Liburan Telah Usai, Apa Saja yang Harus Dibenahi?

holiday

Waktu memang terasa cepat berjalan. Sepertinya baru kemarin senang karena masuk bulan Ramadan, tapi kali ini sudah harus bangkit dan sadar kembali karena ternyata Lebaran telah usai dan liburan telah berlalu. Susah move on? Jangan donk. Kalau nggak bisa move on dari liburan, terus bagaimana aktivitasnya? Setelah ditinggal mudik, Lebaran, dan liburan ternyata ada segudang pekerjaan rumah lho yang harus dibenahi.

Buat saya sendiri, sepertinya masih pengen malas-malasan di rumah dan nggak mau pulang ke Jakarta. Tapi kalau malas-malasan terus di rumah, duitnya apa iya datang sendiri? Ya sudah, memang harus ‘bangun’ dan membereskan semua pekerjaan yang tertunda. Apakah kamu seperti saya? Kalau saya, ini hal-hal yang harus dibenahi sepulang dari mudik dan liburan:

1. Rumah

Ini adalah problem setiap ibu rumah tangga ya sepertinya. Pulang mudik pasti akan disuguhi oleh rumah berdebu walau sebelum ditinggal mudik sudah dipel dan dibersihkan. Belum lagi cucian dan setrikaan yang menggunung walaupun beberapa baju kotor sudah nyicil dicuci dari rumah tapi tetap saja kok nggak ada habisnya. Trus, pas pulang saya juga disuguhi taman depan rumah yang tanamannya pada mati karena ditinggal mudik.

(Baca juga: Tips Mudik Lebaran Menggunakan Kereta Api)

Ini saya yang cuma berdua saja merasa repotnya seperti itu, gimana yang sudah punya beberapa anak. Salut buat para mama yang tetap semangat mengerjakan pekerjaan rumah pascaliburan. Beruntung saya juga dibantu suami meski hanya menyapu atau mengepel lantai tetapi itu sudah mengurangi beban pekerjaan rumah tangga.

2. Blog dan tulisan

Siapa yang blognya berdebu karena dianggurin selama mudik Lebaran? Siapa yang Alexa Rank-nya menggendut pas ditinggal Lebaran? Saya langsung ngacung. Beruntung, saya sempat ngedraft beberapa tulisan jadi di rumah tinggal baca lagi dan posting saja.

Banyaknya kesibukan serta susah sinyal bikin blog akhirnya tak terurus. Jadi, pliiisss jangan sakit hati kalau ada beberapa komen di blog saya yang tak sempat atau terlambat saya balas karena di rumah memang saya lumayan sibuk karena wara-wiri rumah dan rumah mertua. Belum lagi pas Lebaran banyak saudara berdatangan. Jangankan bikin tulisan, buka hape saja jarang. Selain itu, daerah saya khususnya di rumah mertua itu susah sinyal.

3. Keuangan

Jujur, keuangan saya porak poranda karena mudik dan liburan. Adakah juga yang mengalaminya? Walaupun sudah ada alokasi dana khusus dan ditentukan posnya untuk mudik Lebaran tetap saja defisit. Biasanya ada biaya-biaya tak terduga yang dikeluarkan saat mudik seperti wisata kuliner dadakan, liburan tak terduga, tambahan kasih THR saudara, beli oleh-oleh Lebaran untuk dibawa balik, atau beli ini itu untuk keperluan Lebaran di rumah. Terakhir, saya malah harus ‘jajan’ 1,5 juta pas balik ke rumah karena pompa air di rumah tidak bisa digunakan dan harus diganti.

Ya sudahlah nggak apa-apa. Doa saya semoga setelah ini ada banyak rezeki yang mengalir pada saya dan suami. Ini juga jadi cambuk buat saya dan suami supaya lebih rajin bekerja dan menabung buat kembali memulihkan keuangan. Yang masuk kerja juga semangat lagi yaaa.

4. Hal yang tertunda sebelum mudik

Adakah yang punya hal yang tertunda sebelum mudik Lebaran? Yuk, cepat selesaikan. Kalau saya sih ada yaitu memikirkan tempat kuliah adik saya. Sebelum Lebaran, saya sudah memikirkan dimana adik saya mau kuliah. Tapi, berhubung semua tes yang diikuti mental alias nggak ada yang keterima, jadilah masih jadi ‘beban’ buat memikirkan akan kuliah dimana. Ini jadi PR buat saya yang belum terselesaikan setelah liburan ini. Adakah yang sama seperti saya punya hal yang tertunda sebelum mudik atau ‘rehat’ dulu buat dipikirkan pas mudik? Share juga yuk.

5. Ibadah

Adakah yang ibadahnya jadi kendur karena ditinggal liburan? Saya termasuk sepertinya. Setelah menetapkan target ibadah yang ketat saat Ramadan, eeehhh pas ditinggal libur Lebaran jadi kelewat santai deh. Kalau sudah begini, ini artinya peringatan buat saya biar nggak terlalu santai ibadah. Ibadah di bulan biasa juga harus serajin di Bulan Ramadan.

Walaupun bulan baik telah berlalu, yuk ah rajinnya ibadah di Bulan Ramadan diteruskan lagi di bulan-bulan berikutnya. Bukankah Ramadan menjadi bulan untuk memperbaiki ibadah yang kemudian akan diteruskan ke bulan-bulan berikutnya? Ini juga akan menjadi pengingat saya terus-menerus.

6. Pola makan

Selama bulan puasa, pola makan saya agak ‘longgar’. Longgar dalam artian banyak pantangan yang saya makan atau bahkan ada beberapa kebiasaan baik yang saya tinggalkan. Misalnya, saya malah stop minum jeruk nipis hangat pas bulan puasa karena sering lupa, terlalu banyak makan makanan manis pas bulan puasa dan Lebaran, makan gorengan hampir setiap hari, makan makanan berlemak dan jeroan pas Lebaran, dan lain sebagainya. Makanya nggak heran perut saya jadi buncit setelah Lebaran dan susah buang air besar pas bulan puasa.

Nah, liburan telah usai dan kembali ke realita itu artinya saya juga harus memperbaiki kembali pola makan saya yang kacau. Apalagi pascalebaran saya sempat dilanda diare beberapa hari karena semua makanan yang ada di depan mata dilahap dan perut otomatis kaget. Pascaliburan ini saya rencana mau kurangi karbohidrat dan perbanyak makan sayur dan buah. Semoga rencana saya ini berjalan lancar dan nggak berakhir hanya sebagai wacana.

7. Gaya hidup

Saat bulan puasa, gaya hidup saya berubah drastis. Hampir setiap hari bangun siang karena tidur terlalu malam trus bangun sahur. Alhasil, setelah Salat Subuh dan baca Al Quran, biasanya saya tidur kembali sekitar pukul 07.00 dan bangun siang. Belum lagi pas bulan puasa kemarin banyak lomba dan menjelang deadline biasanya saya rela nggak tidur buat menyelesaikan tulisan. Efeknya memang di badan jadi nggak enak, nggak segar, dan loyo. Sama rasanya seperti dulu saya sering begadang masuk malam pas kerja. Pas mudik, saya dan suami malah banyak tidur-tiduran di rumah karena mumpung liburan.

Nah, karena liburan sudah selesai saya nggak bisa terus mempertahankan pola hidup yang seperti ini. Ini saatnya buat kembali tidur tidak terlalu malam, bangun pagi, berkegiatan normal mengurus suami dan rumah, serta mulai lagi berolahraga. Yang pola hidupnya juga berubah jadi kurang bagus pas Ramadan dan Lebaran kemarin, yuk ubah juga.

(Baca juga: Tips Membangkitkan Lagi Semangat Berolahraga)

8. Hutang

Untuk yang satu ini, alhamdulillah saya nggak punya hutang pas Ramadan dan Lebaran kemarin, baik hutang puasa ataupun hutang materi/uang. Buat yang punya hutang puasa atau materi, ada baiknya cepat diselesaikan setelah liburan mumpung masih ingat dan dekat. Yang punya hutang puasa, yuk dibayar hutang puasanya mumpung masih Bulan Syawal. Kan biar bisa Puasa Syawal juga kalau hutangnya sudah dibayar.

Buat hutang materi/uang, saya sih percaya ada banyak yang melakukannya sebelum Lebaran. Ya, memang jelang Lebaran banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dan nggak jarang salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memenuhinya ya dengan berhutang. Nah, buat yang punya hutang materi, bisa mulai dicicil setelah libur Lebaran ini mumpung belum lupa atau dilupakan atau tertumpuk sama hutang yang lain.

Ada yang perlu ditambahkan saat berbenah pascaliburan? Yuk share juga pengalamanmu. Selamat berbenah setelah liburan!

ratna dewi

37 Comments
Previous Post
Asus Zenfone Laser giveaway
Next Post
merayakan-cinta-dengan-glamping-di-trizara-resort-lembang