Pertama Kali Mencoba Go-Massage, Rasanya…

Jangan kira, jadi blogger atau freelancer yang kerjanya di rumah itu punya waktu istirahat yang banyak. Iya, kadang. Namun, nggak jarang juga malah waktu istirahatnya terlalu sedikit. Alasan banyak deadline atau hutang pekerjaan selalu menghantui. Waktu istirahat pun dikorbankan. Belum lagi mengerjakan pekerjaan rumah yang ada di depan mata. Kalau hal ini berlangsung dalam rentang waktu yang lama, nggak dipungkiri memang kalau lama-kelamaan badan melemah dan jadi banyak keluhan.

(Baca juga: Menjadi Full Time Blogger dan Hidup yang “Pas-Pasan”)

Ini juga yang dihadapi oleh saya.

Senin kemarin (20/3) badan rasanya nggak enak banget. Pegal dan kaku banget. Apalagi hari-hari sebelumnya kalau malam dan pagi selalu pegal. Mungkin efek dari begadang sementara pagi dan siang harinya nggak istirahat karena sedang ada tukang yang bangun pagar di rumah. Alhasil, hampir setiap malam saya selalu mengaryakan suami dan adik buat pijat. Puncaknya adalah sepulang dari kegiatan Blogger Day 2017 kemarin. Punggung pegal mungkin karena terlalu banyak duduk dan kurang minum. Kaki pun juga, mungkin karena sudah lama nggak diajak berolahraga dan kaget karena saat itu langsung berjalan memutari lapangan 12 kali. Alhasil, badan rasanya seperti rontok.

Hari Minggu malam (19/3) saya udah ngeluh mulu badan pegal. Dipijitin suami juga nggak ngaruh dan malah tambah pegal. Rasanya pengen banget pergi sejenak ke tempat spa atau massage buat menyegarkan badan. Sayangnya, selama 1,5 tahun pindah di rumah baru saya belum menemukan tempat massage, salon, atau spa terdekat yang cocok. Kalau mau tempat yang enak harus keluar dulu agak jauh. Duh, malas banget harus dandan dulu trus ngebayangin menempuh perjalanannya yang macet sudah bikin lemas duluan.

Saya pun buka-buka handphone. Saya baru ingat kan ada layanan Go Massage dari Gojek yang bisa dipanggil ke rumah. Aha! Boleh dicoba nih. Saya pun akhirnya mencoba layanan ini. Awalnya, biar dapat diskon saya mau tukar Go Points saya yang sudah 350 lebih. Soalnya, terakhir saya lihat kalo 300 points bisa ditukar voucher Go Massage senilai 50.000. Eh ndilalah, pas saya mau tukar nilai pointnya udah berubah. Untuk bisa dapat voucher 50.000 harus tukar 500 point dulu. Yo wes lah, bayar sendiri aja.

Dilema Pertama Pakai Go Massage

Screenshot_2017-03-20-12-02-20

Jujur, saya belum pernah pakai Go Massage sebelumnya. Duh, norak banget memang. Layanan GoJek yang pernah saya pakai cuma GoRide, GoCar, GoSend, sama GoFood. Jadi emang rada deg-degan pas mau pesan Go Massage ini. Dan setelah buka aplikasi GoJek, saya baru tahu kalau sekarang untuk booking Go Massage harus download dulu aplikasi Go-Life. Ummm, rada ribet sih memang tapi nggak apalah selama ribetnya masih sentuhan-sentuhan jari.

Akhirnya saya download aplikasi Go-Life. Aplikasi ini mewadahi layanan Go Massage, Go Clean, Go Auto, dan Go Glam. Jadi, aplikasi GoJek memang khusus untuk servis berkendara aja.

Tadinya saya bingung mau pesan terapis kapan karena kalau saya baca-baca dari beberapa review, terapis Go Massage belum begitu banyak dan ada yang datangnya ngaret. Belum lagi, alamat email yang saya tulis pas daftar GoJek salah ketik, jadi takutnya GoJek kirim report via email tapi nggak keterima. Duh dilema berat nih cuma mau pesen Go Massage aja, haha. Saya juga udah minta jagain suami saya buat jangan berangkat ke kantor dulu sebelum terapisnya datang. Karena takutnya si terapis nyasar atau nggak tahu alamatnya jadi harus nyusulin.

(Baca juga: Inilah Suka Duka Ketika Kamu Memutuskan Memilih Pasangan Hidup Seorang Programmer)

Nah, atas pertimbangan itu maka saya pesan Go Massage sehari sebelumnya biar spare waktunya banyak. Saya pesan Go Massage di Hari Minggu Malam (19/3) untuk Senin (20/3) pukul 09.00. Caranya gampang banget. Saya tinggal set alamat, pilih jenis kelamin terapis, jenis layanan massage, serta jam dan hari mau melakukan massage. Enaknya Go Massage ini, kita bisa pesan sehari sebelumnya dan bisa memesan untuk jam berapa. Jadi, bisa kita sesuaikan waktunya misalnya setelah bangun tidur, kelar masak, atau setelah pulang kantor. Selain itu, kita juga bisa pesan jenis kelamin terapisnya. Jadi nggak khawatir dikasih terapis laki-laki karena pilihan yang acak.layanan-go-massage

Pilihan pijat di Go Massage pun banyak banget. Dulu saya tahunya cuma full massage, refleksi, totok, sama lulur. Namun sekarang pilihannya ada banyak dari Full Body Massage, Full Body Massage & Scrub, Full Body Massage & Face Accupresure, Light Massage & Reflexiology, Light Massage & Full Face Accupresure, Light Massage & Kerokan, Full Body Massage & Kerokan, Hot Stone Massage, Pregnancy Massage, Sport Massage, sampai layanan yang terbaru yaitu Thai Massage. Kita juga bisa memilih durasi pijat serta minyak yang dipakai untuk memijat. Pilihannya ada dua yaitu yang reguler atau Wangsa Jelita.

 

Setelah galau menunggu karena takut nggak dapat terapis, saya pun iseng cek history. Eh ternyata saya sudah dapat terapis. Namanya Mbak Ayu Aristy untuk Senin (20/3) jam 09.00. Okelah, tinggal bobo lalu bangun pagi dan siap menyambut terapis.

terapis-go-massage

Rasanya Mencoba Go-Massage

Hari Seninnya, saya sengaja nggak mandi dulu karena mau massage. Masih pakai daster malah di rumah. Mbak terapis nggak menghubungi atau konfirmasi sesuatu sebelumnya. Ya sudah, saya pikir memang udah tahu tempatnya. Pas jam kurang sedikit banget menuju 09.00, datang SMS dari terapis yang mengabarkan kalau ia sedikit telat karena ban motornya bocor. Yo wes nggak apa-apa. Saya memilih jam 09.00 juga karena sudah mempersiapkan waktu kalau-kalau terapisnya telat. Kan udah baca banyak reviewnya terlebih dahulu kalau memang beberapa terapis suka telat.

Sekitar jam 10.00 kurang dikit, mbak terapis telepon. Katanya ia sudah sampai di komplek perumahan saya cuma bingung rumahnya sebelah mana. Emang sih, rumah saya rada susah dicari. Setelah diarahkan sebentar, terapisnya sampai juga di depan rumah. Ternyata Mbak Ayu ini masih muda dan dia pakai maps untuk menuju ke rumah saya. Pantas saja nyasarnya nggak parah-parah banget. Setelah Mbak Ayu datang, saya biarkan suami saya buat ke kantor deh.

Terapis dari Go Massage berseragam bertuliskan Go Massage dan menenteng tas besar berisi peralatan massage-nya. Saya pun memilih untuk massage di dalam kamar. Alasannya biar nyaman aja sih walaupun di rumah cuma ada saya dan mbak terapis. Takutnya kalau di ruang tamu ada yang ngintip, hihi.

Mbak terapis ini bawa alas sendiri, semacam matras yang bisa disambung jadi memanjang. Setelah itu baru dikasih seprai buat alas pijat. Seprainya bau minyak khas massage yang belum ilang. Setelah siap, saya pun pasang posisi tengkurap buat pijat. Oh ya, saya order Full Body Massage 60 menit dengan harga Rp 80.000 dengan oil massage biasa.

ilustrasi pijat
ilustrasi pijat

Pertama menyentuh kaki, pijitan Mbak Ayu masih lembut banget alias kurang terasa. Di sini saya jadi agak sangsi kalau mijitnya bakalan enak. Soalnya, selama di kaki sama betis pijitannya masih belum terasa di saya. Namun, pas sampai di punggung justru enak banget. Tekanannya pas buat saya. Di beberapa titik yang menurut saya pegal banget juga dipijit secara detail. Saya sampai ngantuk-ngantuk tapi masih ngerasain pijatannya. Daripada iseng, akhirnya saya ngobrol saja sama terapisnya.

(Baca juga: ‘Me Time’ Favorit ala Ibu Rumah Tangga)

Mbak Ayu, terapis hari itu sudah setahun kerja di Go-Massage. Mbak Ayu ini dulunya kerja di spa dan klinik kecantikan sebagai terapis juga. Karena waktu kerjanya nggak fleksibel, akhirnya dia memilih resign dan melamar di Go Massage yang waktunya bisa diatur sendiri. Padahal, Mbak Ayu cerita kalau awalnya dia pengen masuk di Go Glam karena dia suka dengan dunia kecantikan, salon, dan make up. Namun, yang dipanggil duluan justru yang Go Massage.

Kata Mbak Ayu, pihak GoJek memang nggak sembarang pilih terapis untuk Go Massage. Harus yang sudah berpengalaman minimal 3 tahun di salon atau spa. Selain itu, sebelumnya para terapis juga di-training terlebih dahulu di Kantor GoJek Kemang. Jadi, satu terapis bisa melayani sekian banyak layanan massage yang saya sebutkan di atas tadi. Nggak ada yang spesialis hanya bisa layanan tertentu.

Nah, untuk alat-alat pijatnya seperti matras dan seprai dipinjami dari GoJek. Sementara minyak pijat harus dibeli sendiri oleh terapis di Kantor GoJek. Jadi, terapis nggak boleh beli minyak sendiri apalagi minyak yang merk Wangsa Jelita. Karena ditakutkan kalau beli sendiri (apalagi secara online) minyaknya tidak murni alias campuran. Saya juga dikasih lihat minyak Wangsa Jelita yang di belakangnya ditulis official dipakai untuk Go-Massage. Baunya juga harum dibanding yang regular saya pakai pijat.

Mbak Ayu juga cerita kalau dia pilih-pilih customer. Dia nggak mau ambil kalau customernya cowok. Yah, takut aja gitu kalau customernya minta lebih dari pijat, hiiii. Dia justru pernah mengalami pasangan suami istri yang memang mau pijat couple. Sang istri memakai jasa pijatnya, sementara suami pakai terapis cowok dari Go-Massage. Yah, biar ala-ala couple massage di tempat spa katanya.

Setelah agak lama, sambil cerita juga, pijatan Mbak Ayu baru terasa enaknya. Pas balik badan dan dipijat lagi di bagian kaki barulah terasa tekanannya. Sambil terus pijat, saya dan Mbak Ayu sambil terus ngobrol. Oh ya, ada tips nih dari saya yang saya sarikan dari obrolan saya dan Mbak Ayu. Cocok buat yang mau pesan Go Massage.

  1. Pesanlah sehari sebelumnya, biar lebih enak mengatur waktunya dan memberi tenggang waktu kalau-kalau terapis telat datang. Kalau hari kerja biasa sih santai karena layanan nggak ramai jadi bisa pesan kapan aja.
  2. Layanan Go Massage penuh pada Jumat-Sabtu-Minggu, long weekend, atau hari libur nasional. Jadi, usahakan pesan sehari sebelumnya agar nggak kehabisan terapis.
  3. Sediakan uang cash yang pas untuk membayar jasa pijat karena layanan Go-Massage nggak bisa dibayar pakai GoPay.
  4. Jangan mandi dulu sebelum massage karena minyak pijatnya lumayan lengket di badan. Kalau mandi dulu sayang banget karena badan jadi berminyak dan lengket lagi.
  5. Pilih terapis sesuai jenis kelamin dengan alasan biar nggak risih saat dipijit dan nggak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Nggak terasa 60 menit berlalu, huhuhu. Kurang deh nih kayaknya, haha. Berasa sebentar banget padahal udah 60 menit lebih. Layanan Go Massage pun berakhir. Saya cukup puas dengan first impression pakai Go Massage kali ini. Selain aplikasinya mudah, pun saya nggak perlu dandan dan susah-susah bermacet karena cuma mau massage. Worth it banget kok Rp 80.000 yang dikeluarkan untuk sekali Full Body Massage. Lain kali saya pengen cobain layanan massage yang lain ah, yang lebih lama waktunya.

Terima kasih Go-Life, GoJek, dan Go Massage karena sudah menghadirkan layanan massage di rumah serasa di tempat pijat profesional.

Disclaimer: Tulisan ini bukan review berbayar. Ditulis berdasarkan pengalaman penulis saat pertama kali mencoba layanan Go Massage.

 

ratna dewi

33 Comments
Previous Post
Next Post