FAQ Tentang Program Hamil

seputar-program-hamil

Semenjak sering nulis tentang program hamil di blog, saya sering banget ditanya-tanyain orang. Tanyanya ya soal program hamil, mulai dari teman, istrinya teman, sampe orang yang baru saya kenal. Mulai dari chat di Facebook, whatsapp, email, sampe ke rumah saya.

Alhamdulillah aja lah kalo tulisan saya bisa kasih sedikit info. Tapi maaf banget kalo kadang jawabannya kurang memuaskan, ya gimana atuh pengetahuan saya juga terbatas, bukan dokter kandungan atau ahli fertilitas juga. Jadi ya infonya sebagai bridging aja ya sebelum program hamil yang sesungguhnya di dokter nanti.

Oh ya, ada banyak pertanyaan yang sering ditanyain orang-orang tentang program hamil. Nah, saya rangkum deh pertanyaan plus jawaban yang sering ditanyakan oleh beberapa teman. Oh ya, ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya aja ya, kalo lebih jelas dan mantap bisa nanya lebih lanjut ke dokter kandungan. Semoga informasi ini bermanfaat.

(Baca juga: Ikhtiar Itu Bernama Program Hamil)

Kapan harus memulai program hamil?

Pertanyaan ini sering banget ditanyain apalagi sama mereka-mereka yang baru nikah dan ngga sabar pengen cepet hamil. Kalo menurut saya waktu yang tepat buat program hamil ya SESIAPNYA, relatif banget.

Lho kok gitu?

IMHO, buat program hamil itu harus benar-benar siap lahir batin moral materiil. Jadi ya sayang aja kalo program hamil setengah-setengah. Kenapa? Karena program hamil butuh kondisi psikis yang baik, kesabaran yang tinggi, waktu luang yang banyak, dan materi yang ngga sedikit.

Jadi kalo yang masih sering stres, kendalikan dulu stresnya. Yang masih belum punya banyak waktu, ya selesaikan dulu kewajibannya setelah itu luangkan waktu yang fleksibel buat program hamil. Daaann yang masih banyak cicilan atau belum ada tabungan, nabung dulu yang cukup buat program hamil.

Kalo semua kondisi sudah ideal sejak awal menikah plus ngga ada gangguan lain misalnya long distance marriage, disfungsi ereksi, punya kista, atau siklus haid yang ngga lancar, bisa melakukan program hamil setahun setelah menikah. Karena definisi infertil atau ngga subur itu adalah kalo sudah menikah satu tahun, tidak tinggal berjauhan, melakukan hubungan seksual secara rutin, tapi ngga kunjung hamil.

Kalo ada kasus istrinya mungkin punya riwayat kista atau gangguan menstruasi, program hamil bisa dilakukan sebelum satu tahun kehamilan. Kalo semuanya normal, dokter biasanya  menganjurkan balik lagi setelah satu tahun pernikahan dan biasanya malah disuruh seneng-seneng dulu, misalnya pelesiran dulu.

Bagaimana Memilih Dokter Buat Program Hamil?

IMHO, semua dokter kandungan (SpOG) atau malah bidan pasti tahu penyebab umum dari infertilitas. Dokter kandungan yang biasa juga biasanya tahu gimana solusinya dan obat apa yang biasa dikasih. Tapi saya menyarankan kalo udah mantap buat program hamil, ada baiknya selektif memilih dokter.

Saya sendiri prefer ke dokter kandungan yang sudah subspesialis fertility. Biasanya gelar dokternya SpOG KFER ( Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi) yaitu dokter spesialis kandungan yang mendalami masalah fertilitas suami dan istri dan juga hormon. Dokter kandungan ini lebih dalam mengerti soal kesuburan, reproduksi, kelainan hormon, atau malah sampai ke soal inseminasi atau bayi tabung. Nah, dokter favorit saya dr Budi Wiweko SpOG KFER yang bola-bali saya datengin buat program hamil.

(Baca juga: Tak Bisa Ke Lain Hati)

Buat yang tinggal di Jakarta, akan sangat mudah cari SpOG KFER, salah satunya di Klinik Yasmin RSCM Kencana. Di situ markasnya jagoan-jagoan fertilitas dan hormon. Selain di Klinik Yasmin, biasanya dokter-dokternya juga praktik di rumah sakit lain yang bisa dicari by googling.

Kalo di daerah mungkin belum semuanya ada dokter kandungan subspesialis fertility. Tapi di beberapa kota kayak Bandung atau Yogyakarta juga udah ada klinik fertilitas atau bahkan bayi tabung. Oh ya, enaknya ke SpOG KFER dibanding dengan dokter kandungan biasa itu adalah mengurangi beban psikis karena biasanya pasien SpOG KFER yang sama-sama program hamil jadi kita nggak sedih dan terhakimi melihat ibu-ibu dengan perut besar yang datang buat konsul rutin kehamilan.

Ada nggak SpOG Cewek Buat Program Hamil?

Sering banget nih pertanyaan ini ditanyakan. Mungkin ada yang risih kalo organ dalam ‘diobok-obok’ sama cowok dan bukan mahramnya. Ada juga dari pihak suami yang memang nggak pengen istrinya disentuh oleh laki-laki selain dirinya. Ya itu bebas sih, tergantung prinsip masing-masing. Tapi yang pasti, dokter kandungan itu bertugas dan periksa dengan profesional. Jadi ya memang tugas dia buat bersentuhan dengan organ reproduksi.

Nah, kalo di Jakarta sendiri sepengetahuan saya memang lebih banyak SpOG KFER laki-laki. Di Klinik Yasmin kalo nggak salah ahli fertilitasnya juga laki-laki semua. Di Jakarta, dokter ahli fertilitas yang perempuan yang pernah saya temui cuma satu yaitu dr Caroline Tirtajasa SpOG (K) yang praktik di Omni Hospital Pulomas.

Nah, mungkin ada yang pernah ke ahli fertilitas yang perempuan selain dr Caroline? Bisa dishare ya infonya. Atau mungkin di daerah lain seperti Medan, Bandung, Yogya, Surabaya, dll kalo ada juga bisa menambahkan lho…

Apa yang Pertama Dilakukan Pas Program Hamil?

Jangan langsung membayangkan tindakan yang menyeramkan ya. Pertama dateng, kita pasti akan ditanya-tanya sama dokter biasanya nanyain udah berapa lama nikah trus gimana siklus haidnya, dll. Setelah itu, biasanya dokter periksa organ dalam istri melalui usg transvaginal buat liat sel telur istri. Di sini dikasih tau bagaimana kondisi sel telur istri, apa kecil-kecil, atau ngga pernah matang, dll.

Nah setelah di-usg transv, biasanya dokter menganjurkan untuk cek hormon dan tes sperma. Untuk istri biasanya tes hormon prolaktin, FH, LSH, AMH, sementara suami cek sperma. Nah dari cek hormon dan sperma itu nantinya akan diketahui apakah ada kelainan hormon atau sperma ngga.

Selain itu, ada juga beberapa dokter menganjurkan buat cek HSG (histerosalpingografi). HSG ini adalah pemeriksaan kondisi saluran telur untuk mengetahui apakah ada penyumbatan atau tidak yang menyebabkan infertilitas. HSG dilakukan dengan pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopi).

Pemeriksaan HSG biasa dilakukan antara hari ke-9 sampai ke-14 siklus haid. Sebelum HSG juga ada beberapa obat yang harus diminum. Konon katanya HSG ini sakit, bahkan ada yang sampe pingsan dan muntah-muntah setelah HSG. Makanya dulu saya langsung say goodbye sama dokter selain dr Budi Wiweko di program hamil kedua karena takut disuruh HSG.

(Baca juga: Dealing with Trauma)

Nah setelah tahu kondisi pascates hormon, tes sperma, atau HSG, biasanya dokter akan melakukan sesuatu entah itu memberikan obat atau tindakan. Dari hasil tes hormon, tes sperma, atau HSG itu juga akan diketahui penyebab kenapa kita tidak subur.

Oh ya, jangan parno dulu untuk ke dokter atau program hamil karena semakin awal mengetahui kalo memang ada masalah reproduksi maka akan semakin cepat penanganannya. Perkara hamil dan dikasih anaknya kapan itu urusan Allah, yang penting udah ikhtiar.

Berapa Biaya Program Hamil?

Jawaban dari pertanyaan ini relatif banget. Biaya di Jakarta sama di daerah pasti juga berbeda. Tapi yang pasti, biaya program hamil itu cukup besar, jadi harus dipersiapkan terlebih dahulu. Biaya ini cukup merogoh tabungan deh pokoknya. Mungkin kalo ditotal biaya program hamil saya udah bisa beli satu motor.

Oh ya, biaya-biaya program hamil ini biasanya meliputi biaya konsultasi dokter, USG, cek hormon, cek sperma, obat, tindakan (kalo ada), vitamin, dll. Selain itu, yang perlu dicatat adalah tidak ada satu pun asuransi yang meng-cover biaya untuk program hamil atau pengobatan infertility. Makanya harus serius ketika program hamil karena kalo setengah-setengah sayang waktu, tenaga, biaya, dan kondisi psikis.

FYI saja, tahun 2014-2015, untuk cek hormon dan sperma di RSCM Kencana saya menghabiskan hampir 2 juta dan setiap periksa ke dokter merogoh kocek 800.000-an untuk biaya konsul, usg transv, jasa rumah sakit, vitamin/obat. Mungkin harga ini bisa berubah seiring dengan waktu.

Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Buat Program Hamil?

Nah ini pertanyaan yang susah buat dijawab. Hamil kan rezeki, jadi ya balik lagi terserah Allah kapan mau menitipkan calon buah hati pada kita. Ada yang udah bertahun-tahun program hamil tapi ngga kunjung hamil eh malah pas ngga program justru hamil dengan sendirinya, ada yang hitungan bulan, ada juga yang udah tahunan akhirnya memilih buat inseminasi atau bayi tabung. Nah, selain karena masalah ketidaksuburan, hamil atau punya anak kan semuanya balik lagi hak Allah, kuasa Allah.

Pengalaman saya dua kali program hamil dalam hitungan 3-4 bulanan biasanya hamil. Tapi ya itu, saya selalu berhasil hamil tapi belum sampai tahap berhasil melahirkan bayi dengan selamat. Doakan yaa biar bisa hamil lagi dan melahirkan dengan selamat :)

Ada Cara Lain Ngga Buat Program Hamil Selain ke Dokter?

Wah kalo yang ini saya belum pernah coba. Banyak orang yang menyarankan buat pijat ke mbah-mbah dukun pijat tapi saya takut, saya juga baca di forum-forum TTC ada juga yang dateng ke sinshe atau tabib sebagai bentuk pengobatan alternatif.

Kalo saya sendiri sih memilih hidup sehat. Caranya dengan olahraga dan makan-makanan sehat. Karena bermasalah dengan sel telur, maka saya memprogramkan olahraga yang katanya efektif buat memperbesar sel telur. Selain itu makan makanan bergizi dan diet. Jangan kira saya sok-sokan diet ya, karena saya takut kalo kegemukan dikit berpengaruh ke sel telur.

Konon kalo orang obesitas berpotensi PCO (Policystic Ovary Syndrom, googling ya kalo belum tahu) atau sel telurnya sulit membesar. Makanya ada dokter yang suka menyarankan diet ketat dan olahraga bagi yang PCO dan obesitas karena penurunan 5-10 persen berat badannya itu udah membantu banget.

Saya juga kalo pas lagi inget sering makan putih telur ayam kampung, minum jus apel malang-wortel-tomat, atau sari kurma buat menunjang program hamil. Wallahualam efektif atau ngga, tapi kalo udah program hamil trus makan itu biasanya nggak lama saya hamil.

Oh ya, satu lagi JANGAN STRESS. Jangan stress karena nggak hamil-hamil. Kalo udah takdirnya punya anak juga akan hamil kok. Dukungan keluarga dan orang tua juga penting lho buat keberhasilan program hamil.

DISCLAIMER: Informasi ini hanya sebatas pengetahuan saya dan bisa dipake sebagai bridging kalo mau program hamil. Info ini juga kebanyakan untuk program hamil dari sisi istri karena sejauh ini suami saya alhamdulillah sehat. Untuk informasi lebih dalam dan lanjut silahkan hubungi SpOG terdekat. Semoga berhasil :)

 

http---signatures.mylivesignature.com-54493-339-B5346D20DFEFF9FB42A5A2CB2EF53696

 

 

13 Comments
Previous Post
blog-sebagai-konten-marketing
Next Post
november-rain