Liburan ke Belitung? Jangan Lupa Bawa Pulang Oleh-Oleh Ini!

Nggak lengkap rasanya kalau jalan-jalan nggak membawa oleh-oleh. Saya memang tipikal orang yang jarang bawa oleh-oleh buat dibagikan sama orang lain namun saya suka mengoleh-olehi diri saya sendiri. Ketika ke Belitung pun begitu, sebelum berangkat saya sudah browsing oleh-oleh apa yang nantinya mau saya beli supaya akhirnya nggak overbudget karena lapar mata.

Januari 2017 lalu saya sudah puas sama oleh-oleh Belitung yang suami saya bawa ketika dia ada acara workshop di sana. Hampir semua oleh-olehnya ada dari kopi, terasi, sampai makanan ringan. Iya, itu semua didapat cuma-cuma karena memang ia workshop bersama para pelaku UKM di sana. Jadi, belum sampai Belitung pun saya sudah puas menikmati oleh-olehnya. Nah, ketika ke Belitung kali ini saya pengen bawa oleh-oleh yang beda dari yang suami saya bawa sebelumnya. Tapi apa ya?

(Baca juga: Menikmati Pulau Leebong Saat Turun Hujan)

Beruntung ketika di Belitung saya dan teman-teman dibawa oleh orang-orang yang kenal sekali dengan Belitung. Nggak hanya memberikan pelayanan yang puas soal kuliner dan tempat menginap, mereka juga memberikan rekomendasi yang bagus soal oleh-oleh Belitung. Saya pun jatuh cinta dengan 2 oleh-oleh Belitung yang saya bawa pulang yaitu sirup jeruk kunci Picniq dan ketam isi Wijaya Crab.

1. Sirup Jeruk Kunci Picniq

Sirup ini awalnya saya temukan di rumah makan Sinar Laut Ayung BB, Pantai Serdang, Manggar Belitung Timur. Dari pertama kali lihat botolnya, saya kira sirup ini adalah madu karena nampak sekilas botolnya tidak menyerupai botol sirup pada umumnya. Namun, setelah ditanyakan ternyata botol yang dimaksud adalah botol sirup jeruk. Teman saya, Tami, pun penasaran dan membeli satu buah sirup ini.

(Baca juga: Menikmati Cita Rasa Kuliner dari Pulau Leebong hingga Belitung Timur)

sirup jeruk kunci Picniq

Sirup jeruk kunci Picniq memiliki 2 varian rasa yaitu rasa jeruk kunci dan jeruk kunci plus kiamboi/hamoi. Awalnya saya sempat underestimated dengan rasa sirup ini karena banyak orang bilang rasanya asam agak sedikit ada pahitnya. Makanya saya cuma pesan 1 buah. Namun, saat makan di RM Timpo Duluk dan pesan minum es jeruk Belitung saya sempat menduga-duga apa seperti itu rasa jeruk kunci atau jeruk Belitung ini. Kalau rasanya yang seperti saya minum di RM Timpo Duluk berarti cocok banget di lidah saya. Dan ternyata benar.

Rasa sirup jeruk kunci Picniq ini nyaris sama dengan rasa es jeruk yang dijual di beberapa tempat di rumah saya, Kutoarjo. Rasanya segar. Kalau dapat saya deskripsikan, rasa jeruknya adalah seperti jeruk buah yang kecil-kecil atau jeruk peras atau jeruk rontokan -kalau istilah bapak saya- kemudian diberi sedikit gula. Itu kenapa saya suka sekali apalagi kalau diminum menggunakan air dingin. Wuiihh segar. Sementara itu suami saya, Mbak Rien, atau Manda sudah kasih testimoni kalau mereka lebih suka minum dengan air hangat karena bisa mengobati sakit tenggorokan.

Awalnya saya sempat underestimated dengan sirup ini karena dugaan awal saya rasa jeruk kunci adalah asam seperti jeruk nipis. Ternyata beda jauh. Selain itu, gula yang dipakai dalam sirup ini pun gula asli jadi semakin menambah kesegaran sirupnya. Saya sudah membandingkan dengan rasa sirup pabrikan ketika berturut-turut minum sirup Picniq saat Puasa Syawal kemarin. Suatu hari saya selingi buka puasa saya dengan minum sirup rasa jeruk produksi pabrikan terkenal dan memang beda jauh rasanya. Sirup Picniq manisnya lebih ramah di di lidah dan tenggorokan saya. Saya pun lebih cocok dengan Sirup Picniq.

sirup jeruk kunci dan hamoi
sirup jeruk kunci murni

Kalau boleh lebay, ini adalah sirup terenak yang pernah saya coba. Saking cintanya, saya jadi pesan lagi 3 botol untuk dikirim ke Jakarta. Kali ini dengan yang campuran hamoi karena penasaran seperti apa rasanya. Pun karena saya belum nyobain yang jeruk kunci plus hamoi maka nggak bisa menulis dan merasakan gimana rasanya. Kelak akan saya update ya gimana rasa sirup yang ada campuran hamoinya kalau kiriman Sirup Picniq-nya sudah sampai.

Di Belitung, Sirup Picniq ini mudah sekali ditemui di beberapa rumah makan dan gerai oleh-oleh. Dua di antaranya adalah RM Sinar Laut Ayung BB dan RM Timpo Duluk. Selain itu, sirup tersebut juga bisa dipesan dengan menghubungi nomer 08174888859 (Kwan Monica). Jadi buat kamu yang ada di luar Belitung dan pengen pesan sirupnya bisa tetap merasakan segarnya Sirup Picniq tanpa harus datang terlebih dahulu ke Belitung.

2. Ketam dan Capit Isi Wijaya Crab

Belitung memang identik dengan kuliner lautnya. Salah satunya adalah kepiting. Tak heran jika beberapa resto menawarkan sajian kepiting sebagai ‘jagoan’ menunya. Namun sayang terkadang enaknya menggerogoti kepiting menjadi kenikmatan yang terbatas, hanya pada mereka yang bergigi sehat dan kuat. Karena untuk mereka yang giginya sudah rapuh, ompong, atau memakai behel, kenikmatan makan kepiting akhirnya menjadi semu karena ketidakmampuan atau larangan untuk makan hasil laut tersebut.

menikmati ketam isi dan kawan-kawan dulu, saya mana ya? lha yang motoin nih

Nah, untuk menyiasatinya kini ternyata sudah ada inovasi baru yaitu dengan adanya ketam dan capit isi. Ketam dan capit isi ini adalah panganan yang terbuat dari bahan baku kepiting dicampur dengan beberapa bahan lainnya seperti tepung sehingga terasa seperti bakso kepiting. Salah satu penghasil ketam dan capit isi yang terkenal di Belitung adalah Wijaya Crab.

(Baca juga: Menjumput Keindahan di Pulau Leebong, Belitung)

Mungkin ada sedikit kekhawatiran bagi orang yang akan menikmati ketam atau capit isi soal rasa. Terutama adalah apakah rasa capit dan ketam isi ini akan berbeda jauh dengan kepiting. Ternyata Wijaya Crab nggak lho. Walaupun sudah berwujud empuk dan kenyal seperti bakso tetapi tetap saja rasa kepitingnya mendominasi. Hanya saja cara makannya yang lebih mudah. Kita tidak perlu menggerogoti atau sampai menggunakan tang. Hanya cukup dengan satu gigitan maka rasa kepiting akan menari di lidah.

capit isi Wijaya Crab
ketam isi Wijaya Crab

Bentuk dari ketam dan capit isi ini pun dibuat semirip mungkin dengan kepiting. Pada ketam isi, masih ada cangkang yang menempel, begitu pun pada capit isi masih ada capit ala kepiting. Semuanya adalah cangkang dan capit asli. Jadi memang dibuat agar konsumen bisa merasakan langsung sensasi makan kepiting dalam bentuk yang berbeda. Untuk memakannya, paling enak dengan cocolan sambal yang pedas dan segar. Kalaupun tidak suka sambal, dimakan begitu saja atau untuk lauk dengan nasi juga enak kok. Saya malah sempat dimakan sebagai teman makan bubur ayam dan mie instan.

Selain ketam dan capit isi, Wijaya Crab juga menyediakan dimsum kepiting. Selain olahan berbagan dasar kepiting, ada pula pempek cumi yang merupakan inovasi olahan dari cumi. Pempek cumi berbentuk pempek lenjer yang digorang, dipotong-potong, dan dimakan menggunakan cuko. Iya, selayaknya pempek tengiri pada umumnya. Semuanya enak dan menggoda selera saya untuk memakannya. Hmmmm, yummyyy…

Semua makanan di atas bisa dipesan di Wijaya Crab, yang secara konsisten memang sudah memproduksi olahan kepiting dan ketam selama ini. Wijaya Crab menerima pembelian capit isi, ketam isi, dimsum kepiting, dan pempek cumi mentah yang dikemas dalam bentuk frozen food. Semua makanan ini tahan 1 hari jika tidak dimasukkan dalam kulkas. Untuk mengolahnya, capit isi, ketam isi, dan pempek cumi hanya perlu digoreng dalam minyak panas sedangkan dimsum kepiting hanya perlu dikukus sebentar.

Selain melayani wisatawan yang datang ke Belitung, Wijaya Crab juga melayani pengiriman dan pesanan untuk area Jabodetabek. Hirun, pemilik Wijaya Crab, mengaku sudah punya langganan ekspedisi yang memungkinkan pengiriman pagi dari Belitung dan sore atau malam sudah sampai tujuan (Jabodetabek). Mengapa hanya Jabodetabek? Karena daya tahan makanan yang cuma bertahan satu hari yang paling memungkinkan buat pengiriman.

Ko Hirun atau @haoalexander, pemilik Wijaya Crab

Wijaya Crab yang telah berdiri dari tahun 2012 ini kini dalam seminggu bisa membuat 2000 ketam isi. Bagi yang tertarik ingin membeli produk Wijaya Crab, tenang saja karena harganya cukup terjangkau kok. Untuk satu bungkus ketam isi 90rb ukuran L (large) dibanderol dengan harga Rp 80.ooo/10 biji, sedangkan ukuran M (medium) dibanderol dengan harga Rp 70.000/10 biji. Sementara capit isi dibanderol Rp 35.000/5 biji, pempek cumi dibanderol dengan harga Rp 80.000/10 biji, dan dimsum kepiting dibanderol dengan harga Rp 80.000/10 biji.

Tertarik buat mencicipi produk dari Wijaya Crab? Kamu bisa pesan dan hubungi langsung Ko Hirun (Ahao) di nomer hape 081379688988 atau hubungi via instagram @haoalexander.

Buat kamu yang penasaran sama produk Wijaya Crab, coba deh lihat video ini dulu:

 

 

11 Comments
Previous Post
Next Post