar kuman, saya bahkan pisahkan talenan khusus buat dia dan buat memasak. sehari-hari Setiap hari, saya selalu pastikan peralatan makannya bersih apalagi sekarang Aqsa masih berada di 1000 hari masa emas pertumbuhannya yang berarti 1000 hari perlindungan juga untuknya.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Tentang MengASIhi dan Dukungan di Baliknya

Nah, karena memastikan apa-apa yang ada di sekitar Aqsa harus bersih adalah tugas saya, sebagai ibu saya percayakan semuanya pada Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi. Sejak Aqsa lahir bahkan saya sudah percayakan mencuci perlengkapan bayi dengan Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi, dimulai untuk mencuci nipple shield yang dulu selalu saya gunakan saat menyusui Aqsa, kemudian untuk mencuci pompa ASI, hingga botol susunya.

Kalau ditanya kenapa pakainya Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi? Jawaban saya simpel, harganya affordable banget buat sebuah pencuci botol bayi dan yang paling penting mudah banget untuk ditemukan bahkan di kota kecil kayak Kutoarjo, kampung halaman saya saja ada. Dan terbukti memang Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi adalah produk bayi yang aman.

Sebelum saya istiqamah untuk menggunakan Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi, saya pernah mencoba mencuci botol susu dan peralatan makan Aqsa menggunakan sabun pencuci piring biasa karena Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi yang dipunyai sedang habis. Dan ternyata yang ada botol susu dan tempat makannya masih berminyak dan berbau amis, huhuhu. Sedih deh sayanya. Akhirnya saya cuci ulang aja semuanya pakai Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi yang baru beli.

Karena sudah terbiasa sejak Aqsa dari bayi baru lahir dan sudah sreg akhirnya sampai sekarang saya percayakan kebersihan peralatan bayinya dengan Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi. Nggak mau berpindah ke lain hati. Apalagi ternyata sekarang Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi memiliki formula 8 perlindungan yang membuat produknya aman digunakan untuk anak-anak atau bayi baru lahir. Formula 8 perlindungan itu adalah:

  1. Food Grade
    yaitu formulasi tidak mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan dan aman untuk si kecil, apalagi Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi sering digunakan untuk mencuci peralatan bayi. Jadi nggak perlu khawatir kalau ada sisa pembersih tertinggal dan sampai tertelan si kecil.

  2. Natural Anti Bacterial
    yaitu mengandung bahan alami yang mampu membasmi kotoran dan kuman secara maksimal pada perlengkapan si kecil termasuk botol susunya. Ini penting banget apalagi kuman, bakteri, ataupun virus tak bisa ditangkap dengan mata telanjang dan ada dimana-mana. Natural Anti Bacterial memberikan garansi perlindungan dari kuman tetapi tetap menggunakan bahan yang alami.

  3. Stain Removal
    Mampu membersihkan noda yang menempel, sisa lemak, dan bau tak sedap pada peralatan makan si kecil secara keseluruhan. Dengan kemampuan membersihkan sisa lemak dan bau ini membantu banget buat saya untuk membersihkan botol susu Aqsa atau tempat makan plastiknya yang biasa terkena sisa lemak karena penambahan unsalted butter atau EVOO.

  4. Hypoallergenic
    Formula ini mampu meminimalisir terjadinya iritasi kulit, gatal dan kasar pada kulit bukan hanya untuk si kecil tapi juga untuk saya saat mencuci. Ini penting banget apalagi mengingat saya nggak selalu cocok dengan sabun-sabun pencuci piring biasa.

  5. Dermatologically Tested
    Artinya sabun pencuci botol yang sudah teruji klinis di laboratorium yang terpercaya. Jadi nggak perlu khawatir akan keamanannya baik untuk bayi ataupun ibu.

  6. Microbiological Tested
    Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi ini sudah teruji efektif dalam membunuh mikroorganisme yang berbahaya. Apalagi mainan anak-anak dan tempat makannya yang merupakan benda-benda yang gampang tertempel kuman dan bakteri.

  7. High Quality Concentrate
    Hanya perlu sedikit saja, botol susu si kecil sudah bersih dan terlindungi dari kuman. Ini nih yang mengerti banget dengan kami, kaum ibu karena pemakaiannya pun irit.

  8. Paraben Free
    Sejak hamil, saya memang menghindari apa-apa yang mengandung paraben. Pas tahu Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi bebas paraben saya girang banget karena ternyata prinsip saya untuk pakai produk-produk yang paraben free buat anak bisa tercapai juga. Karena Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi tidak mengandung paraben dan bahan pengawet lainnya sehingga aman banget untuk si kecil.

Selain formula baru dengan 8 perlindungan ini, hal lain yang saya suka dari Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi adalah baunya yang harum tetapi tetap kalem dan tidak menusuk hidung. Itu sebabnya, saya jadi sering pakai untuk sabun cuci tangan juga karena wanginya menyegarkan. Dan terbukti memang Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi nggak bikin alergi di tangan saya yang cukup sensitif.

Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi ini tersedia dalam berbagai kemasan yaitu kemasan pouch isi ulang dan juga botol (500 & 150 ml). Khusus untuk kemasan botol 150 ml adalah kemasan praktis yang bahkan bisa dibawa-bawa saat traveling. Jadi, saat pulang kampung atau traveling ke suatu tempat saya nggak perlu khawatir lagi karena sudah tersedia traveling kit Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi yang praktis dimasukkan dalam tas dan bisa dibawa kemana saja. Kemasan botolnya juga antitumpah karena Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi botol dilengkapi dengan tutup fliptop seperti tutup sabun cuci piring yang biasa dipakai dalam rumah tangga.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Mudik Lebaran Pertama bersama Bayi

Jadi sekarang Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi masuk dalam list benda-benda yang berperan penting untuk menjaga kesehatan Aqsa di rumah. Sementara saya adalah ‘main guardian’ yang dituntut rajin untuk membersihkan dan memperhatikan kebersihan benda-benda yang dipakainya. Saya rasa kombinasi ibu dan Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi adalah duo combo yang siap berperan penting untuk melawan berbagai penyebab penyakit yang disebabkan oleh kuman.

Buat kalian calon ibu dan ibu-ibu khususnya yang masih memiliki anak di usia 1000 hari perlindungan dimana waktu tersebut adalah periode emas pertumbuhan, jangan lupa pastikan selalu kebersihan benda-benda perlengkapan si kecil dengan Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi. Sleek Baby Pembersih Botol Dengan 8 Proteksi ini harganya juga terjangkau kok dan bisa dibeli baik itu secara online maupun di babyshop, supermarket, atau minimarket terdekat. Kalau mau lihat produk-produk Sleek lainnya juga bisa langsung kepoin media sosialnya Sleek Baby untuk mendapatkan info-info produknya.

Facebook: https://id-id.facebook.com/SleekJugaSayangAnak/
Instagram: https://www.instagram.com/sleekbaby_id/

 

8 Comments
Previous Post
Next Post