Jangan Katakan Ini Pada Perempuan yang Belum Memiliki Anak

etika bertanya kehamilan

Menikah dan memiliki anak adalah keinginan bagi setiap pasangan suami istri. Tapi ternyata tak selamanya pasangan suami istri menempuh jalan yang mulus untuk segera mendapatkan anak. Banyak pertanyaan, kekepoan, bahkan cibiran dari orang ketika melihat pasutri yang belum memiliki anak. Bahkan, tidak  jarang entah secara sengaja atau nggak, banyak yang berucap kurang enak secara langsung di depan pasutri.

Dan yang kerap kali sensi atau disalahkan adalah pihak istri atau perempuan. Padahal, belum memiliki anak adalah tanggung jawab yang dipikul berdua antara suami dan istri plus campur tangan Yang Maha Kuasa. Jadi, mulai sekarang yuk mulai tenggang rasa dengan pasutri yang belum memiliki anak dengan nggak berucap hal-hal berikut:

1. ‘Kok belum isi juga?’

Ini sebenernya pertanyaan yang sepele tapi sumpah menohok banget. Biasanya sebelum pertanyaan ini dilontarkan, terlebih dulu ada pertanyaan basa-basi busuk-nya yaitu ‘eh, udah isi belum ya?’. Plis, jangan tanyakan ini karena selain nggak sopan, toh bisa menyinggung perasaan. Jangankan tanya sama pasutri yang sudah lama menikah, pasangan pengantin baru yang baru beberapa bulan menikah pun pasti jengah dengan pertanyaan ini.

Pasangan yang belum kunjung dikasih keturunan pastilah inginnya didoakan dan dibesarkan hatinya, bukan terus menerus ditanya ‘udah isi belum?’ yang dilanjutkan dengan ‘kok belum isi juga?’. Percayalah, jika ada berita baik, pasti akan dengan senang hati disebarluaskan.

2. ‘Si ini baru menikah kemarin udah hamil, kok kamu belum?’

Dear penanya, sudah punya anak atau belum itu adalah kuasa Allah. Kami kan tinggal berdoa dan ikhtiar. Hamil dan punya anak itu bukanlah perlombaan, yang bisa diukur rumus matematikanya, yang bisa diaplikasikan dan kalau sudah benar rumus dan cara pengerjaannya bisa berhasil. Big no no.

Hamil dan punya anak lagi-lagi campur tangan Allah. Kalau yang baru menikah langsung hamil, itu berarti rezeki anak memang didapat dengan mudah. Tapi kalau sudah menikah belum juga hamil dan punya anak, bukan berarti Tuhan nggak kasih rezeki. Tuhan mungkin kasih rezeki yang lain tapi rezeki memiliki anak masih disimpan dulu biar sang pasutri semakin rajin beribadah dan berusaha.

3. ‘Program hamil yang bener sana biar punya anak’

Saya pernah dikatain pakai kalimat ini sama orang dekat, Ya Allah rasanya nyeess sakit banget. Kesannya saya nggak pernah berusaha. Pengennya saat itu juga saya lempar di depan orangnya tuh berbagai obat, vitamin, kertas diagnosis, dan nota pembayaran program hamil saya *emosi jiwa*. Pengen rasanya saya teriak di kupingnya, saya sudah berkali-kali program hamil dengan dokter terbaik di rumah sakit terbaik. Pengen rasanya saya liatin dengan seksama nota pembayaran program hamil yang nggak murah dan bilang “Saya dan suami harus keluar jutaan rupiah buat program hamil dan kamu sama sekali nggak pernah nyumbang sepeser pun”.

(Baca juga: FAQ Seputar Program Hamil)

Dan lagi-lagi kalau ketemu orang yang bilang kayak gini mendingan balik kanan aja, ditinggalin. Daripada tambah stres. Perempuan yang lagi program hamil nggak boleh terpapar stres terlalu banyak lho.

4. ‘Buruan hamil dan punya anak, umurmu udah nggak muda lagi lho’

Sekali lagi, hamil dan punya anak adalah rezeki. Kapan Allah mau ngasih ya akan dikasih seberapa pun umurnya. Ada kan bocah yang masih ABG hamil, terus ada juga kan orang yang sudah usia rawan di atas 40 tahun baru bisa hamil? Ya balik lagi, semuanya atas rezeki dari Yang Maha Kuasa. Karena anak itu adalah hak Allah.

5. ‘Kalo kamu nggak punya anak nanti suamimu bisa berpaling lho, trus emang mertua kamu terima nggak punya cucu?’

Saya sangat yakin kalau ada orang-orang atau keluarga yang menerima kita apa adanya, menerima apapun keadaan kita, mendukung segala usaha kita. Memang banyak cerita istri ditinggal suami atau mertua yang menyuruh anaknya cari istri lagi kalau nggak kunjung punya keturunan, dan itu JAHAT BANGET menurut saya. Kalau mau menikahi, pasti sanggup menerima apapun keadaannya. Jangan sudah ketahuan kelemahannya trus dicampakan begitu saja. Itu sungguh terlalu.

Saya jadi ingat tetangga saya yang sudah 15 tahun lebih menikah tapi sampai sekarang belum juga dikaruniai keturunan. Mereka tetap bahagia, romantis, dan dengan pasangannya selalu panggil ‘ayang’. Itu buat saya sudah membuktikan kalau kebahagiaan pernikahan bisa didapat dari berbagai sumber.

6. ‘Kamu kok belum punya anak juga? Jangan-jangan mandul’

Ini adalah kata-kata yang paling NGGAK BANGET yang dilontarkan orang. Sungguh yang ngomong seperti ini pastilah orang yang nggak berperikemanusiaan dan nggak punya hati. Kalo berhadapan dengan orang yang ngomong seperti ini, tetiba merasa teraniaya tapi doain aja yang jelek-jelek buat dia.

Nggak ada orang yang berhak bilang orang lain mandul karena sejatinya anak adalah titipan yang Maha Kuasa. Ya bisa aja kan orang yang bilang kita mandul itu, besok anaknya ‘diambil’ sama yang Maha Kuasa. Jadi, jangan arogan dengan memberikan cap kepada orang lain karena kita nggak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan.

Punya pengalaman ‘dikatain’ apalagi sama orang karena belum kunjung hamil dan punya anak? Share juga yuk.

 

ratna dewi

103 Comments
Previous Post
lebih-tenang-dengan-investasi
Next Post
Ofanny Choi, Executive Vice President Celestial Tiger Entertainment