Basic Photography for Blogging, Pelajaran Penting Fotografi untuk Mempercantik Blog

Maret 2016 ini saya dapat hadiah lomba berupa kamera mirrorless yang memang sudah diidam-idamkan *yeaaayy, throw confetti*. Diidam-idamkan oleh suami saya maksudnya, bukan saya. Memang suami saya pengen banget mirorrless karena walaupun nggak menang ia tetap akan merogoh tabungan buat beli kamera kekinian itu. Akhirnya demi mewujudkan impian suami saya totalitas ikut lomba blog. Pas ikut lomba itu memang saya totalitas banget nulisnya karena ngincer hadiah kameranya. Dan benar saya menang dan dapat mirorrless Fujifilm XM1.

Tapi ternyata semangat suami buat belajar motret tak sebesar semangat saya ikut lomba. Hasil fotonya biasa aja cenderung ke memprihatinkan, huaaahhh. Memang takdirnya dia suka pegang laptop buat coding bukan kamera buat motret. Alhasil si kamera pun teronggok begitu saja di lemari. Saya? Lah, memang nggak pernah niat dan semangat buat belajar motret soalnya saya sukanya difoto. Walaupun kuliah di jurnalistik jangan pikir saya bisa dan senang motret karena dari zaman kuliah pun nilai fotografi saya selalu jelek.

Melihat keprihatinan si kamera yang kalau dibiarkan bisa jadi rusak nganggur, akhirnya saya pun tergerak hatinya beberapa kali ikut workshop tentang fotografi. Dari yang awalnya hanya diajak sampai akhirnya ikut atas inisiatif sendiri. Yah, walaupun baru beberapa kali ikut tapi lumayan lah saya sudah sedikit tercerahkan tentang fotografi ini. Alasan lainnya sih karena pengen memperindah feed instagram dengan foto-foto cantik. Sayang kan punya mirrorless nggak dipakai buat memperindah feed instagram.

Ketika IHB (Indonesian Hijab Blogger) mengumumkan akan membuat workshop tentang basic photography for blogging saya pun tertarik ikut. Padahal sebelumnya beberapa kali saya sudah pernah ikut talkshow tentang Food Photography. Tapi memang masalah saya ada pada basic sih. Jangankan styling foto kayak selebgram, kadang ngatur mode, bukaan, ISO aja saya belum bisa *tutup muka*. Jadilah memang harus belajar yang basic dulu.

(Baca juga: Serunya Belajar Jadi Influencer dari Linda Kayhz dan Lulu Elhasbu di Acara Ngobrol Cantik)

Acara yang diadakan di Sophie Paris Building, Lebak Bulus pada Sabtu (5/11) ini memang terkesan eksklusif dan intim karena terbatas hanya untuk 25 blogger. Saya sebagai salah seorang yang terpilih jadi merasa tersanjung nih. Apalagi ternyata sambutan dari pihak Sophie Paris yang diwakili oleh Mbak Inayu, Humas Sophie Paris, ramah banget. Nggak hanya itu, nilai plus lain dari acara ini selain ilmu yang didapat adalah banjir goodie bag. Tiga tas goodie bag sukses dibawa pulang peserta, yeaayyy.

Mbak Inayu, Humas Sophie Paris memberikan sambutannya
Mbak Inayu, Humas Sophie Paris memberikan sambutannya

Walaupun sempat molor sebentar, acara ini ternyata berlangsung seru. Narasumber acara adalah Farhan Noor Rachman atau yang biasa dipanggil Efenerr. Sementara moderator hari itu adalah Kak Fika (Nalia Rifika) yang blognya juga kece banget (www.mrsdelonika.com). Itu lho, travel blogger yang blognya www.efenerr.com.

Mas Ef, begitu ia biasa disapa, membagikan ilmu fotografi yang basic banget buat kita para pemula yang ingin mempercantik blog dengan foto-foto yang indah. Oh ya, buat yang penasaran sama foto-foto cakepnya Mas Ef, bisa juga lihat akun instagramnya @efenerr ya.

Mas Ef mengklasifikasikan kebanyakan orang sekarang memotret dengan tiga macam alat yaitu DSLR, mirorrless, dan smartphone. Lho kan ada action cam yang lagi ngetren sekarang? Iya, action cam memang lagi happening banget tapi kegunaannya cenderung untuk olahraga misalnya balapan. Jadi sayang kalau action cam hanya untuk selfie. Catet!

Basic Theory

Untuk basic theory motret, Mas Ef kasih gambar yang kira-kita seperti ini:

photography-simplified

F mengartikan bukaan. Teorinya, semakin besar bukaan, angka F-nya semakin kecil dan hasil fotonya bokeh. Semakin kecil bukaan, angka F-nya semakin besar maka ketajaman pun semakin besar. Nah, Mas Ef merekomendasikan untuk foto landscape atau foto harian, bukaannya kecil atau angka F-nya besar. Untuk foto-foto blogger, kata Mas Ef, lebih bagus bokeh.

Sementara untuk shutter (gambar ketiga dari atas), semakin lambat shutter, gambar semakin kabur. Biasanya digunakan untuk objek bergerak. Terakhir, gambar yang paling bawah adalah pengaturan ISO atau cahaya. Teorinya semakin kecil isonya, maka semakin tajam menangkap gambar di area dengan cahaya cukup (50, 100, 200). Semakin gelap suatu ruangan maka ISO semakin tinggi. Semakin tinggi ISO akan berakibat bercak noise semakin banyak.

Basic Composition

Ada beberapa cara untuk meletakan objek foto yang diterangkan Mas Ef, antara lain:

1. Rule of Third

composition-rule-of-thirds-1-1

Titik-titik merah adalah lokasi objek yang disarankan untuk memotret.

2. Bidang imajiner segitiga

Dalam foto terdapat bidang imajiner yang membentuk garis berupa segitiga.

3. Diagonal

Komposisi yang satu ini biasanya dalam objek sudah ada garis imajiner.

Buat lebih mengerti soal komposisi ini, ada baiknya lihat video dari Steve McCurry ini.

Technical Side

Format foto di blog disarankan landscape dengan aspect ratio 4:3 atau 16:9. Sementara, untuk ukuran foto disarankan tiga ukuran yaitu: 1920 x 1080 atau 1280 x 720 atau 640 x 480.

Mas Ef menyarankan agar featured image (foto yang paling atas yang biasanya keluar sebagai foto utama) berformat landscape semua. Selain menyeragamkan format agar enak dibaca, foto dengan format portrait akan menyusahkan pembaca untuk scrolling halaman blog karena terlalu panjang. Tapi bukan berarti foto portrait haram hukumnya untuk diletakan di blog. Boleh kok, asal diatur komposisinya. Misal dalam satu artikel ada 3 foto, komposisi fotonya bisa landscape-portrait-landscape.

Foto portrait sangat disarankan apabila seorang blogger ingin memotret OOTD (outfit of the day). Berlaku untuk fashion blogger nih biasanya.

Trend Foto 2016

1. Flatlays

Foto flatlay biasanya identik dengan properti banyak. Tidak ada aturan komposisi dalam trend foto di atas bidang datar. Sekarang foto ini digandrungi orang-orang untuk foto sebuah produk. Bahkan, saking populernya sampai ada akun flatlays di instagram lho @flatlays. Fotonya juga bagus-bagus.

Life’s little pleasures ???? @Lichipan

A photo posted by Flatlays (@flatlays) on

Bagusnya foto flatlays ternyata sebanding sama perjuangannya karena ternyata bikin foto flatlays yang bagus itu butuh perjuangan yang ekstra. Saya pun pernah mencoba dan ternyata susyeeehh. Oh ya, untuk membuat foto flatlays ada beberapa hal yang dibutuhkan:

  • Tema
  • Lighting (bisa menggunakan cahaya matahari atau flash)
  • Pieces (barang-barang pelengkap yang ada dalam foto)
  • Simplicity, semakin sederhana barang-barangnya semakin fokus pada objek.
  • Background (taplak meja/alas foto/kain putih)
  • Tone (biasanya bisa menggunakan photo editor VSCO yang warna-warnanya lebih hangat)

2. OOTD

Konsep foto ini biasanya dipakai oleh para selebgram atau fashion blogger untuk menunjukkan apa saja yang mereka pakai. Untuk OOTD ada baiknya caption foto disertai menjelaskan item yang dipakai. Mas Ef bilang salah satu selebblog yang OOTD-nya bagus adalah Indah Nada Puspita. Saya juga suka foto-foto OOTD-nya nada, bagus-bagus.

(Baca juga: 7 Hijabers Cantik yang Nggak Bikin Menyesal Kalau Kamu Follow Akun Instagramnya)

3. Food Photography

Foto yang satu ini juga salah satu foto yang ngetren di kalangan baik itu food blogger atau foodie. Memotret makanan ternyata tidak gampang lho. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Detail
  • Tekstur makanan harus tajam
  • Ambience (lingkungan sekitar)
  • Tone (lebih menggunakan warna-warna hangat seperti coklat atau merah yang bikin menggugah selera)

(Baca juga: Ingin Punya Foto Makanan Keren? Ini Rahasia Food Photography ala Captain Ruby)

4. Travel

Trend foto yang satu ini sangat disarankan memakai prinsip komposisi khususnya rule of third.

Selected App

Kalau saya aplikasi kesayangannya adalah VSCO. Sementara Mas Ef hanya menggunakan empat aplikasi untuk fotonya:

  1. Instagram
  2. Foodie
  3. Lightroom
  4. Picassa

Di akhir talkshow, peserta juga ditantang untuk membuat foto dengan beberapa tema. Kami dibagi menjadi empat kelompok dan setiap kelompok mendapat satu tema. Tema-temanya antara lain OOTD, food photography, flatlays, dan landscape ruangan. Kelompok saya kebetulan bikin tema foto landscape ruangan.

Beruntung, kantor Sophie Paris bagian bawah unik banget jadi bisa mengeksplor ruangan-ruangannya. Saya pun memilih motret di cafe. Di akhir acara, saya nggak nyangka ternyata foto dari kelompok kami (kelompok 4) yang keluar sebagai pemenang. Foto ini dijepret oleh saya dan sudah diedit sama Feti teman sekelompok saya, warnanya jadi adem banget. Kata Mas Ef, komposisi fotonya bagus, warnanya adem, dan gambarnya hidup karena ada interaksi objek di dalamnya. Yeeayyy. Akhirnya saya bisa juga sedikit-sedikit praktik ilmunya.

Photo challenge tema landscape #IHBxSophieParis #IHBEvent #IHBFotografi

A photo posted by Ratna Dewi (@ratnadewime) on

Setelah workshop ini saya jadi punya insight lebih banyak lagi soal memotret. Sejak ini saya jadi membenahi feed instagram dan kalau motret jadi mikir komposisi, cahaya, dan unsur lain yang bisa mempercantik foto. Dan yang lebih penting dari semua ini adalah kamera mirrorless saya mulai digunakan kembali buat motret dan tidak teronggok dalam lemari.

 

ratna dewi

 

 

 

39 Comments
Previous Post
Next Post