Menikmati Pulau Leebong Saat Turun Hujan

Hujan deras di Pulau Leebong pagi itu saat saya bangun untuk menunaikan Salat Subuh. Sedianya, pagi itu kami sudah harus bangun pukul 05.30 untuk melihat matahari terbit namun semuanya batal karena hujan lebat. Hujan lebat itu pula yang membuat kasur seolah memiliki magnet yang lebih besar dari kemarin-kemarin. Rasanya tak ingin beranjak dari kamar dan tempat tidur.

Lama kelamaan perut menuntut haknya. Namun, hujan seolah belum menunjukkan tanda-tanda reda. Sambil menunggu hujan saya pun menghabiskan waktu dengan berfoto. Suasana pantai di hadapan villa yang kami tempati sepi karena hujan. Karena tak kunjung ada tanda-tanda reda maka kami pun nekat menuju tempat makan menggunakan payung. Rupanya para laki-laki sudah menunggu rombongan perempuan sebelumnya. Pagi itu cukup dingin memang, untung di tempat makan ada kopi dan juga teh panas gratis yang bisa diambil kapanpun. Dingin pun sedikit terobati.

(Baca juga: Menjumput Keindahan di Pulau Leebong, Belitung)

Sebelum makan, Chris, pemandu kami sudah memberi ancang-ancang tetap akan mengajak keliling pulau meski masih hujan. Sebelum makan, ia pun memberitahu kalau pagi hari di Leebong ada semacam minuman khas dan bisa diminum untuk memberikan kehangatan. Satu per satu dari kami pun diberi minuman yang telah dituang ke dalam gelas kecil. Anehnya, isi gelas Mas Elton, suami dari Ima Satrianto, memiliki warna yang paling berbeda yaitu paling pekat dan gelap.

Chris memberikan komando pada kami agar tidak minum terlebih dulu sebelum ada aba-aba darinya. Isi gelas kami rata-rata berwarna coklat bening seperti warna teh sementara isi gelas Mas Elton warnanya seperti kopi. Ketika Kris sudah memberi aba-aba, kami pun langsung disuruh minum dalam satu tegukan. Benar dugaan saya kalau ternyata isi gelasnya adalah teh sedangkan gelas Mas Elton diisi kecap asin. Rupa-rupanya ia sedang dikerjai karena hari itu berulang tahun. Pagi itu kami pun bergembira merayakan ulang tahun Mas Elton secara sederhana di Pulau Leebong.

Menikmati Leebong yang Basah karena Hujan

Seperti yang dijanjikan sebelumnya, Kris pun mengajak kami berkeliling walau hujan masih rintik. Ia membawa kami menyusuri beberapa bagian pulau untuk melihat lebih dalam apa-apa saja yang ada di Pulau Leebong. Kris pun mengawali informasi tentang tipe-tipe penginapan di Pulau Leebong.

Perjalanan pun kami lanjutkan untuk melihat tumbuh-tumbuhan yang tetap ada dan dipertahankan di Leebong. Ada beberapa jenis tumbuhan yang baru saya lihat antara lain kayu putih, karamunting, jambu nasi, jambu hutan, simpor, pinus teratai, dan pohon sikas. Tumbuh-tumbuhan ini sengaja dibudidayakan dan dibiarkan tumbuh di Pulau Leebong. Saya pun sempat mencoba jambu nasi yang buahnya kecil-kecil dan rasanya seperti jambu air. Selain tetap memelihara flora asli Pulau Leebong, di sana juga terdapat keramba ikan gurami yang dibudidayakan dan digunakan juga untuk konsumsi.

menikmati Pulau Leebong saat hujan (Photo by: Ima Satrianto)
buah karamunting
buah jambu nasi

Tak terasa perjalanan kami pun berujung di Pantai Chikas. Di sana terdapat 3 gazeebo cantik yang sebenarnya jadi tempat nyaman untuk melihat matahari terbit. Sayang hari itu hujan jadi langit yang biasanya biru dan terpantul ke air laut jadi muram. Tapi itu tidak mengurangi kegembiraan kami. Iya, kegembiraan yang kami ciptakan sendiri dari tetesan air hujan dan payung warna-warni yang kami bawa. Tak perlu menunggu lama, walau udara terasa dingin kami pun masih sempat untuk berfoto dengan aneka gaya. Beruntung juga saat itu air laut surut jadi kami bisa bermain sepuasnya di Pantai Chikas.

kegembiraan di Pantai Chikas (Photo by: Katerina)
post wedding di Pantai Chikas (Photo by: Arif G Wibowo)

Selesai dari Pantai Chikas kami pun kembali ke villa masing-masing. Siang itu masih hujan namun kami harus segera berkemas untuk menyeberang menuju Belitung. Liburan di Pulau Leebong belum puas, rasanya pengen lagi…lagi…dan lagi. Saya bahkan belum mencoba main kayak, berenang, melihat matahari terbit dan tenggelam, atau naik sepeda berkeliling pulau. Satu hari tampaknya nggak cukup untuk mengeksplore Pulau Leebong. Kelak kalau ada kesempatan dan rezeki ingin sekali rasanya kembali ke pulau itu.

Doakan saja…

Berbagai Fasilitas di Pulau Leebong

Di Pulau Leebong ada 2 macam penginapan yaitu tenda dan villa. Ada 3 tenda yang berkapasitas 8 orang dan 1 tenda berkapasitas 24 orang. Sedangkan villa kapasitasnya berbeda pada setiap jenisnya. Terdapat 3 villa di Pulau Leebong yaitu Villa Zara/rumah pohon yang berkapasitas 2 orang, Villa Barata yang berada di samping Villa Zara dan bisa digunakan oleh 8 0rang (6 orang di lantai atas, 2 orang di lantai bawah), sedangkan Villa Sikas berkapasitas 4 orang (2 di kamar atas dan 2 di kamar bawah). Semua villa dibangun menggunakan material kayu berkualitas bagus dan kokoh jadi nggak takut ringkih saat menginap di villa-villa tersebut.

Villa Zara atau rumah pohon
menikmati Leebong dari Villa Zara
kamar tidur Villa Zarra
Villa Zarra diambil dari nama anak Muhaimin Iskandar
Villa Barata
kamar di lantai 2 Villa Barata
tersedia berbagai minuman di setiap kamar
washtafel di Villa Barata

Untuk membuat pengunjung semakin menikmati vakansinya di pulau, pihak pengelola pun memberikan berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung. Pengunjung bisa mengelilingi Pulau Leebong dengan menggunakan sepeda. Sementara itu bagi yang ingin melihat sunrise dan sunset, pengunjung bisa pergi ke gazeebo-gazeebo di pantai atau bangku-bangku yang berada di dermaga. Gazeebo dan bangku tersebut juga sangat cocok untuk dijadikan tempat berfoto.

Nah, bagi penggemar olahraga air, pengunjung bisa bermain air di pantai menggunakan kayak atau snorkeling di sekitar pulau yang memang pemandangan bawah lautnya terkenal indah. Buat yang ingin menikmati ombak di pantai, beberapa hammock warna-warni sudah diletakkan di sana sebagai tempat berayun atau malah jadi spot foto kekinian.

Untuk yang membawa anak kecil jangan dulu khawatir karena fasilitas di Pulau Leebong sangat ramah anak. Di sana ada playground kecil di samping Leebong Resto untuk bermain. Anak-anak juga bisa dibiarkan bermain di pantai tentunya dengan pengawasan. Eits, tenang saja dengan ombak karena air laut di sekitar Pulau Leebong sangat tenang pun dengan ombaknya. Pun jika ingin membilas badan, ada kamar bilas yang bersih berada di sisi belakang pulau.

Lala (putri Mbak Dian Radiata) bermain ayunan di Pulau Leebong (Photo by Dian Radiata)
kamar bilas dan ganti di Pulau Leebong

Sementara bagi mereka yang ingin rehat di pulau, pengelola menyediakan fasilitas karaoke di Leebong Resto. Jangan khawatir pula jika lupa membawa camilan karena ada Leebong Convenient Store (minimarket) yang menyediakan beberapa makanan kecil dan juga souvenir khas Pulau Leebong. Ada pula meja pingpong yang bisa digunakan oleh pengunjung di depan minimarket.

Jadi, jangan dulu bayangkan kalau liburan di pulau akan terasa membosankan dan terpencil karena di Pulau Leebong sudah ada berbagai fasilitas yang memanjakan para pengunjungnya. Jadi, mau seperti apa kita menikmati liburan di Leebong? Semuanya terserah kalian.

LEEBONG ISLAND

Daytrip is a vacation day in which to check in and check out island on the same day.
Package price :
1 – 4 Pax 465.000 IDR per pax (join boat with other group and start from 10.00 WIB
5 – 9 pax 412.000 IDR per pax (private boat)
10 to up 372.000 IDR per pax (private boat)

The Package include :
– Boat two Way
– Trip to Sand Island
– Trip to Mangrove
– Lunch full set
– Some facilities like : (volley, Futsal, bike, Kayaking, paddle, karaoke, act)

Over Nite
– Tree House (Zara Villa)
– IDR 4.800.000/ nite/2 person
– Breakfast and Dinner BBQ
– Include benefits Day trip
– Snorkeling
– bonfire

– Tata Villa (Barata Villa)
– IDR 8.600.000/ nite/8 person
– Breakfast and Dinner BBQ
– Include benefits Daytrip
– Snorkeling
– bonfire

– Centra Villa
– IDR 4.800.000/ nite/4 person
– Breakfast and Dinner BBQ
– Include benefits Daytrip
– Snorkeling
– bonfire

– Camp
– IDR 750.000/ nite/min 5person
– Breakfast and Dinner BBQ
– Include benefits Daytrip
– Snorkeling
– bonfire

Additional Lunch 125.000/ pax
Extrabed 750.000/pax

Usia :
1-3 tahun free
3 – 9 tahun discount 20%
9 to up full payment

Mau tahu lebih banyak keseruan di Pulau Leebong saat hari kedua? Bisa simak video di bawah ini:

13 Comments
Previous Post
Next Post