Rasanya Jadi Narasumber di Program Ayo Hidup Sehat TV One

Tampil di TV memang bukan perkara baru lagi buat saya. Tsaaiiillaahh, kalimat pertamanya minta banget ya, haha. Tapi benar kok, bukan hal asing lagi. Saya malah cenderung nggak suka eksis di televisi makanya saat jadi reporter paling malas kalau disuruh on-cam. Namun, tampil di TV kali ini beda. Dengan status yang berbeda akhirnya saya bisa tampil di televisi sebagai narasumber.

“Aku sih pengennya dikejar bukan mengejar.”

Begitu kata-kata saya beberapa tahun yang lalu pada teman-teman ketika masih jadi reporter. Iya, saya memang pengennya dikejar sebagai narasumber untuk sesuatu yang baik, bukan melulu mengejar narasumber. Perlahan kata-kata itu menjadi kenyataan.

(Baca juga: Ketika Mantan Reporter Diwawancara)

Semuanya berawal dari whatsapp teman saya yang masih bekerja di kantor saya yang dulu. Nanda, begitu nama teman saya, mengirim pesan yang menyatakan dia butuh bantuan saya untuk programnya. Sambil meminta maaf karena takut menyinggung, ia menawarkan apakah saya mau jadi narasumber untuk program yang sedang ia kerjakan, Ayo Hidup Sehat. Kebetulan program tersebut ingin mengangkat topik seputar keguguran.

(Baca juga: Trauma Healing Pascakeguguran Berulang)

Well, kenapa nggak.

Selama saya ada waktu dan kesempatan, sekarang selalu saya tanamkan pada diri saya bahwa kenapa tidak tampil di media lain selain blog dan mengungkap kisah 2 kali keguguran yang pernah saya alami. Bagi saya, ini adalah fasenya untuk berbagi. Bukan lagi meratapi nasib dan melulu terpuruk dalam suasana sedih sehingga nggak bisa move on. Oke, saya pernah 2 kali kehilangan calon buah hati dan saya ingin berbagi pengalaman itu pada orang lain agar mereka tidak mengalami hal yang sama di kemudian hari.

Kesempatan wawancara itu juga sekaligus jadi pengingat buat saya. Pasalnya, sebelum didapuk jadi narasumber ini saya sudah buka wacana ingin rebranding blog dan membatasi topik di blog menjadi hanya fashion-traveling-family dan menghapus topik kesehatan (program hamil dan keguguran) dengan alasan ingin sepenuhnya move on. Tetapi kayaknya saya harus berpikir ribuan kali. Pasalnya, selain saya bisa ‘normal’ kembali berkat postingan-postingan saya tentang keguguran dan kehilangan anak, saya juga jadi punya banyak teman senasib. Mereka pun jadi banyak yang ‘curhat’ di blog saya.

Suka atau tidak suka, postingan tentang keguguran dan program hamil masih memberikan traffic yang lumayan di blog. Pun beberapa teman juga ternyata diam-diam setia menjadi pembaca kisah jatuh bangun saya untuk memiliki anak. Ditambah lagi, beberapa kali saya diwawancara seputar keguguran karena referensi dari blog. Jadi, saya memang perlu berpikir seribu kali untuk menghapus dan meniadakan postingan-postingan tentang kehilangan dan ikhtiar memiliki anak.

H-1 Sebelum Siaran Langsung

Kelihatannya kayak KKN ya liputan ini? Ya mungkin ada suara-suara sumbang yang bilang “Ya iyalah diwawancara orang sama temannya sendiri”. Kalau udah kayak gitu saya sih senyum aja. Buat saya, walaupun teman sendiri kalau saya tidak memenuhi syarat sebagai narasumber yang mereka butuhkan juga tak akan mungkin diliput.

Kali ini adalah kedua kali saya diwawancara sebagai narasumber. Namun, program kedua yang mendapuk saya jadi narasumber ini juga menawarkan saya untuk datang ke studio dan berbincang-bincang dalam talkshow yang disiarkan secara live. Jadi, sebelumnya saya diliput terlebih dahulu untuk kemudian menjadi VT (videotape) dalam pembuka segmen sebelum berbincang dengan saya. Saya sih oke-oke aja. Ini pengalaman baru buat saya untuk jadi narasumber di program live.

Sehari sebelum saya datang ke studio, Nanda mewawancarai saya. Hasil liputan dan wawancara nantinya akan dikemas menjadi profil singkat tentang kisah saya. Kami pun janjian untuk ketemuan di tempat makan dekat kantor suami. Selain lebih dekat jaraknya dari kantor TV One tempat Nanda start liputan, saya juga bisa sekalian diantar suami. Karena itu pulalah akhirnya suami saya jadi masuk dalam frame pengambilan gambar. Kata Nanda sih biar melengkapi profil saya.

Sama seperti wawancara sebelumnya yang pernah saya lakukan, liputan kali ini rasanya kayak reuni ketemu teman lama. Kameramen, reporter, dan juga drivernya saya kenal semua. Klop deh liputannya nggak garing dan kaku karena kami bisa ngobrol panjang lebar dulu. Apalagi Nanda yang sedang hamil ternyata sebelumnya program hamil juga di Prof Jacoeb. Tanpa basa-basi, saya pun langsung nanya banyak hal sama Nanda.

(Baca juga: Cerita Program Hamil Ketiga: Hallo, Prof Jacoeb)

Liputan berjalan lancar dan sesuai dengan sebagaimana layaknya liputan. Step-nya ya standar, wawancara dulu lalu ambil stok gambar. Setelah itu Nanda mengingatkan saya untuk memberikan alamat rumah lengkap guna penjemputan narasumber besok pagi. Iya, saya memang sengaja minta dijemput karena nggak ada yang mengantarkan di pagi hari dan nggak tahu dimana letak studio tempat acara Ayo Hidup Sehat berlangsung.

Hari H Saat Siaran Langsung

Saya dijanjikan dijemput paling lambat pukul 07.30. Maklum saja, Ciledug dan tol-tol di sekitarnya macet banget saat pagi hari. Saya pun memutuskan buat mandi jam 6 kurang, sebelum adik saya mandi. Sekitar jam 06.05 pagi pas banget setelah saya selesai mandi, driver yang jemput telepon dan bilang kalau sudah di sekitar komplek rumah saya. Lhaaa kok cepet amat. Saya saja masih pakai handuk, hahaha.

Dengan insting dandan cepat, saya pakai baju, make up-an sedikit, dan pakai jilbab. Setelah semuanya siap, saya langsung berangkat. Sekitar pukul 06.30 saya berangkat dari rumah. Alhamdulillah jalanan hari itu lumayan lancar. Saya dan driver yang menjemput sampai di Studio Evo, tempat acara Ayo Hidup Sehat berlangsung, sekitar pukul 08.45.

Saya celingukan mencari orang yang dikenal. Rata-rata yang ada di Studio Evo adalah karyawan divisi produksi jadi saya nggak ada yang kenal blass. Oh ya, selain saya ada 2 narasumber lagi yaitu ibu hamil yang juga teman saya kerja dulu. Plus satu tim liputan yang notabene teman saya juga, Sita, mau mampir ke studio. Waaaww, kebayang deh reuni kecil-kecilan.

(ki-ka) Nanda, Irda, saya, Eggy, dan Sita

Sambil nunggu Nanda dan yang lainnya yang masih di jalan, saya di make-up dulu. Oh ya, nggak lupa saya juga woro-woro ke beberapa teman dekat, saudara, dan orang tua buat nonton via Facebook dan juga whatsapp. Untungnya nggak sampai bikin pengumuman di TOA masjid ya, hahaha. Memang hanya orang-orang dekat yang saya kasih tahu soalnya takut nggak jadi alias ketabrak breaking news. Jam-jam segitu yang saya tahu memang rawan breaking news di TV One. Kan tengsin juga nantinya kalau udah woro-woro eh nggak tahunya batal tampil, haha.

Beberapa saat setelah saya selesai make-up, ‘rombongan lenong’ yang terdiri atas Eggy, Nanda, Irda, Sita, dan Dede muncul. Tambah seru deh suasana di ruang make up. Kalau kata make up artisnya, kami adalah rombongan ibu-ibu Posyandu. Sambil menunggu giliran yang lain di-make up, kami pun ngobrol seseruan, menggosip, foto-foto, dan sibuk instastory.

Acara Ayo Hidup Sehat ini dipandu 2 dokter ganteng yang ramah yaitu dr Haekal Anshari dan dr Vito Damay. IMHO, konsep acaranya agak mirip DR OZ Indonesia. Nah, saya hari itu masuk di segmen 2 acara. Selain saya, ada 2 bintang tamu lainnya yaitu dr Ari Waluyo SpOG dan satu lagi pasien keguguran yang saya lupa namanya. Semuanya berjalan lancar saat segmen 2 berlangsung. Saya direncanakan masuk lagi saat closing di segmen 4 bareng-bareng sama Eggy dan Irda yang jadi model untuk tema “Tetap Stylish Saat Hamil”.

Apa yang jadi firasat saya ternyata benar. Di segmen 3 tiba-tiba ada breaking news rapat DPR. Fiuuhh, untung segmen saya sudah selesai. Tapi Irda dan Eggy nggak jadi tampil deh padahal mereka sudah dandan paripurna. Untuk mengobati kekecewaan, kami akhirnya berfoto bareng-bareng bersama para dokter di studio. Selain foto bareng, kami juga ‘curi-curi’ konultasi sama dr Ari yang baik hati. Dr Ari bahkan kasih saya masukan tentang beberapa hal, dari kasih saran untuk cari penyebab keguguran berulang sampai tips saat hamil muda sampai tua. Pembawaannya yang kasual dengan obrolan gue elo-nya membuat obrolan jadi ringan.

(ki-ka) dr Haekal, Eggy, dr Ari, dr Vito, Irda, saya

Tak terasa, waktu menunjukkan pukul 11.30 lewat. Saya harus pamit karena hari itu ada jadwal cek lab di SamMarie. Dengan berat hati saya meninggalkan teman-teman yang sedang asyik makan (padahal saya juga pengen maksi bareng mereka karena kangennya belum terobati). Di luar studio saya pun ketemu dengan beberapa teman lama dan sempat bertegur sapa sebentar.

(Baca juga: Cerita Program Hamil Ketiga: Menghadapi Berbagai Tes Laboratorium)

Alhamdulillah, hari itu saya sudah bisa berbagi informasi pada orang lain melalui media televisi walaupun sedikit. Rasanya berbeda, sangat berbeda malah, ketika saya muncul di TV sebagai reporter. Semoga kelak saya bisa menyebarkan pengalaman ini di media-media lain yang lebih bervariasi.

 

 

21 Comments
Previous Post
Next Post